Pada mudik gratis tahun ini, seluruh bus ditargetkan dapat mengangkut 22.403 orang. Sementara truk ditargetkan mengangkut 600 sepeda motor.
18 Feb 2025 10:33 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menggelar mudik gratis untuk Lebaran 2025 di tengah efisiensi anggaran. Bahkan, kuota penumpang ditambah seiring tingginya animo warga pada mudik gratis tahun lalu.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelontorkan dana Rp 16 miliar untuk mudik gratis tahun ini. Dana itu untuk operasional 293 truk arus mudik dan 228 bus arus balik serta masing-masing 10 truk angkutan sepeda motor.
Semua bus ditargetkan mengangkut 22.403 warga, sementara truk mengangkut 600 sepeda motor. ”Permintaan tahun 2024 cukup tinggi. Banyak warga belum terlayani sehingga kami tambah kuotanya,” ujar Syafrin, Selasa (18/2/2025).
Selain kuota penumpang, kota tujuan mudik juga bertambah. Mudik kali ini melayani penumpang ke 20 kota di 6 provinsi, yaitu Palembang dan Bandar Lampung di Sumatera; Kuningan dan Tasikmalaya di Jawa Barat; 10 kota di Jawa Tengah, di antaranya mulai dari Tegal, Pekalongan, hingga Sragen; Kota Yogyakarta; dan 5 kota di Jawa Timur, seperti Blitar dan Malang.
Mudik gratis ini telah berjalan sejak tahun 2019. Tujuannya untuk menekan kecelakaan lalu lintas, khususnya oleh pemudik sepeda motor, lalu komitmen menghadirkan moda transportasi yang mudah, aman, dan nyaman bagi warga yang hendak berlebaran di kampung halaman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/06/96f18c1f-6756-4afb-9e43-51311b07d9d7_jpeg.jpg)
Mudik gratis bisa diakses melalui laman https://mudikgratis.jakarta.go.id/auth/login. Syaratnya, antara lain, memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK) Jakarta dan menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Sosialisasinya akan dimulai awal Maret 2025. Setelah itu, berlanjut dengan pendaftaran dan verifikasi hingga sepekan sebelum Lebaran.
Pada tahun 2024, sebanyak 12.170 warga mengikuti mudik gratis ini. Mereka berangkat dari Monumen Nasional (Monas).
Secara keseluruhan, waktu itu Pemprov DKI Jakarta didukung badan usaha milik desa (BUMD) dan swasta menyediakan 469 bus untuk mudik dan arus balik serta 12 truk pengangkut sepeda motor ke 19 kota di 6 provinsi.
Leni (38), warga Jakarta Barat, berharap bisa kembali mendapatkan kuota mudik gratis untuk Lebaran tahun ini. Tahun lalu, ia bisa mengikuti mudik gratis ke kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, tanpa perlu mengeluarkan ongkos.
”Kalau tidak ada mudik gratis, setiap kali mudik untuk pulang pergi bisa menghabiskan ongkos Rp 3 juta lebih untuk tiga orang dengan naik kereta api. Itu pun kalau dapat harga murah dan tidak kehabisan tiket,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/04/c0676fc0-79d3-4c60-94d4-15bcea042c97_jpeg.jpg)
Tahun lalu, Leni mudik gratis menggunakan bus dari kawasan Monas, Jakarta, pada Kamis (4/4/2024). Ia masih ingat sudah berada di Monas sejak pukul 05.00 WIB karena takut telat dan terlalu antusias. Bus saat itu berangkat sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut Leni, mudik gratis tahun lalu berjalan lancar. Bus yang ia tumpangi juga tidak ada kendala.
”Sangat bersyukur dengan adanya mudik gratis ini. Uang yang seharusnya dipakai membeli tiket kereta atau bus bisa ditabung dan sebagiannya lagi dijadikan THR (tunjangan hari raya) untuk para keponakan di kampung halaman,” kata Leni.
Mulanya, Leni mendapatkan informasi mudik gratis melalui media sosial. Tanpa menunggu lama, ia langsung mendaftar.
Berbeda dengan Leni, Nasrul Hanafi (40), warga Jakarta Pusat, belum pernah kebagian tiket mudik gratis. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta perlu mempertimbangkan sasaran utama penerima mudik gratis untuk warga yang berpenghasilan rendah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/04/bb783d63-c2ac-4ff0-89f2-f96a7dddce89_jpeg.jpg)
Ia juga menyayangkan sebagian pemudik yang mendaftar mudik gratis di lebih dari satu penyelenggara. Hal ini dianggap merugikan calon pemudik lainnya karena mengurangi kuota mudik gratis.
”Semoga tahun ini bisa mendapatkan tiket mudik gratis. Kebetulan saya belum membeli tiket mudik ke Solo,” katanya.
Untuk keselamatan, Nasrul mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar senantiasa mengecek kondisi kendaraan secara berkala sebelum keberangkatan, termasuk pengemudinya.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy, Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .