Jalur Distribusi Panjang, Harga Beras di Kalimantan Sering di Atas HET

Harga beras di Kalimantan kerap berada di atas harga eceran tertinggi. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan transportasi.

22 Sep 2025 06:00 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Sucipto

Pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium pada 22 Agustus 2025 melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025. Namun, harga beras di daerah rata-rata masih di atas HET.

Di Kalimantan, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp 14.000 per kilogram (kg). Berdasarkan data Badan Pangan Nasional melalui panelharga.badanpangan.go.id pada 20 September 2025, harga rata-rata beras medium di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai Rp 15.528 per kg atau 10,91 persen lebih tinggi di atas HET.

Hal itu juga terjadi pada beras premium pada periode yang sama. HET beras premium di Kalimantan ditetapkan Rp 15.400 per kg. Namun, rata-rata beras premium di Kaltim mencapai Rp 17.590 per kg atau 14,22 persen di atas HET.

Pedagang pasar mengatakan, mereka sudah mendapatkan harga di atas HET saat berbelanja di agen atau distributor. Ny Jimi (55), pedagang di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, misalnya, menjual beras premium kepada konsumen mulai Rp 17.000 per kg sampai Rp 19.000 per kg.

”Saya belanja di agennya sudah tinggi, di atas HET beras premium. Saya cuma ambil untung Rp 1.000 dari harga jual ke konsumen,” kata Jimi, Sabtu (20/9/2025).

Ibu Jimi (55) menunjukkan beras premium yang ia jual dengan harga Rp 19.000 di kiosnya di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (23/7/2025). Ia terpaksa menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) beras premium di Kalimantan Rp 15.400 karena harga dari distributor sudah sekitar Rp 18.000.

Jika ditilik lebih rinci, dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim, tak ada daerah dengan harga beras yang sesuai HET di pasaran. Hal itu terlihat di laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (laminetam.id).

Harga beras tertinggi di Kaltim berada di Kabupaten Mahakam Ulu yang masih minim jalur darat. Beras premium di Mahakam Ulu mencapai Rp 20.000 per kg dan beras medium Rp 18.500 per kg.

Kawit Tekwan (54), warga Mahakam Ulu, mengatakan, sebagian besar beras didatangkan ke kampungnya dari Kota Samarinda melalui jalur sungai. Perjalanannya butuh waktu sekitar 24 jam sehingga ongkos angkut mahal.

”Sebagian dari kami memang tanam padi gunung, tetapi tidak mencukupi untuk kebutuhan pangan per kecamatan,” kata Kawit.

Perahu kayu besar (long boat) yang membawa bahan pokok karam karena jebol saat melewati riam dan bebatuan saat Sungai Mahakam surut di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Jumat (25/7/2025). Surutnya air Sungai Mahakam membuat distribusi barang dengan perahu terganggu dan butuh BBM semakin tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, secara umum, Kaltim bukan daerah penghasil padi. Lebih dari 50 persen kebutuhan padi Kaltim didatangkan dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Hal itu yang disinyalir menjadi salah satu penyebab harga beras di Kaltim di atas HET. Jalur distribusi antarpulau ditambah pengiriman beras yang rumit antarkabupaten dan kota bikin harga beras di Kaltim tak sesuai HET.

Penyerapan beras lokal

Harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah kering panen ke petani naik menjadi Rp 6.500 per kg tahun ini. Di satu sisi, hal tersebut membuat petani senang karena berasnya langsung terserap oleh pemerintah dengan harga lebih tinggi.

Namun, di sisi lain, Heni melihat kebijakan pemerintah menaikkan HPP gabah kering panen menyebabkan biaya produksi bertambah. Hal itu membuat distributor beras sudah mendapat beras dari produsen dengan harga di atas HET.

Mengatasi hal tersebut, Pemprov Kaltim akan memantau dan berkoordinasi kepada distributor mengenai penyebab harga beras di atas HET. Heni mengatakan, pihaknya akan mengadakan pasar murah dengan menyebarkan beras medium dan premium yang sesuai HET.

Beras premium seharga Rp 19.000 dijajakan di salah satu kios di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (23/7/2025). Penjual terpaksa menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) beras premium di Kalimantan (Rp 15.400) karena harga dari distributor sudah sekitar Rp 18.000.

”Kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Bulog, untuk memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” kata Heni.

Kepala Perum Bulog Kaltim-Kaltara Musazdin Said mengatakan, stok beras untuk Kaltim dan Kaltara (Kalimantan Utara) sebanyak 23.000 ton. Jumlah tersebut aman dan cukup untuk penyaluran beras SPHP di Kaltim dan Kaltara sampai Desember 2025. 

”Untuk beras SPHP, target yang diberikan untuk Kaltim-Kaltara sebanyak 22.000 ton sampai Desember 2025. Jadi masih aman,” katanya.

Salah satu contoh ladang khas orang Dayak yang tidak hanya ditanami padi tetapi juga berbagai tanaman lainnya, mulai dar sayur-mayur hingga umbi-umbian.

Pihaknya saat ini terus memantau dan memastikan beras SPHP tersalurkan di 15 kabupaten dan kota yang tersebar di Kaltim dan Kaltara. Beras SPHP ini dijual Rp 12.600 per kg untuk beras kualitas medium.

Penyaluran dilakukan melalui toko mitra di pasar sampai toko swalayan. Keberadaan beras SPHP ini diharapkan bisa menjadi alternatif pilihan warga sekaligus bisa mengintervensi harga beras di pasaran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Sucipto
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang, Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto