Tiga poin dari Atalanta akan membawa Juventus ke posisi ketiga. Hasil nirmenang dalam enam musim di kandang kontra ”Si Dewi” jadi pengganjal psikologis Juve.
08 Mar 2025 15:34 WIB · Olahraga
TURIN, SABTU — Berkat koleksi lima kemenangan beruntun sejak Februari, Juventus mengalami perubahan nasib di Liga Italia. Menghadapi Atalanta, Senin (10/3/2025) pukul 02.45 WIB, di Stadion Allianz adalah kesempatan terbaik ”Nyonya Besar” untuk menguji kesiapan mengganggu hegemoni Inter Milan dan Napoli dalam jalan menuju scudetto.
Perubahan nasib itu tersaji sejak Juve menelan kekalahan pertama di liga dari Napoli pada 26 Januari lalu. Setelah hasil negatif itu, performa Kenan Yildiz dan kawan-kawan membaik sekaligus konsisten meraih kemenangan. Empoli, Como, Cagliari, Hellas Veron, bahkan pemuncak klasemen, Inter Milan, ditaklukkan.
Tren kemenangan itu membantu Juve memangkas jarak poin yang awalnya berselisih 16 poin dari pemuncak klasemen di pekan ke-22, kini Si Nyonya Besar hanya berjarak enam poin dari peringkat pertama alias capolista. Situasi itu tentu membuka kesempatan Juve untuk bersaing meraih trofi Liga Italia.
Juve sejatinya layak menaikkan target dari sekadar finis di zona empat besar menjadi mengejar scudetto. Sebab, fokus mereka sudah sepenuhnya berada di Liga Italia setelah tersisih di Liga Champions dan Coppa Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/8249a2d419be7d86382668e9b650051b-wires_photo_54_.jpg)
Penampilan yang konsisten dalam lima laga terakhir juga dibantu dengan mulai tebalnya kedalaman skuad. Hal itu disebabkan pulihnya sejumlah pemain andalan, terutama di pos lini belakang. Pierre Kalulu dan Renato Veiga sudah berlatih dengan skuad jelang gim menghadapi Atalanta.
Alberto Costa, bek sayap kanan, sudah mendapatkan debut tampil di liga ketika menghadapi Verona, pekan lalu. Proses adaptasi pemain asal Portugal itu menyajikan opsi lebih banyak bagi Pelatih Juve Thiago Motta untuk posisi bek sayap. Costa memiliki potensi untuk bergantian dengan Timothy Weah. Andrea Cambiaso juga sudah menemukan sentuhan terbaiknya setelah masalah kebugaran sejak akhir 2024 lalu.
Namun, skuad Juve belum memikirkan peluang mereka untuk menjadi pesaing langsung Inter dan Napoli untuk merebut gelar pada akhir musim ini. Dibandingkan membahas posisi mereka di papan klasemen, Randal Kolo Muani, penyerang Juve, menyebut timnya hanya fokus menghadapi pertandingan demi pertandingan. Ia yakin, jika bisa menjaga konsistensi hasil positif, posisi Juve akan semakin membaik.
”Dalam sepak bola, lebih baik kami untuk hanya memikirkan persiapan setiap laga. Saya sudah menantikan laga melawan Atalanta yang menuntut kami fokus selama pertandingan. Saya juga senang akan menghadapi Retegui (penyerang Atalanta) yang nyaman di depan gawang dan rasa lapar untuk gol,” tutur Kolo Muani dilansir Repubblica edisi Jumat (7/3/2025).
Meskipun belum akan naik ke peringkat pertama, kemenangan atas Atalanta akan membantu Juve mengudeta peringkat ketiga berkat keunggulan rekor pertemuan. Si Nyonya Besar akan menyamai perolehan 55 poin milik ”Si Dewi”, julukan Atalanta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/92baca9930cf8f250ea67ec8627a8fbe-wires_photo_53_.jpg)
Meraih kemenangan atas Atalanta di kandang tentu bukan perkara mudah bagi Juve. Sudah enam musim Juve tidak pernah mengalahkan Atalanta pada gim liga di Allianz Arena.
Dalam enam duel itu, Juve harus puas bermain imbang. Kemudian, Atalanta mampu membawa pulang kemenangan pada musim 2021-2022 berkat gol tunggal penyerang asal Kolombia, Duvan Zapata.
Terakhir kali Si Nyonya Besar menggenggam tiga poin dari Atalanta di depan pendukung sendiri tercipta pada musim 2017-2018, tepatnya 15 Maret 2018. Juve mengandaskan Atalanta 2-0 lewat sumbangan dua pemain yang saat ini sudah gantung sepatu, yakni Blaise Matuidi dan Gonzalo Higuain.
Kemenangan itu juga menjadi peragaan superioritas mutlak Juve atas Atalanta di duel lapangan hijau. Selain unggul angka di papan skor, Juve juga lebih dominan dalam penguasaan bola (51 persen berbanding 49 persen) serta kreasi tembakan (15 versus delapan). Dalam enam musim terakhir, Juve gagal menang atas Atalanta, juga gagal membendung dominasi Si Dewi setidaknya dalam penguasaan bola.
”Tujuan terdekat kami adalah menaklukkan dan mengudeta posisi Atalanta di klasemen. Melawan mereka selalu menghasilkan pertandingan yang bertensi tinggi karena mereka menyajikan permainan yang menarik,” ucap Cambiaso dilansir Tuttosport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/5007eaa696c8b6155115ef3a23536541-wires_photo_52_.jpg)
Jika Juve tampil meningkat sejak Februari, Atalanta justru menunjukkan kemunduran yang signifikan. Mereka menjalani tiga pertandingan dengan hasil imbang, termasuk dua gim berakhir tanpa gol. Pada dua gim lainnya, anak asuhan Gian Piero Gasperino meraup kemenangan tandang meyakinkan 5-0 atas Verona dan Empoli.
Gejala inkonsistensi itu menjadi sorotan Gasperini jelang menuju Turin. Gasperini mengakui anak asuhannya memiliki masalah konsistensi dalam penyelesaian akhir. Mereka tampil brilian dengan menaklukkan Empoli, tim zona degradasi, 5-0. Namun, mereka buntu membongkar pertahanan penghuni zona merah lainnya, Venezia, yang dipimpin bek tim nasional Indonesia, Jay Idzes.
”Kelemahan kami adalah menjaga konsistensi dalam area menyerang. Dalam beberapa laga terakhir, pemain telah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, tetapi hasil tak memihak kami. Saya yakin kami akan kembali ke jalur kemenangan,” ucap Gasperini kepada DAZN.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto