Jakarta merayakan HUT ke-498 dengan serangkaian acara menarik di berbagai lokasi, mulai dari pertunjukan budaya hingga ajang olahraga.
21 Jun 2025 19:42 WIB · Metropolitan
Kota Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-498 dengan semarak dan meriah pada Minggu (22/6/2025). Mengangkat tema ”Jakarta Kota Global dan Berbudaya”, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan beragam acara yang bisa diikuti seluruh warga.
Acara itu mulai dari pertunjukan budaya, konser musik, festival belanja, hingga kegiatan olahraga. Rangkaian ini tidak hanya menjadi bentuk syukur atas perjalanan panjang Jakarta, tetapi juga sebagai panggung inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta merayakan.
Puncak perayaan HUT Jakarta akan dimulai pada pagi hari dengan upacara di Monas, yang akan diakhiri dengan perayaan malam puncak di Lapangan Banteng dari sore hingga malam. Perayaan malam ini akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan musik dari musisi ternama serta atraksi budaya.
Untuk memastikan kelancaran acara dan mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi acara, khususnya mulai pukul 16.30 hingga 23.00 WIB.
”Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan akan berlaku mulai pukul 16.30 hingga 23.00 WIB,” ucap Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Sabtu (21/6/2025).
Beberapa ruas jalan yang akan mengalami pengalihan arus meliputi Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Lapangan Banteng Utara, dan Jalan Medan Merdeka Timur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/7119c64fff9518a087a868543fb6e9f4-cropped_image.jpg)
Untuk memudahkan mobilitas warga menuju Lapangan Banteng, Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan jalur alternatif yang dapat digunakan pengendara.
Dari arah timur (Pasar Senen) ke barat (Harmoni), pengendara bisa melewati Jalan Senen Raya, Kwini I, Abdul Rahman Saleh, Kramat Kwitang, Arief Rahman Hakim, Tugu Tani, Ridwan Rais, Medan Merdeka Timur, Perwira, Katedral, dan Veteran.
Dari arah selatan (Cikini) ke utara (Veteran), pengendara dapat melalui Menteng Raya, Arief Rahman Hakim, Tugu Tani, Ridwan Rais, Medan Merdeka Timur, Perwira, dan Katedral.
Untuk pengendara dari arah utara (Gunung Sahari) ke selatan (Tugu Tani), jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Dr Sutomo, Gedung Kesenian, Lapangan Banteng Utara, dan Katedral.
Dari Jalan Batu III menuju Harmoni, pengendara dapat melalui Medan Merdeka Timur, Tani, Ridwan Rais, Medan Merdeka Timur, Perwira, Katedral, dan Veteran.
Terakhir, pengendara yang berasal dari arah barat (Tomang) menuju timur (Pasar Senen) dapat menggunakan jalur Tomang Raya, Kyai Caringin, Balikpapan, Suprapto, Ir Juanda, Pos, Dr. Sutomo, hingga Gunung Sahari.
Untuk mendukung kelancaran acara, Dishub DKI Jakarta juga mengatur berbagai rute transportasi umum. Transjakarta akan mengoperasikan rute 2 dan 8 selama 24 jam, serta memperpanjang operasional rute lainnya mulai pukul 05.00 hingga 01.00 WIB.
Selain itu, MRT Jakarta dan LRT Jakarta juga akan menyesuaikan jam operasional untuk memudahkan akses ke Lapangan Banteng. Seluruh moda transportasi publik ini juga akan memberlakukan tarif hanya Rp 1 untuk mendukung kemudahan mobilitas warga.
Bagi warga yang menggunakan kendaraan pribadi, Dishub DKI Jakarta juga menyediakan ribuan satuan ruang parkir (SRP) di sembilan titik strategis di sekitar lokasi acara.
Dua lokasi parkir terdekat berada di sisi timur dan selatan Lapangan Banteng, masing-masing hanya berjarak sekitar 5 meter dari pusat acara. Di lokasi ini, tersedia 50 SRP mobil dan 200 SRP motor (sisi timur), serta 65 SRP mobil dan 400 SRP motor (sisi selatan).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/3a5bb32ff5ddae90e29e00d4a3a69b34-20250524YGA12.jpg)
Titik parkir lainnya juga tersedia dengan jarak tempuh 1-3 menit berjalan kaki menuju Lapangan Banteng. Lokasi parkir ini berada di Kantor Pos Pasar Baru (120 SRP mobil dan 100 SRP motor), Masjid Istiqlal (100 SRP mobil dan 25 SRP motor).
Gereja Katedral (50 SRP mobil dan 75 SRP motor), Kantor Pusat Pertamina (584 SRP mobil dan 930 SRP motor), Kantor Kementerian Agama (459 SRP mobil dan 350 SRP motor), Kementerian Keuangan (60 SRP mobil dan 200 SRP motor), serta Hotel Borobudur (192 SRP mobil dan 54 SRP motor).
”Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lokasi parkir resmi yang telah disiapkan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan dan keamanan bersama,” ujar Syafrin.
Meski demikian, Dishub DKI Jakarta tetap mengimbau warga untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum guna menghindari kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di lokasi acara.
Syafrin juga mengingatkan warga untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan selama mengikuti kegiatan. Warga diharapkan membawa identitas diri, mengenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, serta tidak membawa barang-barang berharga secara berlebihan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan bahwa malam puncak perayaan HUT Jakarta ke-498 dirancang dengan konsep meriah, inklusif, dan menghadirkan beragam hiburan untuk seluruh warga.
Lapangan Banteng dipilih sebagai lokasi utama perayaan karena fasilitas operasionalnya yang tersedia 24 jam penuh.
”Kami ingin merayakan ulang tahun Jakarta sebagai kota global dengan tetap mengedepankan kekayaan budaya lokal. Akan ada parade budaya, pertunjukan teater, tari-tarian tradisional Betawi, serta panggung hiburan yang melibatkan banyak musisi papan atas,” ujar Andhika.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/262d9e17f4946040e87f69b042aea4f5-20250529YGA05.jpg)
Sejumlah musisi ternama akan memeriahkan acara ini, termasuk Diskoria, JKT48, Juicy Luicy, Wali, Andien, Adikara, Sandy Sandoro, Mirabeth Sonia, Olivia Pardede, dan grup Keroncong Toegoe. Aksi panggung dari Alpa Plus Dancer, Oni & Friends, serta kehadiran pembawa acara kenamaan seperti Oki Lukman dan Ruben Onsu juga akan turut meramaikan suasana.
Andhika mengajak warga Jakarta untuk hadir dan meramaikan malam puncak HUT ke-498 Kota Jakarta ini. Ia berharap, melalui berbagai rangkaian acara, malam puncak ini bisa menjadi momen kebersamaan dan kebanggaan bagi warga Jakarta, yang terus tumbuh menjadi kota global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budayanya.
Selain acara di Lapangan Banteng, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta juga menyelenggarakan perayaan bertajuk ’One City, Many Worlds’ di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, pada 21 dan 22 Juni 2025 malam.
Di sana, pengunjung akan disuguhkan penampilan artis-artis ternama dan lintas gaya selama dua malam berturut-turut, mulai dari musik pop, koplo, hingga irama dunia. Artis-artis yang tampil antara lain Fajar Noor, Feel Koplo, Asteriska, The Cottons, Rio Hijau Daun (DrummerUnic), Tabuhan Nusantara, Bang Kojek, Om PMS, Wulan KDI, dan Gambang Kromong feat Kicuy Aduy & Benang Kenur.
Andhika Permata menjelaskan, kawasan bersejarah Kota Tua akan disulap menjadi ruang publik yang semarak dengan instalasi seni Jakarta dan perpaduan seni visual serta pertunjukan musik lintas genre.
”Dengan konsep ’One City, Many Worlds’, acara ini menggambarkan Jakarta sebagai kota yang menampung berbagai dunia dalam satu ruang; dunia musik, seni, budaya, dan ekspresi masyarakat urban yang beragam, tetapi tetap bersatu,” kata Andhika.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/28/b92d3f97-3265-4f73-9bfc-398b34f95cab.jpg)
Lebih lanjut, Andhika mengatakan bahwa atraksi ini bukan hanya hiburan, melainkan juga momen untuk merayakan perjalanan panjang Jakarta bersama masyarakat yang menjadi bagian penting dalam setiap langkah perkembangannya.
”Melalui seni, musik, dan pertunjukan budaya, perayaan ini menjadi ruang ekspresi dan selebrasi yang meriah, menggambarkan semangat kota yang dinamis, beragam, dan inklusif,” ujarnya.
Selain rangkaian acara puncak, masih banyak acara dan pergelaran yang berlangsung di berbagai tempat untuk menyemarakkan HUT Jakarta ke-498. Pada 22 Juni 2025, misalnya, juga akan ada Jakarnaval, parade budaya yang dimulai dari Monas menuju Bundaran HI.
Selain itu, Monas Week akan digelar pada 22 Juni serta 28-29 Juni di Monas Sisi Barat. Di lokasi lain, Pameran Lukisan Sarnadi Adam akan berlangsung di Graha Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, pada 23-30 Juni.
Sementara itu, Jakarta Light Festival 2025 akan diselenggarakan di Taman Lapangan Banteng pada 23-25 Juni, dan Festival Seni Budaya serta Bazar Etnik Nusantara akan digelar di Lapangan Banteng pada 27-29 Juni 2025.
Jakarta Provoke! 2025, sebuah pameran seni kontemporer, juga akan diadakan di Pos Bloc pada 19 Juni-3 Juli. Untuk ajang olahraga, BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2025 akan diselenggarakan pada 29 Juni 2025, yang dimulai di Monas Silang Barat Laut dan berakhir di Stadion Utama GBK.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/19/973ce646-ab0d-4ceb-aa6a-2ecec87c14d1_jpg.jpg)
Warga Jakarta sudah tidak sabar untuk ikut serta dalam perayaan HUT Jakarta. Nirina (31), warga Jakarta Pusat, berharap serangkaian acara tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan kesenangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berharap acara besar ini dapat berlangsung tanpa kendala, seperti kemacetan.
”Rekayasa lalu lintas yang diterapkan diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan mempermudah mobilitas warga yang ingin menikmati rangkaian acara,” kata Nirina.
Nirina juga menekankan pentingnya menjaga keamanan selama perayaan HUT Jakarta. Pihak berwenang harus memastikan pengawasan yang ketat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan hadirnya berbagai pameran seni, festival budaya, dan ajang olahraga, HUT Jakarta ke-498 diharapkan tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat kebanggaan warga terhadap Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al HamasyEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra