Paus akan berdoa di sisa Basilika Santo Neofitos yang terendam Danau Iznik. Reruntuhan bangunan itu diduga menjadi lokasi konsili yang melahirkan Kredo Nikea.
28 Nov 2025 12:59 WIB · Internasional
AFP/OZAN KOSE
Iznik hanyalah sebuah kota kecil di Turki. Terlepas dari ukurannya, kota itu memiliki peran penting dalam sejarah agama Kristen. Di sanalah tempat kelahiran Kredo Nikea, inti kepercayaan Gereja Katolik.
Mehmet Ali Agca (67) telah tiba di Iznik. Dengan semangat, ia bersiap-siap untuk menyambut Paus Leo XIV yang akan datang di kota kecil itu pada Jumat (28/11/2025).
Pada Mei 1981, Agca melepaskan beberapa tembakan kepada Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Dia membuat Paus terluka parah walaupun kemudian mendapatkan pengampunan.
”Saya mengucapkan selamat datang kepada Paus. Saya harap hari ini atau besok di Iznik atau Istanbul, kami bisa duduk dan berbincang selama dua atau tiga menit,” kata Agca, dilansir dari media Middle East Eye, Kamis (27/11/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/27/4656e615-ef6e-46c1-bceb-2ed5198007ef.jpg)
Setelah serangannya terhadap Paus Yohanes Paulus II, Agca dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Italia. Pada tahun 2000, ia diekstradisi ke Turki untuk menjalani hukuman lain atas satu pembunuhan dan dua perampokan bersenjata. Agca bebas pada Januari 2010 setelah 29 tahun dalam kurungan.
Menurut kantor berita Iha, intelijen Turki memantau secara ketat pergerakan Agca di Iznik. Turki kemudian mengawal pria itu keluar dari kota tersebut.
Setelah menjabat pada Mei 2025, Paus Leo XIV mengadakan kunjungan apostolik perdana. Beliau melawat ke Turki dan Lebanon selama 27 November-2 Desember 2025.
Paus Leo XIV telah mendarat di Ankara dan bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Paus lalu melanjutkan perjalanan ke Iznik untuk merayakan 1.700 tahun Konsili Nikea Pertama.
Tahun lalu, mendiang Paus Fransiskus sudah mendambakan untuk berkunjung ke Iznik pada tahun ini. Namun, beliau wafat pada 21 April 2025. Kunjungan Paus Leo XIV melanjutkan keinginan Paus Fransiskus.
Iznik terletak sekitar 140 kilometer sebelah tenggara Istanbul. Kota itu dulu disebut sebagai Nicaea, tempat para pemimpin gereja awal dari seluruh dunia mengadakan Konsili Nikea untuk menyelesaikan perselisihan teologis di bawah perintah Konstantinus I, kaisar pertama Romawi Kristen.
Konsili itu melahirkan Kredo Nikea. Kredo Nikea menjabarkan apa yang menjadi inti kepercayaan Gereja Katolik sampai saat ini. Hasil paling signifikan dari kredo itu ialah pernyataan bahwa Yesus setara dengan Allah Bapa.
”Ini pengakuan iman yang mempersatukan semua umat Kristiani. Di tengah begitu banyak kekhawatiran, ancaman perang, kekerasan, bencana alam, ketidakadilan, kelaparan, dan penderitaan yang dialami oleh jutaan saudara-saudari kita, kredo ini memberi harapan,” tulis Paus Leo XIV dalam surat kepausan, Minggu (23/11/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/28/58f8d39b-3359-4766-89ca-aca17cc2e9da.jpg)
Paus Leo XIV akan merayakan peringatan 17 abad Konsili Nikea bersama Bartholomew I dari Konstantinopel, Patriark Ekumenis Gereja Ortodoks. Mereka akan berdoa di sisa-sisa Basilika Santo Neofitos yang terendam di dalam Danau Iznik. Reruntuhan itu diyakini sebagai lokasi konsili berlangsung pada tahun 325 Masehi.
Lokasi itu ditemukan lewat foto udara ketika air danau surut pada 2014. Tim arkeolog awalnya mengira reruntuhan itu adalah Gereja Santo Neofitos dari Iznik. Santo itu wafat sebagai martir pada usia 16 tahun.
Namun, ukuran besar reruntuhan itu membuat para arkeolog ragu. Sebuah lukisan di langit-langit (fresko) di Kapel Sistina di Vatikan menunjukkan konsili berlangsung di tepi danau dan luar kota. Mereka menduga kuat bahwa lokasi reruntuhan itu adalah tempat konsili berlangsung.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/28/9e0d3d12-fffe-4367-a988-fcc9dae2ea04_jpg.jpg)
Para arkeolog juga menemukan koin-koin, barang-barang milik para peziarah, dan kerangka manusia di situs tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya lokasi itu di masa lalu.
Kunjungan Paus Leo XIV ke Iznik membuat mata dunia tertuju ke situs itu. Arkeolog Mustafa Sahin, pemimpin tim arkeolog di Danau Iznik, menyambut antusias kedatangannya.
”Tentu saja, fakta bahwa tempat ini diakui di seluruh dunia dan Paus Leo XIV, salah satu pemimpin agama paling terkemuka dalam agama Kristen, akan mengunjungi tempat ini membuat saya sangat bangga dan sangat bahagia,” ujar Sahin dari Universitas Bursa Uludag, kepada The National.
Iznik adalah sebuah kota kecil. Kota yang dikelilingi reruntuhan tembok kota Bizantium ini hanya memiliki 45.000 penduduk. Kebanyakan penduduk beragama Islam.
Warga tidak sabar menanti kedatangan Paus Leo XIV. Bekir Uslu (53), pemilik kebun teh, percaya para pemimpin spiritual perlu berperan dalam mengakhiri konflik global, termasuk perang di Jalur Gaza.
”Para pemimpin agama adalah orang-orang dengan spiritualitas tinggi. Saya pikir perang-perang ini akan berakhir di mana pun orang-orang ini berperan,” ujar Uslu.
Walau kecil, nama Iznik moncer sebagai pusat keramik berkualitas tinggi. Toko-toko yang menjual karya-karya indah dalam nuansa biru dan hijau alam berjejer di sepanjang jalan utama. Warga telah menyiapkan ubin khas Iznik sebagai hadiah untuk Paus.
”Saya hanya ingin memberikan hadiah, untuk mempromosikan Iznik. Keyakinan setiap orang adalah keyakinannya sendiri. Lagi pula, Tuhan yang kita percayai hanya satu,” kata Mesude Kunen (52).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/28/d9c38f0d-d07d-4c61-984b-3bd899151495.jpg)
Kunen merupakan generasi ketiga dari keluarga perajin keramik di kota tersebut. Ia telah menghabiskan satu setengah bulan membuat sebuah model kota Iznik dari keramik cetak tangan untuk Paus Leo XIV, termasuk ikon tembok kota, teater Romawi, dan madrasah.
Kota Iznik sedang mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing. Beberapa warga menyalahkan perubahan Hagia Sophia, bekas gereja dan museum setempat, menjadi masjid pada 2011 sebagai salah satu penyebab. Para pejabat setempat berharap kunjungan Paus Leo XIV dapat mengukuhkan Iznik sebagai tujuan ziarah, seperti kota kuno Efesus.
”Kami berterima kasih kepadanya atas kedatangannya ke Iznik. Setidaknya, beliau telah menjadi teladan bagi dunia. Beliau akan menunjukkan nilai Iznik kepada dunia. Kami akan terus menjamu banyak tamu di sini mulai sekarang,” kata Wali Kota Iznik Kagan Mehmet Usta. (AFP)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji