Israel Paksa Pasien-pasien Keluar dari RS Indonesia di Gaza

Pada Selasa (24/12/2024) dini hari, tentara Israel menyerbu ke dalam Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan memaksa siapa pun yang masih berada di dalam rumah sakit itu untuk keluar.

25 Des 2024 09:56 WIB · Internasional

Oleh Muhammad Samsul Hadi

KAIRO, RABU — Tentara Israel memaksa keluar para pasien yang dirawat dari Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara. Banyak dari sebagian pasien itu terpaksa berjalan kaki ke rumah sakit lain yang berjarak beberapa kilometer. Situasi terbaru ini diungkapkan Kementerian Kesehatan di Gaza, Selasa (24/12/2024).

RS Indonesia adalah salah satu dari beberapa rumah sakit di Jalur Gaza yang beroperasi sebagian. Lokasinya di wilayah utara Jalur Gaza. Wilayah ini dalam hampir tiga bulan terakhir menjadi sasaran serangan intens militer Israel.

Situasi tersebut berlangsung di tengah upaya terbaru mediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Gaza dan membebaskan sandera warga Israel. Beberapa kalangan, termasuk AS, berulang kali menyebut kesepakatan gencatan senjata bakal terjadi dalam waktu dekat.

Namun, sejauh ini dilaporkan tidak ada terobosan berarti dalam perundingan tidak langsung antara Hamas dan Israel melalui tiga mediator (Mesir, Qatar, dan AS) tersebut.

Munir Al-Bursh, direktur pada Kementerian Kesehatan di Gaza, mengatakan, tentara Israel pada Senin (23/12/2024) memerintahkan para petugas di RS Indonesia agar mengevakuasi para pasien. Kemudian, pada Selasa dini hari tentara Israel itu menyerbu ke dalam rumah sakit dan memaksa siapa pun yang masih berada di dalam rumah sakit tersebut untuk keluar.

A picture shows the Rumah Sakit Indonesia hospital in Gaza City on November 1, 2023 amid the ongoing battles between Israel and the Palestinian group Hamas. Thousands of civilians, both Palestinians and Israelis, have died since October 7, 2023, after Palestinian Hamas militants based in the Gaza Strip entered southern Israel in an unprecedented attack triggering a war declared by Israel on Hamas with retaliatory bombings on Gaza. (Photo by Bashar TALEB / AFP)

Bursh menambahkan, dua rumah sakit lain di Jalur Gaza utara, yakni RS Al-Awda dan RS Kamal Adwan, juga mengalami serbuan yang berulang kali oleh pasukan Israel. Sejumlah petugas medis menuturkan, pasukan Israel telah beroperasi di sekitar RS Kamal Adwan sejak Senin.

Para petugas media di tiga rumah sakit tersebut (RS Indonesia, RS Al-Awda, dan RS Kamal Adwan) menolak perintah militer Israel agar meninggalkan rumah sakit-rumah sakit itu dan agar berhenti melayani pasien sejak Israel melancarkan serangan baru di Gaza utara mulai 5 Oktober 2024.

Quote

Palestina menuding Israel tengah berupaya melakukan depopulasi secara permanen di Gaza utara untuk dijadikan sebagai zona penyangga.

Hussam Abu Safiya, Direktur RS Kamal Adwan, mengungkapkan, para petugas medis rumah sakit menolak perintah militer Israel agar mengevakuasi ratusan pasien, para penunggu pasien, dan para staf. Israel pun terus menembaki rumah sakit tersebut hingga menyebabkan kerusakan pada generator, tabung-tabung oksigen, dan sebagian bangunan rumah sakit.

Pernyataan tertulis militer Israel menyebutkan, RS Indonesia telah digunakan oleh kelompok-kelompok perlawanan Palestina untuk melancarkan serangan terhadap tentara Israel. Selain itu, kata mereka, Israel ”memfasilitasi evakuasi yang aman bagi warga sipil, personel medis, dan para pasien dari area sebelum dan selama operasi berlangsung”.

Israel mengatakan, operasi militernya di sekitar tiga komunitas warga Gaza utara yang mengelilingi rumah sakit—Beit Lahiya, Beit Hanoun, dan Jabalia—menarget kelompok Hamas.

Palestina menuding Israel tengah berupaya melakukan depopulasi secara permanen di Gaza utara untuk dijadikan sebagai zona penyangga.

Sementara di tempat terpisah, gempuran Israel berlanjut. Menurut petugas medis, sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk seorang anggota petugas layanan darurat, tewas dalam empat serangan di lokasi terpisah, Selasa.

Pada hari yang sama, serangan udara menewaskan enam orang di Jabalia, Gaza utara. Dengan demikian, total korban tewas menjadi 15 orang.

Perang Gaza, yang meletus sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 45.200 warga Palestina. Sebagian besar dari 2,3 juta jiwa warga Gaza jadi pengungsi, sementara kebanyakan gedung dan infrastruktur di enklave itu luluh lantak.

Seorang anak berusia lima tahun penderita malanutrisi berbaring dikelilingi oleh keluarganya di sebuah tempat pengungsian di Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah, Selasa (24/12/2024).

Penyelidikan atas tewasnya 6 sandera

Laporan penyelidikan militer Israel yang dirilis, Selasa (24/12/2024), menyimpulkan bahwa operasi militer Israel di Gaza selatan diperkirakan ikut memengaruhi pembunuhan enam sandera warga Israel oleh kelompok Hamas. Menanggapi hasil penyelidikan itu, Forum Keluarga Para Sandera dan Orang Hilang di Israel menegaskan, kembalinya seluruh sandera hanya bisa dilakukan dengan kesepakatan.

Pada akhir Agustus 2024, tentara Israel menemukan enam jenazah sandera di sebuah terowongan bawah tanah di Rafah. Militer Israel mengatakan, keenam sandera itu—Carmel Gat, Eden Yerushalmi, Hersh Goldberg-Polin, Alexander Lobanov, Almog Sarusi, dan Ori Danino—dibunuh beberapa saat sebelum tentara Israel tiba. Goldberg-Polin berkewarganegaraan ganda Israel-AS.

Penemuan enam jenazah sandera tersebut menimbulkan keguncangan mendalam di Israel. Hampir setengah juta warga Israel turun ke jalan-jalan, menuntut pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjalin kesepakatan pembebasan sandera dengan Hamas. Salah satu tuntutan yang diminta Hamas sebagai imbalan pembebasan sandera adalah gencatan senjata.

Hasil penyelidikan militer Israel memperlihatkan, ”aktivitas-aktivitas darat (tentara Israel) di area tersebut, meski sudah dilakukan perlahan dan berhati-hati, memiliki pengaruh tidak langsung” pada kematian keenam sandera itu.

This handout picture released by the Israeli army on October 3, 2024, shows Israeli troops operating on the ground in the Gaza Strip amid the continuing war between Israel and Hamas. (Photo by Israel Army / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Handout / Israeli Army' - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ==

Militer Israel menyatakan tidak memiliki informasi intelijen tentang keberadaan enam sandera di area operasi tersebut. Menurut perkiraan Kementerian Kesehatan Israel, keenam sandera itu ditembak mati 48-72 jam sebelum mereka ditemukan oleh pasukan Israel.

Saat ini diperkirakan masih ada 100 sandera warga Israel yang ditahan Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina lainnya. ”Tiba saatnya untuk membawa pulang seluruh sandera. Kita butuh kesepakatan yang akan memastikan kembalinya seluruh sandera dalam kerangka waktu yang cepat dan jelas,” sebut Forum Keluarga Para Sandera dan Orang Hilang di Israel. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan