Jalan Panjang Solusi Gol Manchester United

Ruben Amorim kembali harus memeras otak untuk memecahkan masalah lini depan ”Setan Merah”. Bursa transfer dipandang sebagai solusi meningkatkan kualitas tim.

03 Feb 2025 10:30 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MANCHESTER, SENIN — Upaya Manchester United mencari jalan keluar dari permasalahan mencetak gol tidak kunjung usai. Secercah cahaya sempat terpancar dari penampilan gemilang Kobbie Mainoo saat menghadapi FCSB di Liga Europa. Namun, Mainoo rupanya belum bisa memberi solusi instan pada kompetisi seketat Liga Inggris.

Manajer MU Ruben Amorim membuat gebrakan mengejutkan saat kalah 0-2 dari Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (2/2/2025) malam WIB. Alih-alih menempatkan Joshua Zirkzee atau Rasmus Hojlund sebagai penyerang, Amorim justru memercayakan lini depan kepada Kobbie Mainoo.

Pemain berusia 19 tahun tersebut bermain sebagai penyerang palsu (false nine) dalam formasi 3-4-3. Mainoo diapit oleh Alejandro Garnacho yang beroperasi sebagai penyerang sayap kiri dan Amad Diallo di kanan.

Penugasan sebagai penyerang palsu ini cukup unik mengingat posisi alami Mainoo sebagai gelandang bertahan. Amorim memercayakan lini serang setelah Mainoo tampil sangat impresif saat membekap FCSB, 2-0, pada laga sebelumnya.

Pemain Manchester United Kobbie Mainoo (kiri) berebut bola dengan pemain Crystal Palace Will Hughes pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (2/2/2025) malam WIB. MU kalah 0-2 pada laga itu.

Pada laga itu, eksperimen Amorim yang mendorong posisi Mainoo agak maju sebagai gelandang serang berbuah manis. Mainoo menjadi bintang kemenangan MU dengan sumbangan satu gol dan satu asisnya.

Kesuksesan serupa coba diulangi Amorim untuk meraih hasil maksimal atas Palace. Lebih dari itu, Amorim bahkan menempatkan Mainoo sebagai penyerang palsu, bukan gelandang serang seperti sebelumnya, untuk melihat sejauh mana naluri mencetak golnya.

Walau penyerang palsu tergolong peran yang cukup asing, Mainoo tetap bisa bermain bagus pada babak pertama. Dia sempat mengarsiteki peluang yang diciptakan Garnacho. Namun, sepakan keras Garnacho masih bisa dihalau bek Chris Richards.

Tidak hanya menyediakan umpan matang, Mainoo juga turut mengancam gawang Palace. Menerima umpan dari Amad, Mainoo melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti, tetapi upayanya masih membentur tiang gawang.

Pemain Manchester United Kobbie Mainoo (tengah) berebut bola dengan pemain Crystal Palace Maxence Lacroix (kanan) pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (2/2/2025) malam WIB. MU kalah 0-2 pada laga itu.

Itulah satu-satunya peluang emas dari Mainoo pada laga ini. Pada babak kedua, performa Mainoo kurang berkembang hingga Amorim memutuskan menggantinya dengan Hojlund. Meski demikian, paceklik gol MU tetap berlanjut hingga laga usai.

Palace pada akhirnya pulang dengan tiga poin berkat penampilan cemerlang penyerang Jean-Philippe Mateta yang mencetak dua gol di babak kedua. MU pun menelan pil pahit dengan menderita kekalahan ketujuh di kandang musim ini.

Masalah pelik

Hasil ini mempertegas masalah pelik MU di lini serang. Kekalahan dari Palace membuat ”Setan Merah” kembali turun ke peringkat ke-13 klasemen sementara. Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah selisih gol MU masih defisit enam gol. MU tercatat sebagai tim yang tidak terlalu tajam. Mereka hanya mencetak rerata 1,2 gol per laga dan berada di peringkat ke-15 dari 20 tim dengan koleksi gol terbanyak di liga.

”Hari ini kami memilih bermain dengan Kobbie untuk memanfaatkan karakteristiknya. Itu bukan berarti kami tidak menyukai Rasmus atau Joshua. Terkadang, tim mencetak gol dengan menciptakan situasi untuk menggunakan karakteristik yang tepat. Itu tidak berarti jika Anda bermain dengan dua penyerang, Anda akan mencetak lebih banyak gol. Jadi, saya pikir itu masalah bagi tim dan kami telah membicarakannya sepanjang waktu. Kami perlu meningkatkan performa kami dalam setiap aspek permainan, terutama mencetak gol,” tutur Amorim saat disinggung mengenai persoalan mencetak gol MU.

Pemain Crystal Palace Jean-Philippe Mateta merayakan golnya ke gawang Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (2/2/2025) malam WIB. MU kalah 0-2 pada laga itu.

Dari apa yang dikatakan Amorim, bisa disimpulkan bahwa upaya MU untuk mengurai persoalan seretnya lini depan masih menemui jalan panjang. Mainoo yang awalnya menjadi secercah harapan ternyata belum bisa menanggung beban itu seorang diri pada kompetisi seketat Liga Inggris.

Bursa transfer jadi pilihan Amorim untuk meningkatkan performa lini serang. Pada bursa transfer Januari ini, MU dikaitkan dengan sejumlah penyerang, seperti Christopher Nkunku (Chelsea), Mathys Tel (Bayern Muenchen), dan Leon Bailey (Aston Villa). Namun, kesepakatan untuk mendatangkan Bailey dipastikan tidak akan terwujud.

”Kami harus meningkatkan kemampuan sebagai tim untuk mencetak gol, dan kami berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan tim. Pasar (transfer) ini benar-benar menyulitkan bagi klub, untuk membuat beberapa kesepakatan di sini, itu sulit,” ujar Amorim.

Sejauh ini, Amorim baru mengamankan jasa Patrick Dorgu. Bek sayap kanan asal klub Italia, Lecce, tersebut sekaligus menjadi perekrutan pertama Amorim sebagai Manajer MU.

Dorgu dinilai cocok untuk sistem tiga bek Amorim yang menuntut bek sayap dalam situasi menyerang. Diogo Dalot dan Noussair Mazaroui dirasa belum cukup mumpuni dalam mengemban tugas tersebut. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .