Kapten Kolombia, James Rodriguez (33), terlahir kembali di Copa America 2024. Hari-hari terbaik yang telah berlalu dikembalikannya seperti cerita fiksi karakter anime ”Kapten Tsubasa” (Jepang) pujaannya.
Kurun 21 Juni-15 Juli 2024 di Amerika Serikat (AS), James menghadirkan kegembiraan dan harapan bagi penggemar dan rakyat ”Los Cafeterros” Kolombia. Namun, ”El Diez” atau Si Nomor Punggung 10 cuma mampu memberikan keceriaan sampai final. Di laga puncak, Senin (15/7/2024), di Stadion Hard Rock, Miami, Kolombia kalah 0-1 dari Argentina.
Pupus sudah ambisi memberi gelar kedua atau setelah Copa America Kolombia 2001 saat dirinya masih belia. Namun, kapten kelahiran 12 Juli 1991 ini agak terhibur dengan Bola Emas atau penghargaan pemain terbaik Copa America AS 2024. James membuat enam asis atau umpan gol yang melewati rekor sebelumnya milik megabintang dan kapten Argentina, Lionel Messi, di Copa America Brasil 2021.
Bola Emas diberikan sejak Copa America Argentina 1987. Anugerah ini menjadi yang kedua bagi pemain Kolombia di turnamen kontinental yang digelar sejak 1916 itu atau yang tertua di dunia. Peraih pertama di edisi perdana ialah gelandang Kolombia, Carlos Alberto Valderrama Palacio. Setelah 37 tahun, Bola Emas kembali ke Kolombia oleh James yang disebut-sebut penerus legenda berjuluk ”El Pibe” itu.
Bola Emas seolah membawa lelaki kelahiran San Jose de Cucuta ini ke hari-hari terbaik terutama di Piala Dunia Brasil 2014. Saat itu, jagat sepak bola diguncang penampilan gemilang pemuda berusia 23 tahun bernama lengkap James David Rodríguez Rubio. Lima gol sepanjang turnamen terakbar termasuk gol spektakuler membuat semesta terganga meskipun timnya terhenti di perempat final, capaian terbaik dari enam keikutsertaan di Piala Dunia.
Parasnya yang rupawan segera menghiasi media massa bersanding dengan deretan penghargaan Sepatu Emas, Gol Terbaik, All-Star Team, dan Dream Team Piala Dunia Brasil 2014. Selain itu, Puskas Award 2014 untuk anugerah gol terbaik sejagat dalam setahun.
Namun, bertahun-tahun kemudian, putra pasangan Wilson James Rodrigues Bedoya dan Maria Del Pilar Rubio ini gagal menjaga sinar terangnya sehingga memudar dan seolah terlupakan. Di Copa America AS 2024, dengan kepercayaan Pelatih Nestor Lorenzo (Argentina), James membuktikan mampu bangkit. Daya magis pengagum karakter kartun ”Tsubasa Ozora” ini ternyata menyihir penonton kejuaraan oleh CONMEBOL (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan) edisi ke-48 tersebut.
”Saat bermain untuk Kolombia, semua orang tahu bahwa saya memberikan segalanya,” ujar James yang telah menyumbang 28 gol dari 106 laga bagi Kolombia.
Baca juga: Luis de la Fuente "Don" Penakluk Eropa
Copa America 2024 merupakan yang kedua diadakan di ”Negeri Paman Sam”. Yang pertama adalah Copa America Centenario 2016. Penyelenggaraan tahun ini sekaligus persiapan bagi AS yang bersama Kanada dan Meksiko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Copa America 2024 diikuti sepuluh tim CONMEBOL dan enam tim CONCACAF (Federasi Asosiasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
Di AS 2024, Kolombia tergabung bersama raksasa Brasil, Paraguay, dan Kosta Rika di Grup D. Dalam tiga laga penyisihan, James berperan sebagai sayap serang kanan. James menyumbang 2 asis untuk kemenangan 2-1 atas Paraguay, 1 asis untuk kemenangan 3-0 atas Kosta Rika, dan mengorkestrasi tim sehingga seri 1-1 dengan Brasil, negeri yang pengoleksi 5 Piala Dunia dan 9 Copa America.
Di fase gugur, James berperan sebagai gelandang serang. Kejeniusannya terlihat di perempat final saat mencetak 1 gol dan 2 asis untuk menenggelamkan Panama dengan skor 5-0. Selanjutnya, di semifinal, James membuat 1 asis untuk kemenangan 1-0 atas Uruguay, pengoleksi 2 Emas Olimpiade setara Piala Dunia, 2 Piala Dunia, dan 15 Copa America. Sayangnya, di partai puncak, James dan kawan-kawan kalah oleh gol pamungkas top scorer turnamen Lautaro Martinez dalam babak perpanjangan waktu.
Kekalahan di final itu menghentikan capaian mengagumkan Kolombia yang belum pernah takluk di 28 laga internasional terakhir. Lagi-lagi, yang mengalahkan adalah tim terbaik dunia, yakni Argentina, pengoleksi 16 Copa America, dan 3 Piala Dunia. Barisan Petani Kopi ”Los Cafeteros” disilaukan bintang-bintang ”La Albiceleste” Argentina.
James terlahir dari keluarga kelas menengah di Kolombia yang ketika itu masih dalam masa darurat penguasaan kartel dan gembong narkotika. Kegilaan terhadap sepak bola diturunkan oleh ayah kandungnya yang kemudian meninggalkan keluarga. Namun, hasratnya dipelihara oleh ayah tiri yang mendorongnya bermain sejak usia 2 tahun.
Kisah Jamesdi dunia sepak bola bukan seperti kisah khas banyak pesepak bola Amerika Selatan, yang status sosialnya berubah dari pesepak bola jalanan dan miskin menjadi bintang dan kaya raya. James bersekolah, religius, menyukai bola basket, dan mengidolakan LeBron James, tetapi juga bermain sepak bola dan akhirnya menjadi bintang.
Mengutip dari Tranfermarkt, karier James terentang sejak 2006 di 10 klub Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Bersama klub, James meraih 14 gelar dari 475 laga, mencetak 122 gol, dan membuat 150 asis. Untuk penghargaan individu bersama klub dan timnas, James mengoleksi 26 gelar. Tidak salah ketika legenda Kolombia, Faustino Asprilla, pernah mengatakan, James bisa menjadi legenda sepanjang masa negeri tersebut.
Benarlah yang pernah diucapkan sang ibu tercinta. ”Putraku ditakdirkan menjadi pemain sepak bola sejak ia lahir,” kata Maria dikutip dari Footballbiography. (AFP)
Baca juga: Jesse Alan Marsch, Nuansa dan Cahaya Kanada
James David Rodríguez Rubio
Lahir: 12 Juli 1991
Posisi: Gelandang serang–Sayap serang
Karier:
- 2006–2008 Envigado (Kolombia)
- 2008–2010 Banfield (Argentina)
- 2010–2013 Porto (Portugal)
- 2013–2014 Monaco (Perancis)
- 2014–2020 Real Madrid (Spanyol)
- 2017–2019 pinjaman ke Bayern Muenchen (Jerman)
- 2020–2021 Everton (Inggris)
- 2021–2022 Al-Rayyan (Qatar)
- 2022–2023 Olympiacos (Yunani)
- 2023-… Sao Paulo (Brasil)
- 2011-… Kolombia
Prestasi: :
- Sepatu Emas Piala Dunia Brasil 2014
- Gol Terbaik Piala Dunia Brasil 2014
- Puskas Award 2014
- Copa America Centenario AS 2016 (posisi ketiga)
- Tim Terbaik Copa America Brasil 2019
- Copa America AS 2024 (runner-up)
- Pemain Terbaik/Bola Emas Copa America AS 2024
Kapten Kolombia, James Rodriguez (33), terlahir kembali di Copa America 2024. Hari-hari terbaik yang telah berlalu dikembalikannya seperti cerita fiksi karakter anime ”Kapten Tsubasa” (Jepang) pujaannya.
Kurun 21 Juni-15 Juli 2024 di Amerika Serikat (AS), James menghadirkan kegembiraan dan harapan bagi penggemar dan rakyat ”Los Cafeterros” Kolombia. Namun, ”El Diez” atau Si Nomor Punggung 10 cuma mampu memberikan keceriaan sampai final. Di laga puncak, Senin (15/7/2024), di Stadion Hard Rock, Miami, Kolombia kalah 0-1 dari Argentina.
Pupus sudah ambisi memberi gelar kedua atau setelah Copa America Kolombia 2001 saat dirinya masih belia. Namun, kapten kelahiran 12 Juli 1991 ini agak terhibur dengan Bola Emas atau penghargaan pemain terbaik Copa America AS 2024. James membuat enam asis atau umpan gol yang melewati rekor sebelumnya milik megabintang dan kapten Argentina, Lionel Messi, di Copa America Brasil 2021.
Bola Emas diberikan sejak Copa America Argentina 1987. Anugerah ini menjadi yang kedua bagi pemain Kolombia di turnamen kontinental yang digelar sejak 1916 itu atau yang tertua di dunia. Peraih pertama di edisi perdana ialah gelandang Kolombia, Carlos Alberto Valderrama Palacio. Setelah 37 tahun, Bola Emas kembali ke Kolombia oleh James yang disebut-sebut penerus legenda berjuluk ”El Pibe” itu.
Bola Emas seolah membawa lelaki kelahiran San Jose de Cucuta ini ke hari-hari terbaik terutama di Piala Dunia Brasil 2014. Saat itu, jagat sepak bola diguncang penampilan gemilang pemuda berusia 23 tahun bernama lengkap James David Rodríguez Rubio. Lima gol sepanjang turnamen terakbar termasuk gol spektakuler membuat semesta terganga meskipun timnya terhenti di perempat final, capaian terbaik dari enam keikutsertaan di Piala Dunia.
Parasnya yang rupawan segera menghiasi media massa bersanding dengan deretan penghargaan Sepatu Emas, Gol Terbaik, All-Star Team, dan Dream Team Piala Dunia Brasil 2014. Selain itu, Puskas Award 2014 untuk anugerah gol terbaik sejagat dalam setahun.
Namun, bertahun-tahun kemudian, putra pasangan Wilson James Rodrigues Bedoya dan Maria Del Pilar Rubio ini gagal menjaga sinar terangnya sehingga memudar dan seolah terlupakan. Di Copa America AS 2024, dengan kepercayaan Pelatih Nestor Lorenzo (Argentina), James membuktikan mampu bangkit. Daya magis pengagum karakter kartun ”Tsubasa Ozora” ini ternyata menyihir penonton kejuaraan oleh CONMEBOL (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan) edisi ke-48 tersebut.
”Saat bermain untuk Kolombia, semua orang tahu bahwa saya memberikan segalanya,” ujar James yang telah menyumbang 28 gol dari 106 laga bagi Kolombia.
Baca juga: Luis de la Fuente "Don" Penakluk Eropa
Copa America 2024 merupakan yang kedua diadakan di ”Negeri Paman Sam”. Yang pertama adalah Copa America Centenario 2016. Penyelenggaraan tahun ini sekaligus persiapan bagi AS yang bersama Kanada dan Meksiko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Copa America 2024 diikuti sepuluh tim CONMEBOL dan enam tim CONCACAF (Federasi Asosiasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
Di AS 2024, Kolombia tergabung bersama raksasa Brasil, Paraguay, dan Kosta Rika di Grup D. Dalam tiga laga penyisihan, James berperan sebagai sayap serang kanan. James menyumbang 2 asis untuk kemenangan 2-1 atas Paraguay, 1 asis untuk kemenangan 3-0 atas Kosta Rika, dan mengorkestrasi tim sehingga seri 1-1 dengan Brasil, negeri yang pengoleksi 5 Piala Dunia dan 9 Copa America.
Di fase gugur, James berperan sebagai gelandang serang. Kejeniusannya terlihat di perempat final saat mencetak 1 gol dan 2 asis untuk menenggelamkan Panama dengan skor 5-0. Selanjutnya, di semifinal, James membuat 1 asis untuk kemenangan 1-0 atas Uruguay, pengoleksi 2 Emas Olimpiade setara Piala Dunia, 2 Piala Dunia, dan 15 Copa America. Sayangnya, di partai puncak, James dan kawan-kawan kalah oleh gol pamungkas top scorer turnamen Lautaro Martinez dalam babak perpanjangan waktu.
Kekalahan di final itu menghentikan capaian mengagumkan Kolombia yang belum pernah takluk di 28 laga internasional terakhir. Lagi-lagi, yang mengalahkan adalah tim terbaik dunia, yakni Argentina, pengoleksi 16 Copa America, dan 3 Piala Dunia. Barisan Petani Kopi ”Los Cafeteros” disilaukan bintang-bintang ”La Albiceleste” Argentina.
James terlahir dari keluarga kelas menengah di Kolombia yang ketika itu masih dalam masa darurat penguasaan kartel dan gembong narkotika. Kegilaan terhadap sepak bola diturunkan oleh ayah kandungnya yang kemudian meninggalkan keluarga. Namun, hasratnya dipelihara oleh ayah tiri yang mendorongnya bermain sejak usia 2 tahun.
Kisah Jamesdi dunia sepak bola bukan seperti kisah khas banyak pesepak bola Amerika Selatan, yang status sosialnya berubah dari pesepak bola jalanan dan miskin menjadi bintang dan kaya raya. James bersekolah, religius, menyukai bola basket, dan mengidolakan LeBron James, tetapi juga bermain sepak bola dan akhirnya menjadi bintang.
Mengutip dari Tranfermarkt, karier James terentang sejak 2006 di 10 klub Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Bersama klub, James meraih 14 gelar dari 475 laga, mencetak 122 gol, dan membuat 150 asis. Untuk penghargaan individu bersama klub dan timnas, James mengoleksi 26 gelar. Tidak salah ketika legenda Kolombia, Faustino Asprilla, pernah mengatakan, James bisa menjadi legenda sepanjang masa negeri tersebut.
Benarlah yang pernah diucapkan sang ibu tercinta. ”Putraku ditakdirkan menjadi pemain sepak bola sejak ia lahir,” kata Maria dikutip dari Footballbiography. (AFP)
Baca juga: Jesse Alan Marsch, Nuansa dan Cahaya Kanada
James David Rodríguez Rubio
Lahir: 12 Juli 1991
Posisi: Gelandang serang–Sayap serang
Karier:
- 2006–2008 Envigado (Kolombia)
- 2008–2010 Banfield (Argentina)
- 2010–2013 Porto (Portugal)
- 2013–2014 Monaco (Perancis)
- 2014–2020 Real Madrid (Spanyol)
- 2017–2019 pinjaman ke Bayern Muenchen (Jerman)
- 2020–2021 Everton (Inggris)
- 2021–2022 Al-Rayyan (Qatar)
- 2022–2023 Olympiacos (Yunani)
- 2023-… Sao Paulo (Brasil)
- 2011-… Kolombia
Prestasi: :
- Sepatu Emas Piala Dunia Brasil 2014
- Gol Terbaik Piala Dunia Brasil 2014
- Puskas Award 2014
- Copa America Centenario AS 2016 (posisi ketiga)
- Tim Terbaik Copa America Brasil 2019
- Copa America AS 2024 (runner-up)
- Pemain Terbaik/Bola Emas Copa America AS 2024