Jafar/Felisha Menyalip di ”Tikungan Akhir”

Jafar/Felisha menjadi salah satu debutan dari Indonesia pada Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Mereka mengalahkan pemain unggulan pada babak pertama.

08 Apr 2025 23:01 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

NINGBO, RABU — Potensi Jafar Hidayatullah/Felisha Albertha Nathaniel Pasaribu menjadi ganda campuran masa depan Indonesia terlihat dalam waktu delapan bulan sejak berpasangan. Sebagai ganda campuran termuda di pelatnas utama, mereka mampu merepotkan, bahkan mengalahkan atlet yang lebih berpengalaman.

Salah satu momen itu terjadi pada Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2025 di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Ningbo, China, 8-13 April. Pada debut dalam kejuaraan selevel BWF World Tour Super 1000 ini, Jafar/Felisha mengalahkan pemain tuan rumah unggulan ketujuh, Cheng Xing/Zhang Chi, dengan skor 14-21, 21-15, 21-19, pada babak pertama, Selasa (8/4/2025).

Kemenangan tersebut diraih berkat kemampuan Jafar/Felisha dalam mengatasi tekanan lawan pada gim ketiga. Mereka tertinggal 1-6 hingga 7-11. Seusai interval gim penentuan ini, Jafar/Felisha membuat persaingan berjalan ketat dengan menyamakan skor menjadi 11-11.

Bagaikan persaingan pebalap MotoGP yang berlangsung ”panas” hingga putaran akhir, Jafar/Felisha dan Cheng/Zhang saling menyalip hingga finis. Ganda Indonesia ranking ke-28 dunia itu menyalip lawan dari posisi 12-14 menjadi 16-14. Setelah itu, Cheng/Zhang unggul 18-17 setelah tertinggal 16-17.

Kedua pasangan berada pada posisi sejajar dalam kedudukan 19-19, hingga Jafar/Felisha memenangi dua poin beruntun dan menang setelah bersaing selama 1 jam 15 menit.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak kedua turnamen Orleans Masters. Pada babak pertama, Rabu (5/3/2025), Jafar/Felisha mengalahkan Wu Hsuan-Yi/Yang Chu-Yun (Taiwan) 21-16, 21-17

Untuk menambah ketegangan dan tekanan, momen kritis ini diwarnai drama saat wasit memberi kartu merah kepada Cheng/Zhang saat skor 18-18. Keputusan wasit, yang memberi Jafar/Felisha satu poin itu terjadi setelah Cheng/Zhang diberi kartu kuning lebih dulu karena dinilai memperlambat pertandingan seusai medical break. Laga terhenti karena protes pasangan tuan rumah tersebut setelah diberi kartu merah.

Agar tak kehilangan fokus karena kejadian tersebut, Jafar/Felisha berkomunikasi, saling mengingatkan untuk tetap fokus. Mereka juga berbicara tentang strategi saat pertandingan berjalan kembali.

”Puji Tuhan, kami bisa bermain baik dan melewati babak pertama dengan kemenangan pada debut dalam kejuaraan ini. Apalagi, lawan tidak mudah dikalahkan karena mereka bukan pemain baru. Ini memang menjadi keinginan kami, bertemu pemain yang peringkatnya lebih tinggi dan bisa menang,” tutur Felisha, yang akan melawan Cheng Kuan Chen/Hsu Yin Hui (Taiwan) pada babak kedua.

Seperti Cheng/Zhang, yang menempati peringkat ke-12 dunia, Cheng/Hsu memiliki posisi lebih tinggi dari Jafar/Felisha dalam ranking dunia, yaitu pada urutan ke-19. Lawan yang telah dikalahkan dan yang akan dihadapi Jafar/Felisha memiliki pengalaman lebih lama dalam berpasangan dan tampil pada turnamen BWF World Tour. Cheng/Hsu berduet sejak Juni 2023 dan Cheng/Zhang sejak awal 2024. Sementara Jafar/Felisha menjadi partner sejak Agustus 2024.

Meski demikian, pasangan Indonesia berusia 22 tahun dan 19 tahun itu memperlihatkan potensi mereka sejak awal bekerja sama. Mereka menjuarai dua turnamen beruntun pada level international challenge dan Super 100.

Perjalanan Jafar/Felisha pada turnamen dengan level lebih tinggi, yaitu BWF World Tour sepanjang 2025, naik-turun, tetapi mereka mendapat banyak pengalaman saat menghadapi pemain-pemain senior. Mereka mencapai semifinal Thailand Masters dan perempat final Jerman Terbuka Super 300.

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari memenangi babak pertama Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Selasa (8/4/2025).

Momen yang dialami Jafar/Felisha di Kejuaraan Asia juga dirasakan wakil ganda campuran lainnya, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, saat melawan pasangan Jepang, Hiroki Nishi/Akara Sato. Amri/Nita menang 19-21, 23-21, 21-19 dalam pertandingan dengan momentum yang selalu berubah.

Amri/Nita kehilangan gim pertama setelah unggul 11-6, lalu merebut gim kedua seusai tertinggal 12-15. Pada gim penentuan, Nishi/Sato unggul lebih dulu, 8-4, lalu momentum berbalik sejak Amri/Nita memimpin 11-10.

Selain Jafar/Felisha dan Amri/Nita, kemenangan pada babak pertama diraih Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Adapun Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti disingkirkan unggulan kedua asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, 11-21, 16-21.

Tanpa target tinggi

Kalah pada ganda campuran, Fadia masih memiliki kesempatan melangkah lebih jauh di ganda putri. Bersama Lanny Tria Mayasari, Fadia akan melawan pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, pada babak pertama, Rabu. Mereka tak menetapkan ekspektasi tinggi pada kesempatan pertama tampil dalam Kejuaraan Asia ini.

”Kami akan fokus selangkah demi selangkah saja karena lawan tidak mudah sejak babak pertama,” kata Fadia.

Lanny/Fadia bermain dalam empat turnamen pada Oktober-November 2024, lalu tiga turnamen pada Januari hingga awal Februari 2025. Mereka memperlihatkan performa cukup baik dengan mencapai perempat final Malaysia Terbuka Super 1000 dan menjuarai Thailand Masters Super 300.

Siti Fadia Silva Ramadhanti (kiri) dan Lanny Tria Mayasari saat menjalani latihan di Ningbo, China, Senin (7/4/2025). Mereka akan tampil dalam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis.

Setelah itu, bersamaan dengan kembalinya Apriyani Rahayu ke turnamen sejak Olimpiade Paris 2024, Fadia bermain lagi bersama seniornya itu di Orleans Masters dan All England, Maret. Namun, setelah tur di Eropa tersebut, pelatih mengubah formasi ganda putri dengan menduetkan Apriyani bersama Febi Setianingrum dan Fadia kembali bersama Lanny. Apalagi, Lanny/Fadia menjadi salah satu dari empat ganda putri Indonesia yang mendapat undangan dari Badminton Asia untuk tampil dalam Kejuaraan Asia.

”Saya senang bisa mendapat kesempatan bermain lagi bersama Teteh Fadia. Persiapan kami cukup bagus, tinggal bagaimana di lapangan untuk bisa lebih kompak lagi. Tidak terlalu sulit bagi kami untuk klop karena hanya berpisah pada beberapa turnamen,” komentar Lanny.

Selain Lanny/Fadia, ganda putri Indonesia diwakili Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, Rachel Allesya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, dan Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu. Namun, Febriana/Amalia harus bertemu dengan Meilysa/Rachel pada babak pertama. Adapun Sarah/Agnia akan melawan Hsu Yin Hui/Lin Jhin Yun (Taiwan).

Pada nomor tunggal putra, juara bertahan Jonatan Christie akan mengawali perjalanan dengan melawan Koki Watanabe. Jonatan menjadi juara Asia 2024, yang juga diselenggarakan di Ningbo, setelah mengalahkan Li Shi Feng di final.

Tunggal putra juga memberi gelar juara bagi Indonesia dalam Kejuaraan Asia 2023 melalui Anthony Sinisuka Ginting. Akan tetapi, Anthony tak dapat bertanding dalam kejuaraan 2025, meski lolos berdasarkan peringkat, karena belum pulih dari cedera lengan kanan.

Jonatan didampingi Chico Aura Dwi Wardoyo dan Alwi Farhan. Keduanya akan menghadapi tantangan berat pada laga awal saat Chico berhadapan dengan Loh Kean Yew dan Alwi melawan Weng Hong Yang.

”Pastinya saya antusias dengan kesempatan pertama tampil di Kejuaraan Asia. Saya akan fokus pada pola permainan sendiri dan tidak ingin berpikir terlalu jauh,” kata Alwi.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dalam latihan di Ningbo, China, Senin (7/4/2025). Mereka akan tampil dalam Kejuaraan Asia setelah menjadi finalis All England.

Adapun melalui empat wakilnya, ganda putra akan mencari gelar setelah Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menjadi juara pada 2022. Meski memiliki banyak pasangan, ganda putra Indonesia selalu gagal membawa gelar dari dua penyelenggaraan berikutnya. Nomor ini, bahkan, tak pernah meloloskan pemain ke semifinal pada Kejuaraan Asia 2023 dan 2024.

Di Ningbo tahun ini, ganda putra ”Merah Putih” mengandalkan empat pasangan, di antaranya finalis dan semifinalis All England, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani. Leo/Bagas, yang akan melawan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami pada babak pertama, bertekad tampil konsisten setelah mencapai final All England.

Empat wakil akan bermain pada tunggal putri sehingga Indonesia memiliki 19 wakil pada lima nomor. Empat pemain tunggal putri itu adalah Gregoria Mariska Tunjung, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Putri Kusuma Wardani, dan Komang Ayu Cahya Dewi.

Rotasi pelatih

Di Jakarta, PP PBSI 2024-2028 melakukan rotasi pelatih pada nomor tunggal pelatnas utama dan pratama. Mulyo Handoyo, yang semula ditunjuk sebagai pelatih kepala pelatnas sekaligus pelatih kepala tunggal putra pelatnas utama, hanya akan menjalani peran sebagai pelatih kepala keseluruhan sektor. Hal ini diputuskan terkait kondisi kesehatan Mulyo yang tidak memungkinkan menjalani tugas yang padat.

Pelatih tunggal putri yang baru, Indra Widjaja berpose setelah sesi latihan pebulu tangkis untuk persiapan turnamen All England 2023 di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2023). Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menurunkan 16 wakil yang akan bertarung dalam turnamen bulu tangkis tertua tersebut. All England yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung 14-19 Maret di Birmingham, Inggris. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 1-3-2023

”Pak Mulyo tidak dianjurkan dokter untuk melakukan perjalanan ke turnamen-turnamen dalam beberapa waktu ke depan. Kami pun ingin Pak Mulyo lebih fokus sebagai kepala pelatih,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Eng Hian.

Dengan dilepasnya status pelatih tunggal putra oleh Mulyo, perannya digantikan Indra Widjaja yang semula menjadi kepala pelatih tunggal putra pratama. Di pelatnas utama, Indra dibantu Marlev Mainaky.

Pada sektor tunggal putra pratama, posisi pelatih diisi Wimpie Mahardi. Untuk membantu Wimpie, PBSI memanggil mantan atlet tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa sebagai asisten. Kekosongan posisi Wimpie, yang semula menjadi pelatih tunggal putri pratama, dialihkan kepada Herli Djaenuddin.

”Berdasarkan kualitas pelatih, kami berharap bulu tangkis Indonesia lebih baik. Mereka harus lebih maksimal dalam mempersiapkan program latihan sesuai kebutuhan atlet,” ujar Eng Hian.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul