Jafar/Felisha ”Lolos dari Lubang Jarum”

Tiga wakil ganda campuran Indonesia memenangi babak pertama China Terbuka. Salah satunya adalah Jafar/Felisha yang menggagalkan empat ”match point” lawan.

23 Jul 2025 18:29 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

CHANGZHOU, RABU — Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menambah ilmu dan pengalaman saat berhadapan dengan pebulu tangkis top dunia. Kemenangan dramatis pada babak pertama turnamen China Terbuka tak hanya menjadi pelajaran guna menjalani babak berikutnya, tetapi juga untuk perjalanan yang lebih jauh.

Pasangan muda yang saat ini menjadi ganda campuran nomor satu Indonesia itu memenangi babak pertama China Terbuka berkat keberhasilan mereka melewati momen kritis. Jafar/Felisha mengalahkan pasangan Malaysia ranking keenam dunia yang menjadi unggulan keenam, yakni Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dengan skor 18-21, 24-22, 21-15, di Changzhou Olympics Sports Centre, Rabu (23/7/2025).

Kemenangan itu didapat setelah Jafar/Felisha menggagalkan empat match point pada gim kedua. Goh/Lai hampir membalas kekalahan mereka pada pertemuan sebelumnya, di perempat final Kejuaraan Asia, saat unggul 20-17 hingga 20-19, lalu 22-21.

Dengan mencoba bermain lebih nekat sambil tetap menjaga fokus, Jafar/Felisha membuat pertandingan berjalan hingga gim ketiga dengan memanfaatkan game point kedua pada skor 23-22. Pasangan Indonesia berusia 22 dan 19 tahun itu akhirnya benar-benar ”lolos dari lubang jarum” dengan memenangi gim ketiga setelah tertinggal 7-10 lebih dulu.

”Ketika tertinggal, kami nekat saja. Mau main aman juga sama saja. Kalau hilang satu poin, berarti kalah,” kata Jafar, bercerita tentang momen ketika menghadapi match point lawan.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak kedua turnamen China Terbuka di Changzhou. Mereka mengalahkan unggulan keenam, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia), pada babak pertama, Rabu (23/7/2025).

Jafar/Felisha hampir kalah dalam dua gim karena berulang kali membuat kesalahan pada pukulan mudah. Salah satu unforced error yang dilakukan seusai interval gim kedua adalah flick service Felisha yang membuat kok jatuh di luar garis servis permainan ganda.

Felisha juga menyia-nyiakan kesempatan ketika kok melayang dekat net. Alih-alih mendapat poin yang seharusnya didapat dengan mudah melalui ”pukulan tanggung”, Felisha justru membuat kok tak melewati net. Pada kesempatan lain, Jafar melakukan kesalahan serupa melalui pukulan backhand di dekat net.

Seperti dikatakan Jafar, itu menjadi pelajaran bagi dia dan Felisha untuk menghadapi tantangan selanjutnya, yaitu melawan pemain Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch. ”Kami harus lebih siap, lebih fokus, dan mengurangi kesalahan yang masih banyak sekali,” kata Jafar.

Tak hanya untuk menjalani babak kedua, yang akan berlangsung Kamis, Jafar/Felisha harus mengurangi unforced error untuk menjalani tantangan lain. Ketika bersaing dalam turnamen level tinggi, seperti China Terbuka dengan kategori Super 1000, dan berhadapan dengan pemain top, kesalahan sekecil apa pun akan berbuah kerugian besar.

Apalagi, pemain ganda campuran top dunia seperti dari China, Thailand, dan Malaysia adalah pemain-pemain dengan kualitas pukulan yang baik dan konsisten. Jafar/Felisha tak bisa berharap mendapat poin gratis dari kesalahan lawan.

Selain pasangan dengan ranking ke-14 dunia tersebut, ganda campuran Indonesia yang melaju ke babak kedua adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Mereka mengalahkan salah satu andalan tuan rumah, Cheng Xing/Zhang Chi, dengan skor 21-18, 17-21, 21-19.

Bagai menyalip di tikungan terakhir, Amri/Nita memenangi babak tersebut melalui keunggulan menjelang akhir pertandingan. Mereka baru unggul pada skor 19-18 setelah selalu tertinggal pada gim ketiga. Match point pertama, 20-18, bisa digagalkan Chen/Zhang, tetapi Amri/Nita memenangi perebutan poin berikutnya. Pasangan berperingkat ke-20 dunia itu melepas emosi dengan berteriak setelah mendapat poin ke-21.

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengalahkan wakil tuan ruman, Cheng Xing/Zhang Chi, pada babak pertama turnamen China Terbuka, Rabu (23/7/2025). Amri/Nita menang dengan skor 21-18, 17-21, 21-19.

”Walau tertinggal, selama belum selesai, kami tetap berusaha yang terbaik. Ketika kami bisa mendekat, Cheng Xing terlihat agak tegang dan emosional sehingga itu membuat kami lebih percaya diri,” kata Amri yang akan berhadapan dengan pemain Korea Selatan, Wang Chan/Jeong Na-eun, pada babak kedua.

Sehari sebelumnya, kemenangan pada babak pertama didapat Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Pasangan yang berlatih di PB Djarum ini akan menantang unggulan kedelapan asal Jepang, Hidori Midorikawa/Natsu Saito.

Anthony kalah

Masa awal ”comeback” Anthony Sinisuka Ginting ke turnamen berakhir lagi dengan kekalahan pada babak pertama. Anthony tersingkir pada babak pertama China Terbuka setelah pekan lalu kalah pada fase yang sama di Jepang Terbuka. Di China, Anthony kalah dari pemain Kanada, yakni Brian Yang, dengan skor 21-9, 16-21, 14-21.

”Dari dua turnamen, hasil positif yang bisa saya ambil adalah bisa merasakan lagi atmosfer pertandingan, tekanannya, tegang di dalam lapangannya. Bukan hanya tentang diri sendiri, melainkan juga faktor eksternal, seperti bagaimana menjawab strategi lawan dengan cepat, adaptasi cepat, juga ada faktor lapangan dan shuttlecock yang berbeda yang tidak saya dapat di latihan. Secara keseluruhan, saya menilai perfoma saya ada di 60-70 persen,” kata Anthony.

Anthony Sinisuka Ginting kalah pada babak pertama China Terbuka, di Changzhou, China, Rabu (23/7/2025). Anthony kalah dari Brian Yang.

China Terbuka, yang dijuarai Anthony pada 2018, menjadi turnamen kedua setelah Jepang Terbuka dalam comeback. Sebelum dua turnamen tersebut, Anthony hanya tampil di Malaysia Terbuka, pada Januari, setelah itu menepi dari persaingan karena cedera bahu kanan.

Dia melewatkan berbagai ajang besar, seperti All England, Piala Sudirman, dan Indonesia Terbuka, tetapi direncanakan tampil dalam Kejuaraan Dunia di Paris, Perancis, 25-31 Agustus. Untuk itu, Anthony pun berusaha merasakan kembali atmosfer kompetisi yang tak dirasakan selama enam bulan.

Target partisipasinya di Jepang dan China bukanlah mencapai babak tertentu, melainkan mendapatkan kembali berbagai faktor yang diperlukan untuk berkompetisi. ”Selain mendapat kembali atmosfer pertandingan, saya berusaha membangun kembali pola permainan,” katanya.

Hal serupa menjadi target pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, yang absen dari kejuaraan sekitar tiga bulan karena mengalami vertigo. Setelah kalah pada babak pertama Jepang Terbuka, Gregoria mendapat kesempatan bertanding lebih dari satu babak di China. Dia akan melawan Lin Hsiang Ti pada babak kedua.

Tersingkirnya Anthony membuat tunggal putra Indonesia tinggal menyisakan Jonatan Christie yang akan melawan Christo Popov. Pada babak pertama, unggulan keempat tersebut menang atas Jason Teh Jia Heng dengan skor 21-17, 21-12.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memenangi babak pertama turnamen China Terbuka di Changzhou. Mereka mengalahkan pasangan Jepang, Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, pada Rabu (23/7/2025).

Adapun pada persaingan ganda putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melengkapi kemenangan rekan mereka, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, sehari sebelumnya. Leo/Bagas, yang menang atas Takumi Nomura/Yuichi Shimogami 21-17, 21-17, akan melawan mantan pasangan nomor satu dunia, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), di babak berikutnya.

Kemenangan dari Nomura/Shimogami menjadi yang pertama bagi Leo/Bagas dalam tiga bulan terakhir. Sebelum tampil di China Terbuka, mereka selalu kalah pada babak pertama di Singapura Terbuka, Indonesia Terbuka, dan Jepang Terbuka.

”Kami mencoba bermain tanpa beban pada hari ini. Lebih ngotot dan lebih yakin untuk mengakhiri tekanan selalu kalah di babak pertama. Ini bisa menjadi modal menghadapi pasangan India, tetapi kami harus bisa bermain lebih tenang,” ujar Bagas.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto