Undian kualifikasi Piala Dunia 2026 membawa Italia pada dua kemungkinan jalan masa depan yang berbeda.
14 Des 2024 08:30 WIB · Olahraga
Dalam ilmu fisika, kita mengenal teori dunia paralel atau multiverse. Teori ini menjelaskan bahwa alam semesta terhimpun dari berbagai macam versi masa depan. Satu pilihan kecil yang seseorang ambil dalam perjalanan hidupnya membawa konsekuensi pada masa depan yang berbeda-beda. Masa depan seseorang berlangsung beriringan secara paralel dalam beberapa versi semesta yang lain. Hal inilah yang dialami Italia setelah pengundian grup penyisihan Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Undian kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Zurich, Swiss, Jumat (13/12/2024) malam WIB, menempatkan Italia pada dua jalur menuju Piala Dunia. Tim ”Azzurri” terbelah pada kemungkinan akan masuk Grup A atau Grup I.
Kondisi ini terjadi karena 54 negara peserta kualifikasi zona Eropa terbagi ke dalam 12 grup yang persebarannya tidak merata. Ada enam grup berisi lima tim, di sisi lain enam grup sisanya berisi empat tim.
UEFA merancang babak kualifikasi menjadi seperti itu karena harus mengakomodasi empat tim semifinalis Liga Nasional UEFA yang akan menjalani laga puncak pada Juni 2025. Grup yang berisi empat tim akan memulai rangkaian laga kualifikasi Piala Dunia pada September 2025. Keempat tim semifinalis Liga Nasional UEFA akan dimasukkan dalam grup yang berisi empat tim pada kualifikasi Piala Dunia. Dengan begitu, tercipta solusi yang saling menguntungkan. Jalannya babak kualifikasi Piala Dunia tidak akan mengganggu laga puncak Liga Nasional UEFA.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/14/7627c96002981b8730d2e8e33f744fec-e1667018cc2e489eb7e8824b0de28787_0_a63b9bf42efb4e7990bdcc5f7b1c2278.jpg)
Pengaturan itu berdampak langsung pada delapan tim yang lolos perempat final Liga Nasional UEFA, termasuk Italia. Seperti Italia, para peserta perempat final Liga Nasional UEFA juga punya dua calon grup seperti Italia. Kepastian grup mereka sangat ditentukan pada hasil pertandingan perempat final Liga Nasional UEFA.
Italia, misalnya, akan menempati Grup A jika mampu menang atas Jerman pada perempat final Liga Nasional Eropa, Maret 2025. Dengan menang atas Jerman, Italia akan lolos ke semifinal. Seperti ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya, semifinalis Liga Nasional UEFA berhak masuk grup yang hanya berisi empat tim dan akan memulai kualifikasi Piala Dunia pada September 2025.
Hingga saat ini ada tiga tim yang sudah dipastikan masuk Grup A, yaitu Slowakia, Irlandia Utara, dan Luksemburg. Secara di atas kertas, Italia sedikit lebih diuntungkan dengan masuk Grup A mengingat lawan-lawan yang dihadapi relatif lebih mudah.
Situasi sebaliknya terjadi jika Italia kalah dari Jerman dan masuk Grup I yang akan diisi lima tim. Grup I sejauh ini terdiri dari Norwegia, Israel, Estonia, dan Moldova. Media-media lokal beropini, jalan Italia menuju Piala Dunia akan lebih berat jika masuk Grup I. Ini lantaran Italia harus menghadapi Norwegia yang diperkuat penyerang haus gol, Erling Haaland.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/14/0aff4d8f5bca65b81992a3b337e74311-9899b1c5817c4571ba05329803da0f96_0_658037c5c2ac4a1eb64c7335c5c56c81.jpg)
Kami harus lolos ke babak kualifikasi dengan kemenangan sebanyak mungkin. Kami harus serius di Liga Nasional UEFA. Kami harus turun ke lapangan dengan keinginan untuk memenangi semua pertandingan.
Hanya juara dari 12 grup yang berhak lolos otomatis ke babak utama Piala Dunia. Adapun runner-up grup harus menjalani laga playoff bersama empat tim teratas Liga Nasional UEFA yang tidak masuk dua tim teratas kualifikasi.
Ke-16 tim peserta playoff akan dibagi dalam empat grup yang masing-masing berisi empat tim. Keempat tim dalam tiap grup langsung menjalani laga semifinal dan final yang berlangsung dalam satu leg (laga). Dengan begitu, akan didapat empat pemenang dalam tiap grup yang menyusul 12 tim yang lebih dulu lolos Piala Dunia.
Italia sudah barang tentu akan berupaya mencari jalan termudah sekaligus teraman menuju Piala Dunia. Perjuangan tim besutan Pelatih Luciano Spalletti itu pun sudah akan dimulai saat bertemu Jerman pada perempat final Liga Nasional UEFA. Semua itu dilatari dari pengalaman buruk Italia yang tidak lolos Piala Dunia secara dua kali beruntun pada edisi 2018 dan 2022.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2022, Italia hanya mampu menjadi runner-up Grup C di bawah Swiss sehingga harus menjalani babak playoff. Pada babak playoff, Italia yang kala itu diasuh Roberto Mancini secara mengejutkan kalah 0-1 dari Makedonia Utara pada semifinal.
Belajar dari pengalaman tersebut, Spalletti menargetkan timnya sebisa mungkin lolos otomatis sebagai juara grup ke Piala Dunia. ”Kami harus lolos ke babak kualifikasi dengan kemenangan sebanyak mungkin. Kami harus serius di Liga Nasional UEFA. Kami harus turun ke lapangan dengan keinginan untuk memenangi semua pertandingan,” ujar Spalletti merespons hasil undian kualifikasi Piala Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/14/daffb26ce67a8d7ca743c8573c129d18-fc13d3311f7548058e3690f5a5555cdd_0_94d81db4031547b8a09acad91b30d5f2.jpg)
Seperti Spalletti, Jerman juga berusaha semaksimal mungkin untuk menang lalu menempati Grup A. Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menganalisis perjalanan timnya akan lebih berat jika masuk Grup I dan bertemu Norwegia.
”Grup A mungkin merupakan jalur yang lebih mudah, tetapi kami harus mengalahkan Italia terlebih dahulu. Itulah langkah selanjutnya,” kata Nagelsmann.
Sebagaimana teori dunia paralel, detail-detail kecil pembentuk masa depan Italia sudah dimulai sejak saat ini. Akan ada beberapa kemungkinan Italia di masa mendatang; dan gagal tiga kali beruntun masuk Piala Dunia tentu menjadi hal yang sangat dihindari Spalletti sehingga laga perempat final Liga Nasional UEFA melawan Jerman akan berlangsung layaknya final.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra