Perguruan tinggi berpotensi mendukung pengembangan atau hilirisasi produk-produk lokal dengan memberi nilai tambah. Perguruan tinggi seharusnya menjadi aset.
29 Des 2024 18:47 WIB · Nasional
JAKARTA, KOMPAS — Perguruan tinggi merupakan salah satu aset nasional yang dapat memberikan keberlanjutan dalam pertumbuhan ekonomi bagi negara dan daerah. Karena itu, hilirisasi riset yang dilakukan perguruan tinggi perlu mengolah kekayaan dan potensi bangsa untuk mewujudkan kemajuan Indonesia.
Perguruan tinggi diharapkan memperkuat riset lokal yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi lokal, memberantas kemiskinan, dan meningkatkan sumber daya manusia. Pemerintah daerah mendayagunakan perguruan tinggi, mahasiswa, dan dosen daerah agar bisa mengelola dan menjawab masalah domestik yang dihadapi.
”Kami terus mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie di Jakarta, Minggu (29/12/2024).
Kontribusi perguruan tinggi memperkuat pembangunan daerah salah satunya ditunjukkan sejumlah universitas dan sekolah vokasi di acara Aceh International Forum (AIF) 2024 beberapa waktu lalu.
Pada acara ini ditampilkan penelitian yang dilakukan beberapa universitas, sekolah vokasi, ataupun kelompok peneliti dalam menyokong perkembangan Aceh. Beberapa hasil riset yang amat efektif dan praktis adalah riset mengenai limbah tulang ikan, daun nilam, dan juga serat sabut kelapa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/06/01/20200601-H25-LHR-Daerah-tertinggal-mumed_1591025717_png.png)
Acara AIF 2024 merupakan forum sebagai wadah refleksi kebangkitan Aceh pascatragedi tsunami dua dekade yang lalu. AIF 2024 merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, dan Pemerintah Aceh.
Kami terus mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rektor Universitas Teuku Umar, Ishak Hasan, mendukung strategi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menciptakan peluang baru dan perkembangan sumber daya berkelanjutan. ”Kegiatan ini diharapkan memberi banyak rekomendasi penguatan Aceh bagi masa depan,” ujarnya.
Hilirisasi hasil riset perguruan tinggi untuk memberi dampak nyata bagi warga. Upaya ini diwujudkan melalui dukungan pada Atsiri Research Center (ARC), pusat unggulan inovasi milik Universitas Syiah Kuala (USK) yang delapan tahun terakhir mengembangkan minyak atsiri nilam Aceh menjadi produk berkelas dunia.
Hasil riset perguruan tinggi berhasil membawa nilam Aceh sebagai komoditas lokal yang mendunia. Hal ini dinilai selaras dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi industri lokal melalui riset dan teknologi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/22/e87e8109-b8c7-4a46-b22d-24f323f9e8b5_jpg.jpg)
Ketua ARC USK Syaifullah Muhammad memaparkan, pembentukan ARC diawali dengan permintaan pemerintah setempat untuk membantu petani nilam di Aceh. Meski nilam Aceh dikenal sebagai yang terbaik di dunia, para petani dulunya belum merasakan dampak maksimal dari komoditas ini.
”Kami menemukan 24 persoalan utama dalam industri hulu-hilir nilam Aceh. Dengan kerja keras, ARC berhasil merumuskan berbagai terobosan untuk mengatasi masalah ini karena Aceh memasok 90 persen kebutuhan nilam dunia,” katanya.
Dengan melibatkan lebih dari 80 profesor, doktor, dan master, ARC menyusun peta jalan hingga tahun 2030 untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengoptimalkan potensi nilam Aceh. Hasilnya, harga nilam yang semula hanya Rp 300.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 1,7 juta per kilogram.
Syaifullah mengatakan, ARC berhasil meningkatkan nilai tambah nilam Aceh, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperluas akses pasar. Hingga saat ini, 17 kabupaten di Aceh telah mengembangkan budidaya nilam. Selain dampak ekonomi, inovasi ini juga mendapatkan pengakuan nasional dan internasional.
”Dampak ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami berharap pemerintah dan berbagai pihak terus memberikan dukungan agar kinerja kami semakin optimal ke depan,” ucapnya.
Melalui inovasi berbasis riset, ARC USK menjadi bukti nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengangkat produk lokal ke panggung global.
Penulis:
Ester Lince NapitupuluEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari