Jabatan Wakil Panglima TNI Bakal Kembali Diisi, Siapa Sosok yang Dipilih Presiden?

Ada empat kandidat kuat yang diperkirakan akan ditunjuk sebagai wakil panglima TNI oleh Presiden Prabowo Subianto. Siapa saja mereka?

07 Agt 2025 22:35 WIB · Politik & Hukum

Oleh Edna Caroline Pattisina

Setelah 25 tahun kosong, jabatan wakil panglima TNI akan kembali diisi. Validasi organisasi TNI yang kini memiliki sejumlah organisasi baru ditengarai menjadi alasan pentingnya sosok wakil panglima TNI. Lantas, siapa sosok prajurit yang akan dipilih Presiden Prabowo Subianto sebagai wakil panglima TNI?

Presiden Prabowo sudah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI. Perpres yang ditandatangani 5 Agustus 2025 ini merupakan pembaruan dari Perpres No 66/2019 tentang organisasi TNI.

Dalam Perpres No 85/2025, jabatan wakil panglima TNI diatur dalam Pasal 13. Pasal itu menyebutkan, unsur pimpinan Markas Besar TNI terdiri dari panglima dan wakil panglima. Ketentuan ini sama dengan aturan dalam Pasal 13 Perpres No 66/2019.

Namun, ada perbedaan signifikan dalam kedua perpres itu, salah satunya mengenai tugas-tugas wakil panglima TNI. Perpres No 66/2019 mengatur lebih rinci tentang tugas-tugas wakil panglima TNI. Wakil panglima TNI, di antaranya, bertugas untuk koordinasi pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas tiga matra. Selain itu, membantu panglima TNI sehari-hari dan memberi saran.

Sementara itu, dalam perpres yang baru, tidak dijabarkan secara rinci tugas wakil panglima TNI.

Presiden Prabowo Subianto melantik para calon perwira remaja (capaja) yang berjumlah 2000 orang dari matra TNI dan kepolisian dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri tahun 2025 yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Para capaja yang dilantik dan diambil sumpah terdiri dari 827 capaja Akademi Militer, 433 capaja Akademi Angkatan Laut, 293 capaja Akademi Angkatan Udara, serta 447 capaja Akademi Kepolisian. Kompas/Hendra A Setyawan

”Ini memang menarik, karena bisa jadi nanti tugas-tugasnya, ya, terserah Presiden. Dulu, Presiden Joko Widodo tidak pernah menunjuk orang untuk menjadi wakil panglima,” kata pengajar dan pemerhati militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, Kamis (7/8/2025).

Bukan hanya itu, menurut Selamat, dari Perpres No 84/2025 juga terlihat bahwa organisasi TNI semakin besar dan kompleks. Dari sisi operasional, selain ada Kogabwilhan 1,2,3, diatur pula penambahan komando daerah militer (kodam). Nantinya, akan ada 37 kodam di seluruh wilayah Indonesia.

Perpres baru itu juga mengatur perluasan organisasi TNI AL dan TNI AU. Kedua matra itu akan memiliki Komando Daerah Angkatan Laut dan Komando Daerah Angkatan Udara. Ini belum termasuk pengembangan Komando Pasukan Khusus, Marinir, dan Pasukan Gerak Cepat.

”Seorang panglima TNI jadi banyak betul tugasnya. Validasi organisasi ini yang menjadi kesempatan TNI sehingga harus ada jabatan wakil panglima TNI,” kata Selamat.

Segera diumumkan

Kendati belum ada kejelasan nama, jadwal pelantikan telah disiapkan. Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan, TNI akan segera mengumumkan siapa yang akan menjabat sebagai wakil panglima TNI. Menurut rencana, wakil panglima TNI akan dilantik pada 10 Agustus 2025 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) TNI di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Selain itu juga akan dilantik beberapa kepala badan serta Panglima Kopassus, Panglima Korps Marinir, dan Panglima Komando Pasukan Gerak Cepat yang ketiganya dipegang oleh perwira bintang tiga. Saat ditanya siapa sosok yang menjadi wakil panglima TNI, Kristomei mengelak.

Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, Selamat memperkirakan wakil panglima adalah orang yang pernah bekerja sama dengan Presiden Prabowo Subianto saat ia menjadi Menteri Pertahanan. Melihat kebutuhan organisasi, ia juga memperkirakan wakil panglima akan dijabat oleh sosok yang saat ini memiliki pangkat bintang 3, cukup senior, dan berada di bidang pembinaan.

Hal ini berarti minimal terdapat empat kandidat yang bisa ditunjuk sebagai wakil panglima TNI. Mereka adalah Kepala Staf Umum Letjen Richard Tampubolon, Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya Erwin S Aldedharma, dan Wakil Kepala Staf TNI AU Marsdya Tedi Rizalihadi. Walau Selamat tidak ingin berspekulasi, ia memberikan beberapa indikasi bahwa sosok tersebut telah dipanggil Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Edna Caroline Pattisina
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul