Perdebatan kiper utama timnas Spanyol masih akan panjang. Laga semifinal Piala Super Spanyol antara Barcelona dan Athletic Bilbao belum menjawabnya.
08 Jan 2026 14:20 WIB · Olahraga
AP
Semifinal Piala Super Spanyol antara Barcelona dan Athletic Bilbao belum menyediakan jawaban atas teka-teki siapa kiper terhebat ”Tim Matador”. Meski performa buruk Unai Simon berkontribusi terhadap kekalahan 0-5 Bilbao, hal itu belum bisa jadi acuan bahwa Joan Garcia sudah melampauinya.
Performa Garcia di bawah mistar Barca memang sedang meningkat. Berbagai macam penyelamatan pentingnya mampu mengantarkan ”Blaugrana” meraih sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Dari sembilan kemenangan itu, lima laga berakhir nirbobol secara beruntun, termasuk saat mengalahkan Espanyol pada Derbi Catalan pekan lalu.
Kebangkitan Barca seusai kalah dari Chelsea di Liga Champions turut mendongkrak reputasi Garcia. Banyak pihak menilai Garcia adalah kiper terbaik Spanyol saat ini. Posisi kiper utama timnas Spanyol saat ini dipegang Unai Simon dari Bilbao. Oleh sebab itu, banyak pihak melabeli laga semifinal Piala Super Spanyol antara Barca dan Bilbao sebagai pertarungan perebutan kiper utama Spanyol.
Panggung semegah semifinal Piala Super Spanyol adalah arena yang layak bagi kedua kiper itu untuk bertarung. Simon berusaha mempertahankan tempatnya, sementara Garcia mengintip peluang menembus timnas demi kesempatan tampil di Piala Dunia 2026 pertengahan tahun nanti.
Hasil akhir laga menguntungkan Garcia. Simon tampak seperti kehilangan akal membendung tembakan demi tembakan para pemain Barca. Dari tujuh tembakan tepat sasaran Barca, hanya dua yang bisa diselamatkan Simon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/08/c14a92faa626b6a937d7168d78be1b3e-Saudi_Spain_Soccer_Super_Cup_135128607.jpg)
”Ini adalah salah satu pertandingan terburuk kami dalam waktu yang lama. Itu sangat buruk bagi kami. Kami memulai dengan baik, tetapi kemudian kami kesulitan setelah gol pertama mereka. Melawan tim seperti ini, jika Anda lengah, mereka akan menghancurkan Anda karena mereka tidak mengenal ampun. Itu menyakitkan,” kata Pelatih Bilbao Ernesto Valverde seusai laga, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi.
Meski hasil akhir laga tampak akan memperkuat posisi Garcia sebagai pilihan utama Spanyol di Piala Dunia, kelayakannya masih dipertanyakan. Sebab, sepanjang laga, Garcia tidak mendapat ujian berarti dari para pemain Bilbao yang hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.
Satu-satunya peluang terbaik Bilbao datang dari kaki Unai Gomez yang lolos dari jebakan off-side Barca. Namun, Garcia dengan sigap maju untuk mempersempit ruang tembak dan pergerakan Gomez. Dengan cara itu, Gomez yang sudah tinggal berhadapan dengan Garcia dipaksa menembak bukan dengan kaki terkuatnya sehingga tendangannya melenceng dari target.
Selebihnya, peluang-peluang Bilbao datang dari tembakan jarak jauh. Dengan kemampuan refleksnya yang di atas rata-rata, jenis tembakan seperti itu bisa dengan mudah dipatahkan Garcia.
Kondisi sebaliknya dialami Simon. Sepanjang laga, ia harus berjibaku menahan gempuran agresif Barca yang melepaskan 13 tembakan. Pertahanan Bilbao digempur dari segala sisi. Raphinha (dua gol), Ferran Torres, Fermin Lopez, dan Roony Bardghji bergantian membobol gawang Simon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/08/2be41542cc506fc40277c359f864cea3-Saudi_Spain_Soccer_Super_Cup_135127837.jpg)
Menurut catatan Opta, keberhasilan Barca menang lima gol tanpa balas menjadikan mereka sebagai tim pertama dalam sejarah Piala Super Spanyol dengan kemenangan terbesar dalam satu laga. Fakta yang tentunya baik untuk Barca, tetapi aib bagi Simon.
Performa Simon agak disorot, terutama saat gagal mengamankan secara sempurna tembakan keras jarak dekat Bardghji. Tangan Simon sudah mencoba mengeblok tendangan Bardghji, tetapi bola tetap meluncur ke dalam gawang.
”Para penyerang benar-benar tampil maksimal dan mereka membantu sepanjang waktu. Kami sedang dalam rentetan clean sheet yang bagus, yang juga penting,” kata bek Barca Pau Cubarsi.
Nyatanya, pertandingan yang berjalan timpang itu justru merugikan Garcia. Posisinya menjadi tidak imbang dengan Simon. Di saat Simon bersusah payah menggagalkan rentetan tembakan, Garcia relatif lebih ”santai” sepanjang pertandingan.
Dalam perlombaan yang melibatkan dua pihak, tidak adil menilai di saat salah satu pihak berada pada situasi dan kondisi yang jauh berbeda. Bagaimana mungkin menghakimi Simon, sementara Garcia tidak cukup disibukkan sepanjang laga.
Jika ingin menguji siapa yang layak jadi kiper utama timnas Spanyol, penilaiannya harus dilakukan dengan mendasarkan performa Simon dan Garcia secara menyeluruh. Bukan hanya dari satu laga yang berjalan timpang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/08/13e1737009b71901c01bed1badd2ac61-Spain_La_Liga_Soccer_135036733.jpg)
Media olahraga Spanyol, Diario AS, menyebut Luis de la Fuente terus menyimak perkembangan Garcia ataupun Simon, meski Pelatih Spanyol itu sebelumnya sudah menyatakan tetap menaruh kepercayaan kepada Simon yang berjasa mengantarkan Spanyol meraih kejayaan di Liga Nasional UEFA 2023 dan Piala Eropa 2024.
Walau begitu selalu ada ruang untuk perubahan rencana. Keputusan akhir mengenai susunan pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia kemungkinan besar diputuskan Fuente pada Maret. Peluang Garcia tidak sama sekali tertutup. Jika ada salah satu dari tiga kiper Spanyol yang cedera, Garcia berpotensi mendapat panggilan.
Terlepas dari sengitnya persaingan memperebutkan kiper utama Spanyol, Garcia dan Simon tidak menunjukkan ekspresi sebagaimana rival. Setelah laga, mereka berpelukan dan memberikan semangat satu sama lain.
Hubungan Garcia dengan Simon berbeda dengan Marc-Andre ter Stegen, yang memasang wajah tegang bercampur khawatir saat Garcia sukses membukukan rentetan penyelamatan gemilang saat melawan Villarreal.
Penampilan gemilang Garcia sudah pasti akan membuka pintu keluar dari klub bagi Ter Stegen yang perannya di bawah mistar kian mengecil akibat diambil alih kompatriotnya itu. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji