Jakarta Andalkan Bursa Kerja untuk Kikis Pengangguran

Bursa kerja, seperti Jaknaker Expo 2024, menjadi jembatan penghubung pencari kerja dan perusahaan. Serapannya berkisar 20-25 persen.

21 Nov 2024 16:46 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

JAKARTA, KOMPAS — Angka pengangguran masih bertambah seiring pemutusan hubungan kerja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengandalkan bursa kerja sebagai jembatan penghubung antara pencari kerja dan perusahaan.

Dalam kurun Januari-Oktober 2024, ada 63.947 tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berdasarkan laporan Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan. PHK paling banyak terjadi di Jakarta, yaitu 14.501 orang atau 22,68 persen dari jumlah yang dilaporkan.

Pemprov DKI Jakarta lantas menjembatani pencari kerja dan perusahaan dalam bursa kerja. Salah satunya Jaknaker Expo 2024 pada Rabu dan Kamis (21-22/11/2024) di Balai Sudirman, Jakarta Selatan.

Ada 35.000 lowongan kerja dari 43 perusahaan swasta ataupun badan usaha milik daerah (BUMD) yang berpartisipasi. Bursa kerja juga disertai, antara lain, pameran 33 kewirausahaan dan 28 kerja usaha mandiri.

Bagi Rehan (18), mencari lowongan kerja di Jaknaker 2024 merupakan pengalaman pertamanya. Ia lulusan jurusan teknik perkantoran dari salah satu SMK di Jakarta Selatan.

”Dapat informasi dari Instagram. Saya langsung keliling cek pelatihan dan lowongan kerja yang ada. Syukur-syukur bisa keterima supaya dapat pengalaman,” ujar Rehan.

Sejauh ini, ia baru mendapatkan pengalaman dari SMK. Belum pernah sekalipun ia mengikuti pelatihan atau kursus tertentu di balai latihan kerja dan sejenisnya.

Seorang pencari kerja membawa brosur lowongan pekerjaan di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (21/11/2024). Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta menggelar acara Jaknaker Expo 2024. Acara yang mengusung tema "Peluang karir tanpa batas untuk warga Jakarta" ini diselenggarakan selama 2 hari yakni pada 21 November sampai 22 November 2024. Acara ini diikuti lebih dari 40 perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan. Selama 2 hari digelarnya acara bursa kerja ini, pemerintah menargetkan 35.000 lowongan pekerjaan. Pemprov menargetkan 20-25 persen peserta terserap dalam bursa kerja. Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan rencana untuk menggelar acara bursa kerja setiap minggu untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-11-2024

Hal tersebut cukup membuatnya resah. Apalagi ditambah informasi maraknya PHK dan banyaknya pengangguran. 

”Saya haru tambah wawasan. Rencananya, tahun depan mau kuliah. Nanti sambil ikut pelatihan atau kursus,” kata Rehan.

Keresahan Rehan selaras dengan kebutuhan perusahaan. Manajemen perusahaan ingin tenaga kerja terampil.

Perekrut dari PT Sumberdaya Dian Mandiri, Arif Rahman, menyampaikan informasi lowongan kerja perbankan dan manufaktur kepada pencari kerja yang mampir ke stan. Syarat dari perbankan lebih ketat, yakni usia pelamar maksimal 24 tahun. Sebaliknya, dari manufaktur lebih kendur, maksimal usia pelamar 35 tahun.

”Lulusan baru masih bisa bersaing. Hanya memang perbankan kebanyakan maksimal 24 tahun dengan asumsi semangatnya menggebu-gebu. Kalau manufaktur, tergantung permintaan. Bisa maksimal usia 35 tahun,” tutur Arif.

Arif kemudian mencontohkan perbankan. Manajemen menginginkan tenaga kerja yang komunikatif. Namun, selama perekrutan ada sejumlah kendala, misalnya CV kurang lengkap atau tidak disertai nomor telepon dan surel.

Penjaga stan salah satu perusahaan menjelaskan lowongan pekerjaan ke para pencari kerja di acara Jakanaker Expo 2024 di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (21/11/2024). Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta menggelar acara Jaknaker Expo 2024. Acara yang mengusung tema "Peluang karir tanpa batas untuk warga Jakarta" ini diselenggarakan selama 2 hari yakni pada 21 November sampai 22 November 2024. Acara ini diikuti lebih dari 40 perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan. Selama 2 hari digelarnya acara bursa kerja ini, pemerintah menargetkan 35.000 lowongan pekerjaan. Pemprov menargetkan 20-25 persen peserta terserap dalam bursa kerja. Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan rencana untuk menggelar acara bursa kerja setiap minggu untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-11-2024

Selain itu, pencari kerja minim informasi tentang lowongan yang dilamar. Alhasil, pencari kerja sulit menjawab atau menjelaskan tentang posisi atau apa yang akan dilakukan jika diterima.

”Mereka kurang persiapan. Lalu, penyebab lainnya, seperti berpenampilan kurang menarik saat wawancara,” ujar Arif.

Bursa kerja, lanjutnya, mendatangkan banyak pelamar. Akan tetapi, penyerapannya kurang.

”Kira-kira dari 100 pelamar, yang keterima 5,” kata Arif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kedua kanan) bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi (kanan) mengunjungi salah satu stan perusahaan di acara Jaknaker Expo 2024 di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (21/11/2024). Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta menggelar acara Jaknaker Expo 2024. Acara yang mengusung tema "Peluang karir tanpa batas untuk warga Jakarta" ini diselenggarakan selama 2 hari yakni pada 21 November sampai 22 November 2024. Acara ini diikuti lebih dari 40 perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan. Selama 2 hari digelarnya acara bursa kerja ini, pemerintah menargetkan 35.000 lowongan pekerjaan. Pemprov menargetkan 20-25 persen peserta terserap dalam bursa kerja. Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan rencana untuk menggelar acara bursa kerja setiap minggu untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-11-2024

Pengangguran

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Hari Nugroho menyebut, pengangguran disebabkan oleh ketidakseimbangan antara persediaan dan kebutuhan, kuantitas dan kualitas, serta kesenjangan informasi perusahaan dan pencari kerja.

Pemprov DKI Jakarta menghelat berbagai bursa kerja atau job fair. Sebanyak 15 kali di tingkat kota atau tiga kali di setiap kota administratif dan di tingkat provinsi, yakni Jaknaker Expo 2024.

”Bursa kerja jadi jembatan untuk memutus kesenjangan informasi kesempatan kerja antara perusahaan dan pencari kerja. Kami fasilitas akses langsung ke perusahaan. Jadi, tempat seleksi awal calon tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” tutur Hari.

Ia memperkirakan dari 35.000 lowongan, akan terserap 20-25 persen tenaga kerja. Angka itu sudah masuk kategori lumayan.

”Setiap tahun ada tiga kali bursa kerja di setiap wilayah. Kami hitung serapannya 10-20 persen. Jadi, kalau tingkat provinsi, bisa sampai 25 persen,” ujar Hari.

Quote

Bursa kerja jadi jembatan untuk memutus kesenjangan informasi kesempatan kerja antara perusahaan dan pencari kerja. Kami fasilitas akses langsung ke perusahaan. Jadi tempat seleksi awal calon tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta juga terus mengevaluasi program kerja lain guna mengikis pengangguran. Sebagai contoh, target 75 persen dari 1.000 peserta pelatihan kerja bisa terserap ke pasar kerja, dari sebelumnya hanya 20 persen.

Pelatihan ini berlangsung di pusat pelatihan kerja daerah (PPKD). Fokus pelatihannya pun berbeda-beda, yakni PPKD Jakarta Pusat khusus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi, Jakarta Selatan untuk tata graha (perhotelan), Jakarta Timur dalam bidang otomotif, Jakarta Utara fokus pada alat berat, dan Jakarta Barat khusus tata boga.

Selain itu, terdapat Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri dan Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan las. Keduanya terletak di Jakarta Timur.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi seusai membuka bursa kerja Jaknaker Expo 2024 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).

Seusai meninjau Jaknaker Expo 2024,  Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa bursa kerja sebagai salah satu solusi dan harapan bagi pencari kerja di tengah banyaknya tantangan saat ini. Untuk itu, ke depannya akan dihelat secara rutin dari kota ke kota, seperti pekan depan di Semarang, lalu di Banten, dan seterusnya.

”Meminjam istilah Ibu Sri Mulyani, ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Deflasi berturut-turut dan data PHK adalah tantangan. Ini harus diatasi karena secara nasional tingkat pengangguran tinggi, yakni 4,9 persen atau 7,5 juta orang se-Indonesia,” ucap Yassierli.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P