Istana Jepang Kecurian Rp 410 Juta, Pegawai Langsung Dipecat

Pencurian sudah berlangsung satu tahun lebih oleh salah seorang staf istana. Istana secara resmi memecat staf tersebut.

02 Mei 2025 13:30 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

Dalam penjagaan dan pengawasan ketat, istana tetap bisa kecurian. Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang pada Kamis (1/5/2025) memecat seorang bendahara istana setelah ketahuan mencuri uang 3,6 juta yen atau sekitar Rp 410 juta.

Kepala Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang (IHA) Yasuhiko Nishimura dalam siaran di NHK menjelaskan, uang tunai yang dicuri itu bagian dari anggaran tahunan yang disiapkan istana sebagai biaya hidup Kaisar Naruhito, Permaisuri Masako, Putri Aiko, serta untuk Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Michiko.

Setiap tahun, istana mengalokasikan anggaran 324 juta yen atau (Rp 37 miliar) sebagai biaya hidup keluarga kaisar.

Pencurian tersebut merupakan hal memalukan bagi rumah tangga kerajaan. Nishimura mengatakan, kejadian seperti itu belum pernah terdengar dalam sejarah modern.

Kasus pencurian mencuat pada Maret 2025. IHA sebetulnya tengah melakukan penyelidikan internal sejak Januari 2025.

Penyelidikan dimulai setelah seorang manajer IHA menyadari adanya kejanggalan antara uang tunai di brankas dan di buku akuntansi pada Januari. IHA bahkan memotong satu bulan gaji manajer berusia 40-an tahun itu dengan alasan manajemen akuntansinya lemah.

In this photo provided by the Imperial Household Agency of Japan, Japan's Emperor Naruhito, Empress Masako, left, and their daughter Princess Aiko pose during a family photo session for New Year at the Imperial Palace in Tokyo on Dec. 23, 2023. (Imperial Household Agency of Japan via AP)

Pada akhir Maret 2025, penyelidikan IHA mendeteksi adanya uang yang hilang. Sebanyak 30.000 yen (Rp 3,4 juta) terdeteksi hilang dari penyimpanan.

Tersangka diidentifikasi sebagai bendahara rumah tangga berusia 20-an tahun yang baru saja menyelesaikan giliran kerja malam. Ia satu dari sekitar 80 pegawai yang ditugaskan di istana atau gedung agensi untuk melayani keperluan sehari-hari Kaisar Naruhito dan keluarga.

IHA kemudian menanyainya tentang uang yang hilang itu. Menurut IHA, ia mengakui mencuri uang tunai dengan alasan kesulitan keuangan. Ia menggunakan uang curian untuk menutupi pengeluaran sehari-hari.

Pegawai itu sudah menjalankan aksinya lebih dari satu tahun. Secara keseluruhan, tersangka mengakui telah mencuri total 3,6 juta yen atau (Rp 410 juta) dalam sejumlah kesempatan mulai dari November 2023 hingga akhir Maret 2025. Menurut IHA, ia kemudian mengembalikan uang tersebut pada pertengahan April.

IHA menyatakan sudah mengajukan pengaduan pidana ke Markas Besar Garda Kekaisaran atas tersangka dengan dugaan pencurian. IHA juga secara resmi memecat karyawan tersebut.

Nishimura menuturkan, pencurian oleh pegawai berstatus pegawai negeri dan staf yang melayani keluarga Kekaisaran ”tidak terpikirkan” dan ”sangat disesalkan”.

Nishimura meminta maaf kepada kaisar dan keluarganya. Ia berjanji untuk memperketat disiplin staf istana.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari