Ini menjadi serangan pertama Israel setelah genjatan senjata Israel-Hizbullah pada 27 November 2024.
29 Mar 2025 04:00 WIB · Foto
Dua roket yang diluncurkan ke Israel pada Jumat (28/3/2025) menjadi alasan Israel untuk menggempur Lebanon. Selang beberapa jam dari peluncuran roket yang diklaim diluncurkan dari Lebanon, Israel melakukan serangan udara dan menghancurkan daerah yang diklaim sebagai tempat menyembunyikan pesawat nirawak milik Hizbullah.
Dentuman keras dan asap hitam mengepul menandai tempat dijatuhkannya bom di sekitar Desa Nagura. Wilayah itu juga menjadi markas pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Daerah Jezzine di sebelah utara Sungai Litani, sekitar 30 kilometer di sebelah utara perbatasan Lebanon-Israel, juga menjadi sasaran serangan Israel. Pihak Hizbullah menyangkal telah meluncurkan roket. Namun, serangan tetap dilakukan Israel.
Pasca-gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel pada 27 November 2024, ini menjadi serangan pertama yang dilakukan Israel ke Lebanon. Serangan ini menyebabkan korban tewas masyarakat sipil. Pemerintah Lebanon memerintahkan semua sekolah dan universitas di pinggiran selatan Beirut, Hadath, untuk tutup pada hari itu. Warga terlihat meninggalkan daerah itu dengan mobil dan berjalan kaki.
Serangan kilat Hamas pada 7 Oktober 2023 dari Gaza menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 251 orang. Serangan itu kemudian diikuti kelompok Hizbullah yang meluncurkan ratusan roket, pesawat nirawak, dan rudal ke Israel sehari kemudian.
Tensi panas di daerah ini terjadi ketika Israel mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas dengan meluncurkan serangan yang menewaskan ratusan orang di Gaza.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/9c2ae962-d8b9-4bad-ae52-c314eae3fa3b_jpg.jpg)
Selain itu, awal bulan ini, Israel juga menghentikan pengiriman makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan ke sekitar 2 juta warga Palestina di Gaza.
Ini akan dilakukan Israel hingga Hamas memulangkan 59 sandera yang masih ditahannya.
Pihak Hamas mengatakan bahwa mereka hanya akan membebaskan tawanan yang tersisa dengan imbalan tahanan Palestina, gencatan senjata yang langgeng, dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Dari foto-foto yang diirilis, nampak kerusakan parah bangunan akibat serangan udara ini. Bangunan bertingkat roboh dan beberapa tempat terdapat lubang besar bekas ledakan. Puluhan petugas medis dan warga berusaha menyelamatkan korban dari reruntuhan. Nampak pula detik-detik serangan udara drone Israel yang menjatuhkan bom, hingga menyebabkan kerusakan parah.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan Setiyawan