Jakarta Upayakan Blok M Jadi Pusat Aktivitas ASEAN dengan Penataan Taman

Tiga taman di Jakarta Selatan, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser, akan menjadi taman utama ASEAN dan buka 24 jam.

12 Apr 2025 12:52 WIB · Metro

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Jakarta berupaya menjadikan kawasan Blok M sebagai pusat aktivitas ASEAN dengan mengembangkan tiga taman di Jakarta Selatan sebagai taman utama ASEAN. Anggaran penataan taman tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, tetapi dana koefisien lantai bangunan dari pihak swasta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas publik sekaligus menambah daya tarik kawasan Blok M.

Hal itu karena Pemprov Jakarta berencana menjadikan kawasan Blok M sebagai pusat aktivitas ASEAN karena lokasinya yang strategis dan infrastrukturnya yang mendukung. Kantor Sekretariat ASEAN Indonesia juga terletak di Jalan Sisingamangaraja, Blok M, sehingga pengembangan kawasan ini sebagai pusat aktivitas ASEAN dianggap tepat.

”Kami akan membuat tiga taman di Jakarta Selatan (Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser) menjadi taman utama ASEAN dan buka 24 jam. Ketiga taman ini nantinya akan kami hubungkan secara baik. Dalam jangka menengah panjang, tempat ini akan menjadi sarana ibu kota ASEAN,” ujar Pramono, Sabtu (12/4/2025).

Taman Ayodya di Jakarta Selatan, Sabtu (12/4/2025).

Menurut Pramono, langkah ini selaras dengan lokasi tiga taman tersebut yang berada tidak jauh dari Kantor Sekretariat ASEAN. Selain itu, fasilitas yang ada di ketiga taman tersebut sudah cukup lengkap untuk menjadi ruang aktivitas masyarakat, serta banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) yang berdagang di sekitar taman.

Namun, Pramono mengakui, perlu ada penataan taman lebih lanjut. Penataan yang akan dilakukan di antaranya merapikan area parkir dan renovasi toilet. Selain itu, Pemprov Jakarta akan menambahkan sarana jogging track di taman tersebut.

Pramono juga berharap, taman di Jakarta menjadi tempat aktivitas warga, seperti bertamasya, membaca buku, dan kegiatan sosial lain, tanpa perlu kehadiran hiburan besar.

Renovasi ketiga taman ini akan dilakukan mulai pertengahan tahun ini menggunakan dana koefisien lantai bangunan (KLB). Selain itu, Pemprov Jakarta juga berencana membangun transit-oriented development (TOD) di kawasan Blok M dan Bundaran HI.

”Dananya akan kami ambil dari dana KLB dan dananya sudah ada. Dengan demikian, saya mengharapkan pembangunan ini bisa dimulai pada pertengahan tahun ini,” tutur Pramono.

Warga berjalan-jalan di Taman Langsat, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2025). Sebagian taman di Jakarta akan buka 24 jam setiap hari mulai Juni 2025. Sejumlah taman yang akan buka 24 jam, yakni Taman Langsat, Taman Lapangan Banteng, Taman Ayodya, Tebet Eco Park, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 09-04-2025

Pembangunan menggunakan kompensasi KLB pertama kali digunakan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ahok kemudian mengatur masalah penggunaan kompensasi KLB dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 175 Tahun 2015 tentang Pengenaan Kompensasi terhadap Pelampauan Nilai Koefisien Lantai Bangunan.

Sementara itu, rencana untuk menjadikan Tebet Eco Park beroperasi 24 jam dibatalkan setelah mendapat penolakan dari warga sekitar. Pramono memutuskan untuk membatasi jam operasional Tebet Eco Park hingga pukul 22.00 WIB.

”Saya sudah memutuskan, setelah berdialog dengan masyarakat, maka Taman Tebet Eco Park bukan dibuka 24 jam, tapi akan dibuka sampai dengan pukul 10 malam,” ucap Pramono.

Dengan keputusan ini, jam operasional Tebet Eco Park akan dibatasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Meskipun rencana untuk Tebet Eco Park dibatalkan, Pramono memastikan lima taman lainnya, yaitu Taman Langsat, Taman Literasi, Taman Banteng, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, tetap akan dibuka selama 24 jam mulai Juni 2025.

Pengunjung berbuka puasa di Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Jakarta, Sabtu (8/3/2025). Taman yang berada di kawasan Blok M ini menjadi lokasi favorit warga Jakarta untuk berbuka puasa saat Ramadhan. Pengunjung dapat menikmati berbagai sajian kuliner serta memanfaatkan berbagai fasilitas seperti perpustakaan dan taman bermain anak. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 08-03-2025

Melibatkan masyarakat

Warga Jakarta Selatan, Teresia (28), menyambut positif rencana penataan tiga taman di Jakarta Selatan. Menurut dia, penataan taman yang lebih baik, dengan tambahan fasilitas seperti jogging track dan renovasi area parkir, dapat meningkatkan kualitas ruang publik.

Selain itu, ide untuk membuka taman 24 jam juga dianggap sebagai langkah positif untuk menyediakan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang aktif di luar jam kerja.

Namun, Teresia khawatir, menjadikan Blok M sebagai pusat aktivitas ASEAN akan menyebabkan peningkatan kepadatan dan kemacetan di kawasan tersebut. Dengan peningkatan jumlah pengunjung dan kegiatan yang lebih ramai, dikhawatirkan bakal muncul dampak terhadap kenyamanan dan mobilitas warga sehari-hari.

Untuk itu, Teresia berharap, Pemprov Jakarta terus melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan implementasi proyek ini. Ia juga menyarankan agar Pemprov Jakarta berkonsultasi dengan komunitas setempat untuk memastikan bahwa pembangunan kawasan tersebut sesuai dengan kebutuhan warga.

”Agar proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek estetika dan identitas ASEAN, tetapi juga tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Taman Ayodya di Jakarta Selatan, Sabtu (12/4/2025).

Teresia juga berharap, taman-taman yang akan dibuka selama 24 jam itu terus dijaga kebersihannya serta terus dijaga keamanan dan kenyamanannya.

Dia mengatakan, salah satu taman di Jakarta Selatan yang merupakan favoritnya ialah Taman Ayodya. Baginya, Taman Ayodya bukan hanya sekadar taman kota, melainkan ruang publik yang menyediakan fasilitas lengkap untuk berolahraga, bersantai, atau berkumpul bersama teman.

Selain itu, taman ini juga menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis dan mudah diakses dari Stasiun MRT Blok M. Oleh karena itu, taman tersebut menjadikan pilihan ideal untuk menikmati waktu luang.

Quote

Agar proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek estetika dan identitas ASEAN, tetapi juga tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

”Saya sering ke Taman Ayodya. Saya harap agar taman ini lebih diperhatikan kebersihannya, terutama di sekitar kolam buatan,” ujar Teresia.

Saat dikunjungi pada Sabtu, Taman Ayodya terlihat tetap bersih meskipun baru saja dilanda hujan. Setelah hujan reda, jalan setapak dan area jogging track tetap nyaman dilalui. Pepohonan rindang di sekitar taman juga terawat dan tidak ada sampah yang terbawa oleh air hujan di dalam kolam buatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul