Jabatan wakil ketua KFA hanya berstatus ”part-time” untuk Shin Tae-yong. Sumber ”Kompas” sebut Shin tolak jabatan lebih besar agar ”kontrak” dengan PSSI tidak putus.
10 Apr 2025 06:10 WIB · Olahraga
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengumumkan jajaran direksi eksekutif baru, Rabu (9/4/2025). Presiden KFA Chung Mong-gyu memberikan jabatan wakil ketua KFA kepada Shin Tae-yong, pelatih tim nasional Indonesia periode 2020-2024.
Chung menunjuk lima wakil ketua baru. Tidak hanya Shin, jabatan itu juga diberikan kepada Shin Jaeong-sik (Presiden Asosiasi Sepak Bola Jeonna), Kim Byung-ji (Presiden Gangwon FC), Park Hang-seo (mantan pelatih timnas Vietnam), serta perwakilan akademisi, Lee Yong-soo, dari Universitas Sejong.
Lima wakil ketua itu memiliki tugas yang berbeda. Shin Jaeong-sik membidani koordinasi dengan 17 asosiasi provinsi anggota KFA. Kemudian, Kim mewakili tugas koordinasi dengan kompetisi profesional.
Park bertugas untuk mendukung bidang bisnis serta Lee memiliki peran untuk mendukung visi dan strategi serta perencanaan dan administrasi KFA. Adapun Shin merupakan wakil ketua yang mendukung kerja sama eksternal.
Dengan tugas baru itu, Shin akan menjadi ”wajah” KFA untuk menyusun kemitraan dengan pihak-pihak di luar komunitas sepak bola Korsel, baik di dalam maupun luar negeri. Jabatan baru nan prestisius di KFA menghadirkan tanda tanya bagi pencinta sepak bola Indonesia.
Setelah mendapat tugas dari KFA, apakah Shin masih akan rutin melanjutkan kegiatannya di Indonesia? Apakah jabatan wakil ketua KFA menjadi sinyal perpisahan mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 dengan Indonesia yang amat mencintainya?
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/27/eac4e416-5cc8-4569-929f-1215ccd8aa4d_jpg.jpg)
Ahn Hong-seok, wartawan senior olahraga Agensi Berita Korsel, Yonhap, menjelaskan, peran wakil ketua umum atau wakil presiden KFA tidak akan langsung memutus hubungan Shin dengan Indonesia. Menurut Ahn, Shin masih akan rutin beraktivitas di Indonesia.
”Pekerjaan Shin sebagai wakil presiden (KFA) seperti tugas part-time. Jadi, saya pikir dia masih akan tinggal di Jakarta untuk beberapa keperluan,” ujar Ahn melalui sambungan telepon di Seoul, Korsel, Rabu malam.
Seperti diketahui, Shin juga baru kembali ke Korsel setelah berada di Jakarta untuk sejumlah kegiatan, Maret kemarin. Shin sempat mengikuti agenda nonton bareng dua laga timnas Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Australia dan Bahrain.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/13/67ef2a014e9d554c64d504a2c2d071ea-cropped_image.png)
Selain itu, Shin juga masih melanjutkan peran untuk mengembangkan Akademi Sepak Bola Shin Tae-yong yang fokus membina pemain usia dini di Indonesia. Tak ketinggalan, Shin juga hadir dalam beberapa kegiatan komersial yang digelar jenama-jenama yang menjadikannya duta besar jenama (brand ambassador).
Lebih lanjut, Ahn menyebut bahwa Presiden KFA awalnya tidak menawari Shin untuk menduduki peran sebagai deputinya. Shin justru disodori tawaran sebagai Direktur Eksekutif KFA.
Berbeda dengan wakil ketua umum, tugas direktur eksekutif KFA jauh lebih strategis dan signifikan dalam tugas-tugas pengembangan sepak bola Korsel. Direktur eksekutif KFA berperan untuk memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan sepak bola Korsel hingga menginisiasi inovasi untuk mengembangkan sepak bola di ”Negeri Gingseng” itu.
Pekerjaan Shin sebagai wakil presiden (KFA) seperti tugas ’part-time’. Jadi, saya pikir dia masih akan tinggal di Jakarta untuk beberapa keperluan.
Akibat penolakan Shin, Chung menunjuk Kim Seung-hee sebagai direktur eksekutif KFA baru. Kim adalah sosok profesional yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam tugas-tugas administrasi di komunitas sepak bola Korsel.
Ia juga dianggap sebagai legenda klub Daejeon Korail FC. Tidak hanya bermain, Kim pernah menjadi manajer dan pelatih Daejeon Korail yang kini bertarung di Liga K3.
”Faktanya, posisi yang KFA tawarkan sebenarnya kepada coach Shin Tae-yong adalah direktur eksekutif. Jabatan itu tentu berstatus pekerjaan tetap (full-time),” kata Ahn.
Menurut sumber Kompas lain di Korsel, penolakan Shin untuk jabatan direktur eksekutif KFA itu berkaitan juga dengan status kontraknya dengan PSSI. Meskipun sudah ada kesepakatan putus kontrak sebagai pelatih kepala timnas Indonesia, Januari lalu, Shin dikabarkan masih menerima dana kompensasi dari PSSI karena mengakhiri kerja sama ketika kontrak terkini masih berlaku hingga Juni 2027.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/11/cc67aead-efd9-46c8-a18b-ddd763323351_jpg.jpg)
Dana kompensasi itu merupakan hal lumrah dalam sepak bola profesional. Sebagai contoh, Erik ten Hag masih menerima bayaran bulanan dari Manchester United berupa dana penalti karena pemutusan kontrak secara prematur sebelum kontrak berakhir. Kompensasi serupa masih didapatkan Massimiliano Allegri dari Juventus.
Dana kompensasi itu berlaku hingga kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya rampung. Jika seorang pelatih menandatangani kontrak profesional baru, pemberian dana kompensasi itu otomatis terputus.
”Jika Shin menerima posisi direktur eksekutif itu, dia tidak lagi menerima dana penalti yang diterimanya selama ini dari PSSI. Ada kekhawatiran dari dia sehingga memutuskan untuk hanya menerima posisi wakil ketua umum yang berstatus paruh waktu,” tutur sumber Kompas.
”Tentu persoalan uang bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi keputusan Shin itu. Saya dan publik Korsel menyadari bahwa Shin secara umum puas dengan kehidupannya di Jakarta. Saya pikir itu alasan terbesarnya belum ingin meninggalkan Jakarta dan Indonesia dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Selamat atas tugas barunya, coach Shin. Semoga tekad Shin untuk terus membantu sepak bola Indonesia, terutama dalam pembinaan usia dini, tetap lestari….
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .