Terowongan ini merupakan salah satu rute bawah tanah Hamas yang penting dan menghubungkan kota-kota di wilayah Gaza.
11 Des 2025 06:26 WIB · Internasional
Belasan tentara Israel bersenjata lengkap berjaga di sekeliling lubang yang berada di kedalaman tanah saat tentara yang lain mulai memasuki terowongan milik Hamas di bawah bangunan yang telah hancur di Gaza selatan, Senin (8/12/2025). Pintu masuk itu terlihat sempit.
Tentara harus merangkak atau membungkukkan badan untuk bisa memasuki terowongan. Hari itu, tentara Israel membawa para jurnalis ke Rafah, kota paling selatan Gaza yang berhasil direbut pasukan Israel. Saat ini, hampir semua bangunan telah hancur.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/10/0b6d5238-7499-4804-994c-ed7332892dd5_jpg.jpg)
Setelah tentara, satu per satu jurnalis memasuki terowongan mengikuti instruksi tentara. Di dalam lorong gelap, beberapa orang menundukkan kepala agar tidak terbentur langit-langit yang rendah. Mereka berhati-hati saat berjalan di atas atau di sekitar beton bergerigi. Di dalam terowongan terlihat botol plastik yang hancur dan kasur-kasur yang compang-camping.
Sebelumnya, Israel melarang jurnalis internasional memasuki Gaza sejak perang yang dimulai lebih dari dua tahun lalu itu. Ada beberapa perkecualian untuk kunjungan singkat, namun ini diawasi oleh ketat oleh militer. Seperti yang terjadi saat kunjungan ke terowongan ini.
Dengan penerangan senter, para jurnalis menyusuri terowongan yang terbentang di bawah area yang dahulu merupakan permukiman padat penduduk, di bawah kompleks Perserikatan Bangsa-Bangsa dan masjid-masjid. Di bawah tanah, para jurnalis melewati kabel-kabel yang menjuntai dan lempengan-lempengan beton tak rata yang tertutup pasir.
Menurut militer, terowongan ini merupakan salah satu rute bawah tanah Hamas yang paling penting dan kompleks yang menghubungkan kota-kota di wilayah yang diperangi dan digunakan oleh para komandan tinggi Hamas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/10/dcbdfee4-5eb7-41fb-87b2-2907a9de07a3_jpg.jpg)
Di tempat itu, militer Israel mengatakan, Hamas telah menyandera jenazah Hadar Goldin, seorang tentara berusia 23 tahun yang tewas di Gaza lebih dari satu dekade lalu. Hamas akhirnya mengembalikan jenazah Goldin bulan lalu sebagai bagian dari gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat.
Militer Israel menyatakan, terowongan itu memiliki panjang lebih dari 7 kilometer dan kedalaman hingga 25 meter dan digunakan untuk menyimpan senjata serta tempat tinggal jangka panjang. Dikatakan pula bahwa para komandan tinggi Hamas berada di sana selama perang, termasuk Mohammed Sinwar yang diyakini memimpin sayap bersenjata Hamas.
Mohammed Sinwar merupakan adik dari Yahya Sinwar, pemimpin Hamas yang turut mendalangi serangan 7 Oktober. Israel menyatakan telah membunuh keduanya.
Militer belum memutuskan apa yang akan dilakukan terhadap terowongan tersebut. Mereka bisa menutupnya dengan beton, meledakkannya, atau menahannya untuk tujuan intelijen. Sejak gencatan senjata dimulai, tiga tentara tewas dalam bentrokan dengan sekitar 200 militan Hamas yang menurut pejabat Israel dan Mesir masih bersembunyi di wilayah yang dikuasai Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/10/a22e7cef-4b50-4c1d-a151-d8ccb9254809_jpg.jpg)
Hamas mengatakan, komunikasi dengan unitnya yang tersisa di Rafah telah terputus selama berbulan-bulan dan pihaknya tidak bertanggung jawab atas insiden apa pun di wilayah tersebut. Baik Israel maupun Hamas saling tuduh atas pelanggaran berulang terhadap kesepakatan selama fase pertama.
(AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti