Jalan Panjang dan Berliku Menuju Piala Dunia

Perebutan tiket Piala Dunia 2026 memasuki fase paling krusial bagi Indonesia, harus menggulingkan Arab Saudi dan Irak. Namun, tidak ada yang mustahil di sepak bola.

08 Okt 2025 12:01 WIB · Olahraga

Oleh Agung Setyahadi

Piala Dunia 2026 membuka lebar peluang tim-tim yang selama ini menjadi penonton putaran final, untuk merasakan sensasi panggung pesta bola terakbar itu. FIFA mengubah format turnamen menjadi 48 tim untuk pertama kali, dari sebelumnya 32 tim. Tambahan kuota 16 tim itu membangkitkan asa di setiap konfederasi untuk bergabung dengan tiga tuan rumah yang lolos langsung, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. 

Indonesia yang tergabung dalam AFC, di mana FIFA menambah kuota empat tim, naik 100 persen dari sebelumnya, juga berjuang keras meraih tiket Piala Dunia untuk pertama kali di era PSSI. Para pemain negeri ini memang pernah tampil di putaran final Piala Dunia 1938. Namun, zaman itu masih Hindia Belanda, bukan Indonesia yang baru merdeka pada 17 Agustus 1945.

Meskipun belum bernama tim nasional Indonesia, penampilan sebagian beberapa anak bangsa di Perancis, 87 tahun lalu itu, memberi harapan untuk bisa membawa Merah Putih ke panggung pesta bola dunia. Saat ini, Rizky Ridho dan kawan-kawan sedang memikul harapan lebih dari 250 juta penduduk Indonesia, untuk merebut tiket Piala Dunia. 

Skuad Garuda akan menjalani dua laga krusial melawan Arab Saudi dan Irak dalam putaran keempat kualifikasi. Kedua laga itu berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Laga kontra Arab Saudi berlangsung Kamis (9/10/2025) mulai pukul 00.15 WIB, dan laga kontra Irak bergulir Minggu (12/10/2025) mulai pukul 02.30 WIB. Dua laga ini bak final karena menjadi penentu tiket lolos ke Piala Dunia 2026. 

Indonesia mencapai babak ini setelah melalui perjuangan panjang dan berliku, dimulai dengan kemenangan manis 6-0 atas Brunei Darussalam di Stadion Gelora Bung Karno, pada laga perdana kualifikasi putaran pertama, 12 Oktober 2023. Pada laga kedua di kandang Brunei, Indonesia kembali menang setengah lusin gol tanpa balas. Ramadhan Sananta dan Dimas Drajat menjadi pencetak gol terbanyak di sepanjang kualifikasi, masing-masing dengan tiga gol. 

Selebrasi pemain timnas Indonesia Muhamad Dimas Drajad setelah mencetak gol ke gawang Brunei Darussalam pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2023). Anak asuh Shin Tae-yong akan kembali menghadapi Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan pada Selasa (17/10/2023). Kompas/Priyombodo (PRI) 12-10-2023

Awal manis itu mengantar Indonesia yang masih diasuh oleh Shin Tae-yong melangkah ke putaran kedua. Tantangan semakin berat, ditegaskan dengan kekalahan 1-5 dari Irak pada laga pertama Grup F, dan di laga kedua bermain 1-1 kontra Filipina.

Indonesia akhirnya lolos ke putaran ketiga berkat dua kemenangan kontra Vietnam, serta menggulung Filipina 2-0 di Stadion GBK pada laga terakhir Grup F pada 11 Juni 2024. Indonesia lolos sebagai runner-up grup, mengumpulkan 10 poin.

Langkah menuju putara ketiga ini mengobarkan harapan untuk segera meraih tiket ke putaran final. Namun, tantangannya sangat berat karena Indonesia tergabung dalam Grup C bersama langganan Piala Dunia, Jepang dan Australia, serta tim kuat Arab Saudi.

Skenario bagaimana Indonesia bisa lolos berhamburan di media sosial. Para pencinta sepak bola Tanah Air memainkan imajinasinya, menciptakan keriuhan yang memompa adrenalin. Dua laga pertama, kontra Arab Saudi dan Australia, yang berakhir imbang, semakin membakar semangat dan mendongkrak harapan hingga menyentuh langit. 

Namun, asa itu kemudian menjadi amarah, pascahasil imbang kontra Bahrain yang mencetak gol penyama kedudukan 2-2 pada menit 90+9. Wasit asal Oman, Ahmed al-Kaf, menjadi bulan-bulanan warganet Indonesia yang marah akibat kepemimpinan yang dinilai tidak fair. 

Pemain timnas Indonesia, Marselino Ferdinan (kedua dari kiri), berebut menyundul bola dengan pemain timnas Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Indonesia mengalahkan Bahrain dengan skor 1-0. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 26-03-2025

Momen ini kemudian diikuti dua hasil mengecewakan, kalah 1-2 dari China dan dibantai 0-4 oleh Jepang. Dua kekalahan ini menjadi topik panas, hingga muncul dua kubu, pendukung Shin Tae-yong, dan kelompok yang menginginkan pelatih asal Korea Selatan itu didepak.

Kontestasi di luar lapangan itu terus memanas, bahkan kemenangan 2-0 atas Arab Saudi berkat gol yang diborong Marselino Ferdinan tidak mampu meredakan pro-kontra Shin Tae-yong. 

Keriuhan itu berbuntut pada pemecatan Shin, dan PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia. Kredibilitas mantan bintang sepak bola asal Belanda itu menjadi sorotan, dan semakin panas menyusul kekalahan telak 1-5 di kandang Australia dalam laga perdananya memimpin skuad Garuda.

Kluivert kemudian membawa Indonesia menang tipis, 1-0, atas China dan Bahrain. Kemenangan yang sedikit melegakan, tetapi kemudian terbanting kembali karena Indonesia dibantai 0-6 oleh skuad Samurai Biru pada laga terakhir putaran ketiga, 10 Juni 2025. 

Putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC meloloskan Jepang dan Australia ke putaran final Piala Dunia 2026, sedangkan Indonesia melaju ke putaran keempat bersama dengan Arab Saudi. Dalam undian putaran keempat, Indonesia masuk dalam Grup B bersama dengan Irak dan Arab Saudi. Adapun Grup A dihuni oleh Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman. 

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menyapa wartawan disela-sela melatih anak asuhnya di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/9/2024).  Indonesia akan menghadapi Australia pada pertandingan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia  yang akan digelar pada Selasa (10/9/2024) di Stadion Utama GBK.

Dua tim yang masing-masing menjuarai grup akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, sedangkan dua tim peringkat kedua di setiap grup akan melaju ke putaran kelima kualifikasi. Mereka akan bertarung dalam dua laga kandang-tandang untuk memperebutkan tiket inter-confederation playoff. 

Laga playoff ini akan berlangsung di Meksiko, sekaligus sebagai gladi bersih penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sementara ini, pertandingan diyakini akan berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, dan Stadion Akron, Guadalajara. Jadwal kualifikasi pada 23-31 Maret 2026.

Laga playoff ini mempertemukan pemenang putaran kelima zona AFC, pemenang putaran dua zona CAF, dua tim runner-up putaran ketiga zona Concacaf, tim peringkat ketujuh Conmebol, serta peringkat kedua putaran ketiga zona OFC. Wakil Conmebol adalah Bolivia, dan wakil Oseania atau OFC adalah Kaledonia Baru. 

Enam tim yang lolos playoff akan menggunakan dua bagan dengan format semifinal dan final, setiap bagan berisi tiga tim. Pengelompokan tim akan berdasarkan peringkat FIFA, di mana dua tim seeded—dua tim yang memiliki peringkat FIFA tertinggi di antara enam tim playoff—akan lolos langsung ke babak final playoff. Adapun empat tim unseeded akan menjalani satu laga di babak semifinal di bagan masing-masing. 

Pemenang semifinal akan bertemu tim seeded yang sudah menunggu di final. Dua pemenang babak final akan mendapat tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Saat ini, dari kuota 48 tim di putaran final, sudah ada 15 tim yang lolos dari kualifikasi ditambah tiga tim tuan rumah. Jadi, dari kuota 48 tim, masih ada 30 tiket untuk diperebutkan, termasuk dua tiket inter-confederation playoff. 

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert (kedua kanan) memberikan instruksi saat memimpin sesi latihan perdana di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Senin (26/5/2025). Timnas Indonesia mulai menjalani pemusatan latihan di Bali hingga Sabtu (31/5) sebagai persiapan menjelang laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym.

Saat ini, 18 tim yang sudah lolos adalah tiga tim penyelenggara, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Di zona AFC, ada Australia, Iran, Uzbekistan, Jordania, Korea Selatan, dan Jepang. Di zona CAF atau Afrika, ada dua tim yang sudah lolos, yaitu Maroko dan Tunisia. Di zona Conmebol ada enam langganan Piala Dunia, yaitu Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, Paraguay, dan Uruguay, sedangkan di zona OFC tim yang sudah lolos adalah Selandia Baru. 

Persaingan di babak playoff sangat sulit sehingga Indonesia perlu berjuang mati-matian dalam putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC untuk menjadi juara Grup B. Tantangannya memang tidak mudah, tetapi bukan mustahil.

Catatan Indonesia kontra Irak memang tidak bagus, dari sembilan pertemuan terakhir, Indonesia kalah delapan kali dan imbang sekali. Adapun dalam 14 pertemuan dengan Arab Saudi, Indonesia baru menang sekali, dua kali imbang, dan 12 kali kalah. Semoga dalam laga Kamis dini hari nanti, Jay Idzes dan kawan-kawan meraih kemenangan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji