HUKUM INTERNASIONAL

Israel Culik Jurnalis sampai Saudari Presiden di Perairan Internasional

Aktivis dari sejumlah negara diculik oleh Israel saat mencegat kapal bantuan untuk Gaza. Di antara yang diculik adalah adik Presiden Irlandia dan warga Indonesia.

19 Mei 2026 09:00 WIB · Internasional

AP Photo/Murat Kocabas

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

ANKARA, SELASA — Israel mencegat 39 kapal yang membawa bantuan untuk Gaza, Senin (18/5/2026). Pencegatan dilakukan di perairan internasional lepas pantai Siprus. Israel juga menculik aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Sejumlah negara mengecam tindakan Israel tersebut. Para aktivis yang terlibat dalam misi kemanusiaan itu berasal dari sejumlah negara. Ada antara lain warga Spanyol, Irlandia, Turki, Malaysia, dan Indonesia di kapal-kapal itu.

Mereka tergabung dalam armada sipil internasional pengangkut bantuan untuk warga Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF). Rombongan kapal itu berangkat dari Pelabuhan Marmaris, Turki, pekan lalu.

Boats belonging to the Global Sumud Flotilla, carrying activists and humanitarian aid, prepare to depart for Gaza from the port of Marmaris, Turkey, Thursday, May 14, 2026, in an attempt to break the Israeli naval blockade. (AP Photo/Murat Kocabas)

Lewat pernyataan bersama, Menteri Luar Negeri Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol mengutuk keras serangan Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla. Armada itu merupakan sebuah inisiatif kemanusiaan yang bertujuan untuk menarik perhatian internasional terhadap penderitaan kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.

”Para menteri menyatakan keprihatinan serius mengenai keselamatan dan keamanan para peserta sipil dalam armada tersebut dan menyerukan pembebasan segera semua aktivis yang ditahan, serta penghormatan penuh terhadap hak dan martabat mereka,” tulis pernyataan itu.

Quote

Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di armada oleh pasukan Israel.

Mereka mengecam tindakan intervensi Israel yang menargetkan kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan di perairan internasional. ”Serangan berulang terhadap inisiatif kemanusiaan damai mencerminkan pengabaian berkelanjutan terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi,” lanjut pernyataan itu.

Para menteri menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan moralnya serta memastikan perlindungan warga sipil dan misi kemanusiaan. Selain itu, mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakhiri impunitas dan memastikan akuntabilitas atas pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggambarkan tindakan Israel sebagai pembajakan dan perampokan yang dilakukan dengan mentalitas fasis. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin, Erdogan menegaskan negaranya berdiri bersama rakyat Gaza dan mereka yang membantu Palestina.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan telah memanggil Kuasa Usaha Israel terkait insiden itu. Albares memperkirakan terdapat sekitar 45 warga negara Spanyol di armada tersebut, sebanyak 10-20 orang di antaranya ditahan oleh Israel.

People wave to boats belonging to the Global Sumud Flotilla, carrying activists and humanitarian aid, depart for Gaza from the port of Marmaris, Turkey, Thursday, May 14, 2026, in an attempt to break the Israeli naval blockade. (AP Photo/Murat Kocabas)

Para menlu menyatakan serangan ke GSF sebagai pelanggaran hukum internasional. Dasarnya, antara lain, karena serangan dilancarkan di lokasi yang berada 460 kilometer dari pantai terdekat Israel. Dari Siprus, lokasi serangan berjarak 167 kilometer.

Hukum internasional seperti Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) mengatur, suatu negara hanya berhak mengklaim wilayah teritorial maksimum 12 mil laut atau 22,2 kilometer dari garis pantai. Di perairan teritorial, berlaku hukum negara tersebut.

Sementara di zona ekonomi eksklusif (ZEE), negara tidak punya kedaulatan. Negara hanya punya hak berdaulat pada perairan sampai 200 mil laut atau 370 kilometer dari garis pantainya. ”Armada (GSF) tersebut berada sekitar 241 mil laut dari pantai Gaza, di perairan internasional yang diakui berdasarkan hukum maritim internasional sebagaimana diatur dalam UNCLOS dan di luar blokade negara mana pun,” kata Direktur Jenderal Pusat Komando Sumud Nusantara (SNCC) Sani Araby Abdul Alim Araby.

Merujuk pernyataan para menlu, hukum internasional, serta para aktivis GSF, tudingan penculikan oleh Israel punya dasar. Sebab, di lokasi serangan, hukum Israel tak berlaku. Dengan demikian, aparat Israel tak dapat menahan lalu menangkap siapa saja dengan dasar hukum Israel.

Terdapat sejumlah aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia dalam armada Global Sumud Flotilla. Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Dalam pernyataan tertulis, juru bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan, Direktorat Perlindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Koordinasi itu menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka.

Media Malaysia, The Star, melaporkan, terdapat 16 warga negara Malaysia yang tergabung dalam misi kemanusiaan itu. Araby mengatakan, armada itu didekati secara agresif oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus.

Kerabat presiden

Salah satu aktivis kemanusiaan yang diculik oleh Israel adalah Margaret Connolly. Ia adik Presiden Irlandia Catherine Connolly. Catherine mengaku belum mengetahui detail informasi terkait penangkapan itu.

”Sepertinya ini terjadi di perairan internasional dan ini benar-benar menimbulkan kekhawatiran. Saya sangat bangga pada saudara perempuan saya, tetapi saya khawatir tentangnya,” ujarnya, dilansir dari media Irlandia, The Journal.

Dalam sebuah rekaman video, Margaret Connolly terlihat memegang paspor Irlandia-nya saat ia menjelaskan bahwa ia telah ditangkap. ”Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di armada oleh pasukan Israel,” katanya.

Ahmet Soylemez, seorang aktivis Turki, yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla, mengaku prihatin atas pencegatan itu. Awak kapalnya memperkirakan mereka juga akan dicegat setelah kapal L’Arq yang membawa mereka mendekati Gaza.

”Kami tidak tahu di mana mereka berada. Kami tidak tahu berapa banyak dari mereka yang sebenarnya ditangkap,” ujarnya dari atas kapal. Pelacak langsung di situs web armada menunjukkan kapal itu berada sekitar 215 mil laut dari Gaza.

People hold a protest against the recent interception of the Global Solidarity Flotilla by the Israeli Navy near Cyprus outside the Ministry of Foreign Affairs in Athens on May 18, 2026. Israeli forces intercepted a Gaza-bound aid flotilla on May 18, 2026 after it sailed from Turkey the previous week, with Prime Minister Benjamin Netanyahu denouncing the mission as a "malicious scheme" intended to support Hamas, as the Global Sumud Flotilla vessels mark the latest in a series of attempts by activists to breach Israel's blockade of the Palestinian territory, with the last convoy intercepted by Israeli forces the previous month. (Photo by Aggelos NAKKAS / AFP)

Siang bolong

Pencegatan armada Global Sumud Flotilla oleh Israel bukan pertama kali terjadi. Pada akhir April lalu, pasukan Israel juga mencegat sekitar 20 kapal di dekat Pulau Kreta di selatan Yunani. Lebih dari 100 aktivis ditahan dalam pencegatan ini.

Namun, berbeda dengan aksi sebelumnya yang dilakukan dalam kegelapan malam, pencegatan kali ini dilakukan pada siang bolong. Dalam rekaman video terlihat pasukan Israel yang naik kapal cepat mendekati armada Global Sumud Flotilla. Mereka menginstruksikan para aktivis untuk pindah ke bagian depan kapal.

”Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan (Israel) menaiki kapal pertama kami pada siang bolong. Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan,” tulis Global Sumud Flotilla di media sosial X.

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during a press conference in Jerusalem, Thursday, March 19, 2026. (Ronen Zvulun, Pool Photo via AP)

Otoritas Israel mengonfirmasi pencegatan armada tersebut. Sebelumnya, Kemenlu Israel menyerukan kepada para aktivis untuk mengubah haluan dan segera kembali. ”Sekali lagi, provokasi demi provokasi. Armada bantuan kemanusiaan yang disebut-sebut tanpa bantuan kemanusiaan,” tulis kementerian tersebut di media sosial X.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pencegatan yang dilakukan oleh tentaranya. ”Saya percaya Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan pada intinya menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah Israel berlakukan terhadap Hamas di Gaza,” katanya. (REUTERS/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar