BAHAN BAKAR MINYAK

Istana Jamin Harga BBM Tak Naik Per 1 April

Pemerintah belum akan menaikkan harga BBM meski harga minyak dunia terus mengalami kenaikan agar dapat menjaga daya beli masyarakat.

31 Mar 2026 15:27 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah memastikan tidak ada kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Penegasan ini sekaligus menepis kabar yang beredar di masyarakat mengenai rencana kenaikan drastis harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektoral antara pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT Pertamina (Persero) berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini juga diambil guna merespons dinamika informasi keliru terkait rencana kenaikan harga BBM yang memicu keresahan publik.

”Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah bersama dengan Pertamina, dan atas petunjuk Bapak Presiden untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Prasetyo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain kepastian harga, pemerintah memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok energi nasional berada dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan harian warga di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan seusai melepas Presiden Prabowo Subianto bertolak ke China, Selasa (2/9/2025).

Ia berharap penjelasan resmi ini dapat menjernihkan simpang siur informasi yang sempat memicu kekhawatiran akan lonjakan harga di SPBU. ”Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah, karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian agar masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat,” tuturnya.

Kendati harga BBM dipertahankan demi menjaga daya beli, pemerintah memandang situasi ini sebagai momentum penting bagi publik untuk memulai transformasi dalam pola konsumsi energi. Pemerintah mendorong adanya perubahan perilaku masyarakat dalam bermobilitas dan menggunakan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Infografik riset Perkembangan Harga Minyak (Brent) Dunia Dampak Perang AS-Israel dan Iran.

Oleh karena itu, Prasetyo menekankan bahwa stabilitas harga saat ini tidak boleh membuat publik terlena. Sebaliknya, hal ini harus dijadikan titik balik untuk membangun gaya hidup yang lebih hemat energi di tengah ketidakpastian eskalasi global.

”Mari kita jadikan ini momentum untuk mentransformasi budaya hidup, budaya kerja, hingga budaya bertransportasi kita. Tujuannya agar kita lebih bijak dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi BBM,” pungkasnya.

Kepastian dari Istana ini sekaligus menepis beredarnya dokumen tidak resmi bertajuk ”Perkiraan Harga Jual Eceran BBM Non Subsidi (JBU) April 2026”.

Dokumen tidak resmi bertajuk "Perkiraan Harga Jual Eceran BBM Non Subsidi (JBU) April 2026" yang sempat viral di media sosial. Grafis ini merinci spekulasi kenaikan harga ekstrem untuk lima jenis BBM nonsubsidi, mulai dari Pertamax hingga Dexlite, dengan klaim kenaikan mencapai Rp 5.550 hingga Rp 9.450 per liter.

Dalam rincian harga yang dispekulasikan tersebut, Pertamax diisukan melonjak Rp 5.550 menjadi Rp 17.850 per liter dari harga semula Rp 12.300. Pertamax Green juga disebut akan naik Rp 6.250 menjadi Rp 19.150 per liter, serta Pertamax Turbo diprediksi melonjak hingga Rp 19.450 per liter dari harga awal Rp 13.100.

Kenaikan harga hingga Rp 9.450 per liter juga terjadi pada lini bahan bakar nonsubsidi untuk mesin diesel. Dalam spekulasi itu, harga Pertamina Dex diisukan naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter, sementara Dexlite disebut bakal menyentuh angka Rp 23.650 per liter dari harga semula Rp 14.200.

Di parlemen, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pun menegaskan belum ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi ataupun nonsubsidi.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin pelantikan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (19/2/2026).

”Yang adanya isu beredar di tengah masyarakat akan ada penyesuaian di tanggal 1 April besok, sehingga kami monitor hari ini terjadi beberapa antrean di beberapa daerah di pom-pom bensin, sehingga kami imbau dengan adanya pengumuman dari pihak pemerintah belum adanya rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi yang artinya mulai besok tetap berlaku harga yang sama, masyarakat tidak perlu panik,” tutur Dasco.

Ia mengaku belum tahu hingga kapan harga BBM dipertahankan. ”Pemerintah yang tahu, tapi yang pasti pemerintah konsentrasi jaga itu untuk kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dari Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, terdapat dua formulasi harga BBM, yakni untuk sektor industri dan subsidi. Untuk jenis BBM industri, harga akan terus berfluktuasi mengikuti mekanisme pasar dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

”Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ucap Bahlil.

Terkait kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini menyentuh angka 115 dolar AS per barel, Bahlil memastikan pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas domestik, terutama untuk sektor subsidi. Ia menegaskan, Presiden Prabowo sangat memperhatikan kondisi rakyat kecil dalam setiap pengambilan kebijakan energi.

”Untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil. Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya bahwa Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Bahlil.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar