Iran: Serangan Israel Hanya Sebabkan ”Kerusakan Terbatas”

Timur Tengah telah mengantisipasi serangan balasan Israel terhadap Iran sejak serangan Iran pada 1 Oktober ke Israel.

26 Okt 2024 15:34 WIB · Internasional

Oleh Fransisca Romana Ninik W - [email protected]

TEHERAN, SABTU — Iran menyatakan sistem pertahanan udara berhasil menangkis serangan Israel pada Sabtu (26/10/2024). Serangan itu disebut hanya menimbulkan ”kerusakan terbatas” di sejumlah lokasi.

Teheran mengatakan, serangan Israel menarget sejumlah fasilitas militer di Teheran, Khuzestan, dan Ilam. Militer Iran mengatakan, dua tentara tewas dalam serangan udara Israel di pangkalan militernya.

Otoritas Iran telah berulang kali memperingatkan Israel jika melancarkan serangan apa pun terhadap Iran. ”Iran berhak merespons agresi apa pun dan tidak ada keraguan Israel akan menghadapi reaksi proporsional atas segala tindakannya,” sebut laporan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, mengutip beberapa sumber.

Sedikitnya enam ledakan mengguncang ibu kota Iran, Teheran, dan wilayah sekitarnya, Sabtu dini hari waktu setempat. Empat ledakan lain menyusul tak lama setelahnya. Video yang ditayangkan sejumlah media Iran menunjukkan sistem pertahanan udara terus menembaki proyektil yang berdatangan di Iran tengah. Tidak disebutkan target apa yang menjadi sasaran serangan itu.

Tasnim melaporkan, pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IGRC) yang diserang tidak mengalami kerusakan. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, mengatakan, penerbangan di semua rute dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Israel menyatakan melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran. Serangan pada Sabtu ini untuk membalas tembakan 200 rudal Iran ke Israel pada 1 Oktober 2024.

Militer Israel (IDF) mengatakan ”melancarkan serangan presisi atas target militer di Iran”. Serangan itu sebagai respons atas ”serangan terus-menerus dari rezim Iran kepada Israel”. 

Pemandangan kota Teheran, Iran, beberapa jam setelah sejumlah ledakan mengguncang pada Sabtu (26/10/2024) dini hari. Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran.

Namun, IDF menyatakan tidak menyasar fasilitas energi dan nuklir Iran. IDF mengungkapkan, serangan itu di antaranya menghantam fasilitas pembuat rudal dan perlengkapan senjata permukaan-ke-udara.

Beberapa jam kemudian, IDF menyatakan serangannya selesai dan tujuannya tercapai. Sebelum fajar menyingsing, lembaga penyiaran publik Israel mengumumkan tiga gelombang serangan Israel telah dilancarkan dan operasi telah selesai. ”Jika rezim di Iran berbuat kesalahan dengan memulai eskalasi baru, kami wajib merespons,” sebut IDF.

Antisipasi 

Timur Tengah telah mengantisipasi serangan balasan Israel terhadap Iran sejak serangan Iran pada 1 Oktober ke Israel. Kekhawatiran meluasnya konflik belum sirna hingga kini, terutama setelah Israel menyerang Iran pada Sabtu.

Seorang pejabat AS mengatakan, serangan ”proporsional dan terbatas” Israel seharusnya menjadi akhir saling serang antara Israel dan Iran. Setelah serangan Israel pada Sabtu, AS memperingatkan Iran agar berhenti menyerang Israel untuk memutus siklus kekerasan. ”Kami mendesak Iran untuk menghentikan serangannya ke Israel supaya lingkaran pertempuran bisa berhenti tanpa eskalasi lebih lanjut,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Sean Savett, kepada wartawan.

Menurut AS yang merupakan sekutu Israel, serangan tersebut adalah hak pertahanan diri. Serangan itu juga menghindari area permukiman dan hanya fokus pada target militer. Savett menekankan, AS tidak terlibat dalam serangan tersebut.

Namun, AS mengetahui rencana serangan Israel pada Sabtu dini hari itu. Pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin berbicara pada Jumat dengan Menhan Israel Yoav Gallant. Ia tidak menjelaskan detail pembicaraan kedua menhan dan berapa lama mereka berbicara. Sementara media AS, Fox News, melaporkan, Gedung Putih mendapat pemberitahuan tak lama sebelum Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi.

Serangan Israel terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken baru saja kembali setelah lawatan beberapa hari di Timur Tengah untuk mendorong gencatan senjata di Gaza. Blinken dan sejumlah pejabat AS memperingatkan Israel untuk tidak melancarkan serangan yang bisa memperuncing konflik di Timur Tengah.

infografik Serangan Iran ke Israel

Ketegangan Iran-Israel, dua musuh bebuyutan, semakin meruncing sejak Hamas melancarkan Operasi Badai Aqsa ke Israel pada 7 Oktober 2024. Hamas merupakan kelompok perlawanan Palestina yang didukung Iran.

Israel juga menyerang Lebanon selatan yang menjadi basis Hizbullah, kelompok perlawanan yang juga didukung Iran. Hizbullah terlibat baku serang dengan Israel sejak perang di Gaza meletus menyusul Operasi Badai Aqsa.

Serangan Iran pada 1 Oktober merupakan pembalasan Teheran kepada Tel Aviv karena membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah pada 27 September 2024. Sebelumnya, pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, juga tewas di Teheran pada 31 Juli 2024. Iran menyalahkan Israel atas tewasnya Haniyeh. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Editor:

Khaerudin