DAIHATSU INDONESIA MASTERS 2026

Janji ”Unjuk Gigi” Alwi

Potret perjalanan Alwi Farhan dari babak pertama hingga juara.

27 Jan 2026 08:16 WIB · Olahraga

Kompas/Danu Kusworo

Oleh Ignatius Danu Kusworo, Priyombodo

Aksi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan setelah mengalahkan pebulu tangkis Thailand Panitchaphon Teeraratsakul di final Daihatsu Indonesia Master 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Alwi menang dua set langsung dengan skor 21-5, 21-6.
selebrasi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan (kanan) saat naik podium juara pemenang tunggal putra Daihatsu Indonesia Master 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Alwi mengalahkan pebulu tangkis Thailand Panitchaphon Teeraratsakul  21-5, 21-6.

”Kalau slogan saya itu, Gen Z siap unjuk gigi,” ujar Alwi sembari tersenyum saat dijumpai seusai bertanding di semifinal, Sabtu (24/1/2026) malam, di Istora Senayan, Jakarta. Pada Minggunya, Gen Z itu benar-benar membuktikan slogannya.

Tunggal putra Alwi Farhan menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026 dengan mengandaskan pemain Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dua gim langsung. Skornya pun telak, 21-5-21-6.

Perjuangan Alwi Farhan di final Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Ucapan terima kasih Alwi Farhan saat menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Reaksi Alwi Farhan.
Ucapan syukur Alwi Farhan seusai menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Alwi Farhan di podium seusai pemberian medali dan hadiah Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Kemenangan yang diraih dalam pertarungan selama 25 menit mengantarkannya meraih gelar pertama turnamen level Super 500. Hasil ini menambah gelar juara setelah pada 2025 lalu menjuarai Makau Terbuka Super 300. Gelar yang diperoleh di Makau tersebut adalah gelar pertama Alwi dari turnamen BWF World Tour.

Pertandingan final itu juga menjadi pertarungan Gen Z dari dua negara, Indonesia dan Thailand. Usia Alwi yang baru 20 tahun dan lawannya yang setahun lebih tua memang menjadi salah satu sorotan di final Indonesia Masters.

Reaksi Alwi Farhan saat menjuarai Daihatsu Indonesia Master 2026 setelah menundukkan pemain Thailand Panitchaphon Teeraratsakul dua gim langsung. Skornya pun telak, 21-5-216.

Bermain di hadapan publik sendiri juga menyuntikkan semangat dan motivasi tersendiri bagi Alwi. Selain itu, gelar juara yang diraihnya juga memutus tren negatif tunggal putra Indonesia di turnamen ini. Indonesia meraih gelar ini terakhir pada 2023 oleh Jonatan Christie.

Perjuangan Alwi Farhan bertanding melawan Ayush Shetty di babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2026, Rabu (21/1/2026).
Alwi Farhan ketika bertanding.
Alwi Farhan gagal mengembalikan smes.
Alwi Farhan mengejar kok.
Reaksi Alwi Farhan seusai bertanding.

Kalahkan Ayush Shetty

Perjalanan Alwi di turnamen ini dimulai dengan mengalahkan pemain India, Ayush Shetty. Bermain di babak pertama, Alwi sukses menang dua gim langsung, 21-8, 21-13, pada Rabu (21/1/2026).

Permainan cepat Alwi sering kali gagal diantisipasi Shetty. Penempatan kok di depan net serta kombinasi smes alwi membuat permainan Shetty tidak berkembang. 

Kemenangan ini menjadi capaian baru, setelah tahun lalau Alwi terhenti di babak ini. Alwi yang bertarung selama 29 menit mendapat dukungan suporter yang berada di dalam Istora Senayan. Alwi, pemain peringkat ke-18 dunia, melangkah ke babak kedua.

Alwi Farhan melancarkan smes bertanding melawan Wang Zheng Xing di babak kedua Daihatsu Indonesia Masters 2026, Kamis (22/1/2026).
Alwi Farhan mengembalikan kok.
Alwi Farhan menunggu datangnya kok.
Selebrasi Alwi Farhan.
Selebrasi Alwi Farhan seusai bertanding.

Kalahkan Wang Zheng Xing

Di babak kedua, Alwi bertarung keras dengan wakil China, Wang Zheng Xing. Ia sempat kesulitan menghadapai permainan cepat lawan. Ujungnya, Alwi harus kehilangan set pertama 15-21.

Gim berikutnya Alwi bermain lebih hati-hati. Bermain tak kenal menyerah membuat Wang beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Alwi menuntaskan gim kedua demgan kemenangan 21-19.

Gemuruh dan sorak-sorai penonton membangkitkan semangat Alwi, Ia bahkan melakukan beberapa selebrasi ketika berhasil memenangkan reli panjang. Hasilnya, Alwi menutup babak ketiga dengan kemenangan 21-16, sekaligus memastikan tiket di semifinal.

Ia bahkan menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia di semifinal setelah Zaki kalah dan Ginting mundur karena Cedera. Mundurnya beberapa atlet unggulan menjadi peluang bagi Alwi.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mengalahkan pebulu tangkis Taiwan Chi Yu Jen di babak semifinal Daihatsu Indonesia Master 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (23/1/2026). Di final, Alwi akan menghadapi pebulu tangkis Thailand Pitchamon Opatniputh.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mengembalikan kok ke bidang permainan pebulu tangkis Taiwan Chi Yu Jen di babak semifinal Daihatsu Indonesia Master 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (23/1/2026).
Aksi Alwi Farhan melawan Chi Yu Jen di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Sabtu (224/1/2026).
Alwi Farhan mengambil kok.
Alwi Farhan melaju ke final.
Gaya pemain tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, seusai bertarung melawan Chi Yu Jen di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Sabtu (224/1/2026).

Kalahkan Chi Yu Jen

Indonesia hanya menyisakan dua wakil di semifinal, Alwi Fargan dan pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Tunggal putra Alwi Farhan menyegel tiket final pertama untuk Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan tunggal putra Taiwan, Chi Yu Jen.

Sementara itu, Raymond/Nikolaus menyusul sebagai wakil kedua Indonesia di partai puncak selepas memenangi pertarungan melawan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi, 21-19, 21-14. 

Berbeda dengan babak sebelumnya, kali ini Alwi berhasil menang dua gim langsung, 21-11, 21-12. Permainan menyerang yang diterapkan sejak awal berhasil membuat Chi Yu Jen pontang-panting. Alwi melenggang ke final turnamen ini untuk kali pertama. Di partai puncak, Alwi mengalahkan lawannya dua gim langsung dan menyabet gelar juara.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo, Priyombodo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra