Pemerintah Iran tegaskan partisipasi tim mereka di Piala Dunia 2026 tidak perlu diragukan. ”Tim Melli” tak gentar bertanding di Amerika Serikat.
24 Apr 2026 13:47 WIB · Olahraga
AFP/ATTA KENARE
ROMA, JUMAT — Pemerintah Italia menolak wacana untuk menggantikan Iran sebagai kontestan Piala Dunia 2026. Washington memastikan akan melakukan penyaringan ketat kepada anggota skuad timnas Iran yang akan datang ke turnamen sepak bola terakbar musim panas nanti.
Harga diri Italia tampak masih sangat tinggi. Jatah wild card Piala Dunia 2026 tidak pernah dipikirkan oleh pemerintah ataupun publik sepak bola Italia.
Ditanya terkait wacana ”Gli Azzurri” tampil di Piala Dunia 2026, Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menolak keras hal itu. ”Pertama, (main di Piala Dunia 2026) tidak mungkin. Kedua, (kami) tidak pantas (lolos dengan menggantikan Iran),” kata Abodi dilansir kantor berita Italia, ANSA, Kamis (23/4/2026).
Hal itu juga disampaikan Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) Luciano Buonfiglio. Kata dia, tampil di Piala Dunia 2026 dengan menggantikan Iran bakal mencoreng martabat Italia, pemilik empat trofi Piala Dunia.
”Saya akan merasa tersinggung jika kami bermain di Piala Dunia dengan situasi itu. Anda harus memenangkan tempat Anda di Piala Dunia di lapangan,” ucap Buonfiglio.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/27/5a84a02f-071c-4344-bc06-f85b8e292b35.jpg)
Menteri Ekonomi Italia Giancarlo Giorgetti ikut menekankan bahwa Gli Azzurri tidak akan pergi ke Amerika Utara. Menurut dia, Italia akan merasa dihina jika FIFA memberikan tiket undangan untuk berpartisipasi di Piala Dunia sebagai pengganti Iran.
Dino Zoff, legenda dan mantan pelatih timnas Italia, juga menyebut wacana Italia bermain di Piala Dunia 2026 tidak layak diperbincangkan. Zoff menilai Italia sudah gagal lolos dengan cara yang layak akibat gagal di babak playoff, Maret lalu.
”Itu tidak terlalu sportif,” kata Zoff yang menjadi kapten Italia ketika meraih gelar Piala Dunia edisi 1982, dilansir La Gazzetta dello Sport.
Seperti diketahui, Italia sudah absen di Piala Dunia pada tiga edisi beruntun. Rusia 2018, Qatar 2022, juga Amerika Utara 2026, adalah tiga turnamen sepak bola terakbar terakhir yang tidak diikuti oleh Gli Azzurri.
Saya akan merasa tersinggung jika kami bermain di Piala Dunia dengan situasi itu.
Kegagalan tampil di edisi 2026 disebabkan kekalahan dari Bosnia-Herzegovina pada laga final playoff zona Eropa, 31 Maret lalu, di Zenica, Bosnia-Herzegovina. Gianluigi Donnarumma takluk akibat drama adu penalti dengan skor 1-4.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/17/fdc700a500de997495b875c8b6df30d6-20260117_GKT_Piala_Dunia_dan_Konflik_mumed.png)
Kondisi itu menyebabkan Italia hanya akan menjalani dua pertandingan ekshibisi pada Juni mendatang. Luksemburg dan Yunani adalah pengisi masa luang Italia ketika mayoritas tim terbaik dunia bergegas ke Amerika Utara.
Tak ayal, Arena das Dunas di Natal, Brasil, masih menjadi stadion sepak bola terakhir yang menjadi saksi bisu Italia di Piala Dunia. Kala itu, Italia menjalani laga pamungkas fase grup Brasil 2014.
Italia tumbang 0-1 dari Uruguay sehingga gagal lolos ke babak perdelapan final. Skuad Gli Azzurri saat itu masih dipimpin kapten dan kiper legendaris, Gianluigi Buffon. Di lini tengah, Italia juga masih dihuni sang maestro, Andrea Pirlo.
Isu Italia menjadi kandidat pengganti Iran diembuskan salah seorang rekan dekat Presiden Trump, Paolo Zampolli. Kepada Financial Times, Zampolli menyebut dirinya telah menjadi utusan Trump untuk berbicara dan menyampaikan dokumen proposal kepada FIFA terkait rencana itu.
Hubungan Washington dengan FIFA amat dekat. Zampolli juga menjadi pihak yang tergabung ke dalam Satuan Tugas Piala Dunia bentukan Trump yang bertugas mempersiapkan agenda sepak bola itu. Di sisi lain, lewat izin Trump, FIFA telah memiliki kantor operasional di Miami, Florida, AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/06/9e748eb617781ed3d1f79493f98493ca-WCup_Draw_Soccer_134545347.jpg)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membantah bahwa Washington mendukung wacana pergantian Iran dan membawa Italia sebagai pengganti. Ia menegaskan, Pemerintah AS dengan tangan terbuka akan menerima kedatangan timnas Iran di Piala Dunia 2026.
”Tidak ada seorang pun dari pemerintah (AS) yang memberi tahu Iran bahwa mereka tidak dapat datang,” ucap Rubio dalam keterangan kepada media di Gedung Putih, Kamis (23/4/2026) malam waktu setempat atau Jumat (24/4/2026) pagi WIB.
Namun, Rubio memberikan catatan terkait skuad Iran yang bisa masuk ke wilayah AS. Kata dia, anggota timnas Iran yang diizinkan masuk hanya yang tidak memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang masuk dalam daftar kelompok teroris oleh Washington.
”Masalah dengan Iran bukan atlet mereka, tetapi beberapa orang lain yang ingin mereka bawa. Beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Jadi, kita mungkin tidak bisa mengizinkan beberapa dari mereka untuk masuk (wilayah AS), tetapi bukan para pemain,” tutur Rubio.
Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Tim Melli, sebutan Iran, akan tampil pada tiga laga fase grup di AS. Pada dua laga awal, mereka bermain di Stadion SoFi, Inglewood, California. Mereka kemudian akan menjalani laga penutup babak penyisihan kontra Mesir di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/27/25bb5282-e303-4874-b105-32c0fbd8b6ba.jpg)
Dari Teheran, juru bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, memastikan timnas Iran tidak akan mundur dari Piala Dunia 2026. Meskipun permintaan mereka untuk menjalani laga di luar AS tidak dipenuhi FIFA, Mohajerani mengungkapkan, Teheran mendukung penuh persiapan skuad.
”Kementerian Pemuda dan Olahraga telah fokus memberikan persiapan penuh kepada timnas kami untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026 di AS,” kata Mohajerani.
Dalam masa persiapan, Iran akan menggelar pemusatan latihan jelang Piala Dunia di Turki, Mei mendatang. Mereka juga akan bermarkas di Tucson, Arizona, AS, selama turnamen berlangsung. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra