LIGA CHAMPIONS EROPA

Jalan Neraka Pertemuan Kedua

Edisi terakhir Liga Champions membuktikan tidak mudah melaju ke semifinal seusai kalah di laga pertama. Perlu kerja keras dan sedikit keajaiban untuk mewujudkannya.

09 Apr 2026 19:09 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, KAMIS — Separuh perjalanan babak perempat final Liga Champions Eropa tuntas pada Kamis (9/4/2026) dini hari. Sporting CP, Real Madrid, Liverpool, dan Barcelona perlu berjuang lebih keras pada pertemuan kedua yang akan berjalan layaknya neraka. Edisi musim lalu membuktikan betapa beratnya melaju ke semifinal dengan berbekal kekalahan pada pertemuan pertama.

Dari empat pertandingan perempat final musim lalu, empat tim yang melaju ke semifinal ialah mereka yang sukses memenangi pertemuan pertama. Inter Milan, Barca, Arsenal, dan Paris Saint-Germain memanfaatkan modal kemenangan pada pertemuan pertama sebagai istrumen untuk menekan psikologis lawan-lawan mereka.

Kendati beberapa di antara mereka mendapat perlawanan sengit pada pertemuan kedua, keempat tim tersebut sukses mempertahankan keunggulan. PSG pada akhirnya keluar sebagai juara.

Memenangkan pertandingan pertama dengan skor meyakinkan merupakan salah satu syarat lolos meski tidak selalu menjamin. Dalam turnamen fase gugur berformat kandang dan tandang, di atas kertas tuan rumah pada pertemuan kedua sedikit lebih diuntungkan.

Spain Champions League Soccer

Itu pula yang menyebabkan UEFA mengatur agar tim yang berperingkat lebih tinggi di fase liga berkesempatan menjadi tuan rumah pada pertemuan kedua. Dengan menjadi tuan rumah pertemuan kedua, mereka menguasai sepenuhnya hal-hal nonteknis untuk memuluskan langkah lolos. Aturan itu semata memberikan semacam privilese atau keistimewaan agar setiap peserta terpacu meraih posisi yang lebih tinggi.

Arsenal, Bayern Muenchen, PSG, dan Atletico Madrid mendapat modal berharga menatap pertemuan kedua pekan depan setelah mengatasi lawan masing-masing. Arsenal mempermalukan Sporting. Demikian pula Muenchen yang mengalahkan Real di markasnya. Sehari berselang, PSG menaklukkan Liverpool di saat Atletico berhasil menundukkan perlawanan Barca.

Bagi Barca, kekalahan dari Atletico terasa begitu menyesakkan. Selain terjadi di markas sendiri, Stadion Camp Nou, Barca sesungguhnya punya peluang untuk menang. Merujuk pada dominasi penguasaan bola dan kualitas peluang, Barca lebih unggul. Dari segi penguasaan bola Barca jauh lebih dominan dengan 58 persen. Untuk kualitas peluang yang tecermin dari nilai ekspektasi gol (xG) sebesar 1,1, Barca seharusnya bisa mencetak paling tidak satu gol.

Atletico dengan nilai xG yang jauh lebih rendah, 0,44 justru mampu mencetak dua gol. Petaka bagi ”Blaugrana” datang jelang babak pertama usai. Barca terpaksa harus bermain dengan 10 orang lantaran bek Pau Cubarsi menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Giuliano Simeone.

Bek Barcelona Pau Cubarsi (kiri) mendapat kartu merah dari wasit Istvan Kovacs pada laga Liga Champions lawan Atletico Madrid di Barcelona, Spanyol, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.

Pelanggaran itu terjadi tepat di depan kotak 16. Mendapat tendangan bebas, Julian Alvarez tidak melewatkan kesempatan membawa timnya unggul. Atletico kemudian sanggup memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dan keberhasilan mencetak gol lebih dulu. Penyerang Alexander Sorloth yang masuk sebagai pemain pengganti menggandakan keunggulan Atletico pada babak kedua.

”Sulit untuk comeback, tetapi kami telah melakukannya berkali-kali dan, meskipun ini di kandang mereka, kami akan tetap berusaha. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak ada (pihak) yang perlu disalahkan. Kami harus tetap positif,” ujar bek Barca, Ronald Araujo, dikutip dari Diario AS.

Beban serupa juga dipikul para pemain Real yang setidaknya harus mencetak dua gol tanpa kebobolan di markas Muenchen. Musim ini Muenchen punya catatan gemilang di Liga Champions dengan menyapu bersih lima laga kandang dengan kemenangan.

Di sisi lain Real pernah punya pengalaman buruk musim lalu dengan tidak lolos ke semifinal setelah disingkirkan Arsenal. Real gagal memetik kemenangan pada pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua, performa ”Los Blancos” meningkat seraya mampu memberikan perlawanan kepada Arsenal. Akan tetapi, defisit tiga gol terlampau besar dikejar Real yang pada akhirnya takluk 1-2 pada pertemuan kedua.

Spain Champions League Soccer

”Pertandingan tandang mungkin akan lebih rumit, tetapi kami memiliki kepercayaan diri. Ini adalah perempat final Liga Champions jadi kami tidak mengharapkan sesuatunya berjalan dengan mudah. ​​Kami tahu akan ada saat-saat ketika kami perlu bertahan dengan blok pertahanan rendah. Kami ingin menguasai bola, mempertahankannya dengan baik, mencetak gol pertama, dan mendominasi penguasaan bola. Mari kita lihat apakah taktik itu bisa berhasil bagi kami di Jerman,” tutur kiper Real, Andriy Lunin.

Tantangan lebih berat tentunya akan dialami Sporting yang harus membalikkan defisit satu gol di markas Arsenal pekan depan. Seperti Muenchen, Arsenal juga amat tangguh saat bermain di hadapan pendukungnya dengan mengemas lima kemenangan di Liga Champions. Selain itu, belum ada tim yang mampu mengalahkan Arsenal di Liga Champions musim ini.

”Saya percaya kita perlu bersikap dewasa dan cerdas dalam pendekatan kita untuk membalikkan hasil pertandingan. Kami akan bermain melawan tim kelas atas yang dapat membuat perbedaan di ruang sekecil apa pun. Saya sekarang sangat yakin bahwa kami akan kompetitif di London dan kami akan menyelesaikan pertandingan ini hingga akhir,” kata Pelatih Sporting Rui Borges.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra