Italia Versus Israel, Tekanan Kesempurnaan Gattuso

Dengan tiga laga kualifikasi Piala Dunia tersisa, Italia berharap bisa terus menjaga kesempurnaan di bawah Gattuso. Israel berpotensi menjegal langkah Italia.

13 Okt 2025 13:45 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

UDINE, SENIN — Sempat diragukan, Gennaro Gattuso nyatanya mampu membimbing Italia kembali ke jalur Piala Dunia. Tiga laga sudah dilalui Gattuso sebagai pelatih dengan manis seusai mengemas tiga kemenangan beruntun. Kesempurnaan Gattuso mendapat tekanan hebat menjelang garis akhir kualifikasi Piala Dunia 2026.

Menghadapi Israel, Italia diharapkan bisa terus menjaga tren positif demi menghindari skenario gagal lolos Piala Dunia tiga kali beruntun. Namun, Italia sedikit diuntungkan karena bertindak sebagai tuan rumah. Laga kontra Israel berlangsung di Stadion Bluenergy, Udine, Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB.

Kemenangan menjadi harga mati bagi Italia demi menjaga harapan ke Piala Dunia sebagai runner-up Grup I. ”Azzurri” hampir tidak mungkin mengejar Norwegia selaku pemimpin grup dengan koleksi 18 poin. Namun, harapan lolos Piala Dunia masih ada lewat jalur playoff. Syaratnya, Italia harus mengamankan posisi peringkat kedua grup dari kejaran Israel.

Kedua tim itu saat ini hanya terpaut tiga poin. Hanya saja, Israel sudah memainkan satu laga lebih banyak. Maka itu, kemenangan atas Israel sudah bisa dipastikan akan membuat Italia keluar sebagai runner-up grup. Israel sudah tentu tidak akan membiarkan Italia bisa melenggang sebagai runner-up dengan mudah.

Perlawanan sengit diprediksi akan tersaji. Pada pertemuan pertama, Israel sangat merepotkan Italia lewat serangan balik cepat. Laga itu pada akhirnya dimenangi Italia, 5-4, tetapi daya juang Israel untuk mengatasi ketertinggalan patut menjadi perhatian Gattuso.

Pelatih Italia Gennaro Gattuso (tengah) memberikan instruksi ke para pemainnya dalam sesi latihan di Florence, Italia, Selasa (7/10/2025). Mereka bersiap menghadapi Israel pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meskipun telah mencetak 13 gol dalam tiga laga dan semuanya berakhir kemenangan, Gattuso mendapat tekanan cukup hebat menjelang laga melawan Israel. Gagal lolos dua kali beruntun pada edisi Piala Dunia sebelumnya menyisakan kecemasan tersendiri bagi publik Italia.

Apalagi, kegagalan lolos ke Piala Dunia Qatar terjadi setelah Italia meraih kesempurnaan di tiga laga awal kualifikasi saat itu. Akan tetapi, mereka gagal mempertahankan konsistensi hingga akhirnya finis sebagai peringkat kedua grup dan kalah di laga playoff kontra Makedonia Utara.

Pengalaman itu mengajarkan kepada publik Italia bahkan kesempurnaan sekalipun belum bisa menjamin mereka mendapatkan tiket Piala Dunia. Maka itu, tekanan kepada Gattuso untuk mempertahankan konsistensi permainan timnya hingga mampu menjaga kesempurnaan kian besar menjelang laga melawan Israel.

Quote

Kami memiliki banyak hal dipertaruhkan. Jika kami menang, Israel akan tersingkir dan kami bisa mempersiapkan diri untuk babak playoff dengan lebih tenang.

Kesalahan seperti gagal mengantisipasi serangan balik Israel patut diperbaiki Gattuso. Di saat lini depan Italia semakin tajam, pertahanan masih jadi hal yang harus dibenahi.

Demi menjaga kesempurnaan timnya, Gattuso mengatakan bakal menyisihkan egonya dalam hal pemilihan taktik. Selama melatih, Gattuso kurang cocok dengan sistem tiga bek. Namun, dia berkompromi menerapkan sistem empat bek jika itu memang pilihan terbaik untuk mencetak kemenangan.

Pelatih Italia Gennaro Gattuso (tengah) memberikan instruksi ke para pemainnya dalam sesi latihan di Florence, Italia, Selasa (7/10/2025). Mereka bersiap menghadapi Israel pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

”Kami harus terus seperti ini, pulih, karena sejarah menunjukkan kami selalu lebih kesulitan di pertandingan kedua. Kami memiliki banyak hal dipertaruhkan. Jika kami menang, Israel akan tersingkir dan kami bisa mempersiapkan diri untuk babak playoff dengan lebih tenang,” ucap mantan pelatih AC Milan dan Napoli tersebut, dikutip dari Football Italia, Senin (13/10/2025).

Kritik

Tekanan terhadap kesempurnaan Gattuso datang salah satunya dari mantan pemain timnas Italia, Paulo Di Canio. Pada laga terbaru, Italia sukses menang 3-1 atas Estonia di markasnya. Namun, kemenangan itu tidak terlalu mengesankan Di Canio. Ia melihat cara bermain Italia belum berada pada level yang seharusnya.

”Jika saya gembira dengan kemenangan seperti ini, itu berarti saya menempatkan Italia di suatu tempat antara Bosnia dan Herzegovina dan Makedonia Utara. Dengan segala hormat, saya yakin kami lebih kuat dari itu,” ujar Di Canio.

”Beberapa minggu lalu, kami tidak pantas mengalahkan Israel dan hanya menang 5-4 di detik-detik terakhir. Sementara Norwegia seharusnya bisa mengalahkan mereka 12-0. Saya tidak bisa terlalu terbawa suasana,” imbuhnya.

Kritik Di Canio masuk akal, tetapi tidak sepenuhnya perlu dipertimbangkan Gattuso. Kemenangan dengan skor berapa pun adalah hal utama yang patut dikejar Italia. Ditambah lagi sejumlah pemain kunci tidak bisa diturunkan. Bek Alessandro Bastoni terkena akumulasi kartu kuning, sementara penyerang Moise Kean menderita cedera pergelangan kaki saat melawan Estonia.

Pemain Italia Jorginho menangis setelah timnya kalah melawan Makedonia Utara dalam pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Renzo Barbera, di Palermo, Italia, Jumat (25/3/2022) dinihari WIB. Kekalahan tersebut memupus harapan Italia untuk tampil di Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung di Qatar. AP PHOTO/ANTONIO CALANNI Italy's Jorginho cries after his team's got eliminated in the World Cup qualifying play-offsoccer match between Italy and North Macedonia, at Renzo Barbera stadium, in Palermo, Italy, Thursday, March 24, 2022. North Macedonia won 1-0. (AP Photo/Antonio Calanni)

Absennya Bastoni membuka peluang bagi Matteo Gabbia untuk tampil. Selain itu, ada pula Gianluca Mancini yang bisa bermain sebagai bek tengah. Dengan absennya sejumlah pemain penting, kecil kemungkinan Gattuso akan bereksperimen di laga sepenting nanti.

”Kita lihat saja nanti apakah sistemnya berubah. Tetapi, kami punya orang-orang yang siap sedia. Kami akan tiba besok pagi di Udine. Jadi, kami harus istirahat dan melihat bagaimana semua orang pulih, lalu memutuskan,” kata Gattuso.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji