Setelah Roger Federer (2017), Jannik Sinner menjadi petenis putra berikutnya yang mendapat gelar ”Sunshine Double”. Sinner juara di Miami setelah di Indian Wells.
30 Mar 2026 11:43 WIB · Olahraga
AP
Jannik Sinner melampaui rivalnya, Carlos Alcaraz, dan menyejajarkan diri dengan nama besar seperti Roger Federer dan Novak Djokovic dengan meraih ”Sunshine Double”. Dia bahkan lebih baik dalam satu pencapaian, meraihnya tanpa kehilangan set.
Sinner menjuarai turnamen tenis putra ATP Masters Indian Wells dan Miami pada tahun yang sama, yang dikenal dengan sebutan Sunshine Double. Istilah itu dipakai karena turnamen tersebut diselenggarakan ketika Miami di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, dan Indian Wells di California berada pada musim panas.
Gelar juara Miami Masters didapat Sinner setelah mengalahkan Jiri Lehecka dengan skor 6-4, 6-4 dalam laga final di Miami Tennis Garden, Minggu (29/3/2026) waktu setempat atau Senin dini hari waktu Indonesia. Pertandingan yang seharusnya dimulai pukul 12.30 itu tertunda 90 menit karena hujan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/30/467e0d638589a5e1677ebcca04a0d296-miami_sinner.jpg)
Ini menjadi gelar kedua beruntun di Miami bagi Sinner setelah 2024. Pada 2025, petenis Italia ini absen karena menjalani skors doping. Meskipun menjuarai Miami Masters 2024, baru kali ini Sinner meraih gelar ganda, Sunshine Double. Dua tahun lalu, dia tersingkir pada semifinal Indian Wells karena dikalahkan Carlos Alcaraz.
Sehari sebelum Sinner memenangi final, Aryna Sabalenka meraih hasil serupa di tunggal putri. Dia menjuarai Indian Wells dan Miami setelah terakhir kali Iga Swiatek meraihnya pada 2022.
Di tunggal putra, jeda lebih lama terjadi sebelum Sinner merebut gelar juara. Federer menjadi tunggal putra terakhir dengan gelar Indian Wells dan Miami Masters pada tahun yang sama, yaitu pada 2017. Selain Sinner dan Federer, hanya ada enam tunggal putra lain yang memiliki gelar Sunshine Double, yaitu Jim Courier, Michael Chang, Pete Sampras, Marcelo Rios, dan Novak Djokovic.
Sinner bahkan menjuarai Indian Wells dan Miami Masters dengan rekam jejak lebih baik daripada seniornya itu. Dia menjadi petenis pertama, dalam persaingan putra dan putri, yang meraih Sunshine Double tanpa kehilangan set. Petenis berusia 24 tahun ini memenangi enam babak di Indian Wells dan enam babak di Miami dengan straight sets.
Sinner pun lebih baik daripada salah satu nama besar lainnya, Rafael Nadal, yang tak pernah menjuarai Miami Masters meski lima kali tampil di final. Nadal pun tak pernah menyandingkan gelar Indian Wells Masters pada 2007, 2009, dan 2013 dengan gelar dari Miami.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/30/75753b6231dcc087dcf43fe945ae2bee-miami_sinner2.jpg)
Tunggal putra ranking kedua dunia itu juga lebih baik dari Alcaraz, rival beratnya saat ini. Alcaraz sebenarnya memiliki trofi juara dari Indian Wells dan Miami, tetapi tidak pernah mendapatkannya pada tahun yang sama. Dia menjadi juara di Miami pada 2022, kemudian di Indian Wells pada 2023 dan 2024. Tahun ini, petenis Spanyol peringkat teratas dunia tersebut kalah dalam laga semifinal di Indian Wells dan tersisih lebih awah di Miami, yaitu pada babak ketiga.
”Tentu, kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Memenangi Sunshine Double untuk pertama kalinya adalah pencapaian luar biasa. Ini adalah pencapaian yang tak pernah saya bayangkan karena sulit untuk mewujudkannya. Datang dari California, saya merasa sedikit lelah, tetapi motivasi saya tetap besar,” kata Sinner dalam laman resmi ATP.
Menjuarai turnamen di Indian Wells dan Miami pada tahun yang sama menjadi salah satu tantangan sulit di arena tenis profesional. Diperlukan kemampuan beradaptasi dengan cepat untuk tampil dalam kedua turnamen yang digelar secara beruntun dalam waktu satu bulan tersebut. Tahun ini, turnamen Indian Wells berlangsung pada 4-15 Maret, lalu diikuti turnamen Miami pada 17-29 Maret.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/30/e7fb237a8a726af59016e4cce004b61f-miami_sinner5.jpg)
Salah satu kondisi yang harus diantisipasi petenis adalah cuaca panas meski hujan turun menjelang laga Sinner melawan Lehecka. Adaptasi cepat juga harus dilakukan dengan adanya perbedaan waktu (Miami lebih cepat tiga jam dari Indian Wells) tanpa jeda di antara kedua turnamen.
Meski sama-sama menggunakan jenis lapangan keras, terdapat perbedaan kecil tetapi terasa signifikan bagi petenis. Lapangan di Miami memantulkan bola lebih cepat dibandingkan di Indian Wells. Jenis bola yang digunakan pun berbeda.
Faktor lain sebagai penambah tantangan adalah format 128 peserta dalam undian. Format ini sama seperti Grand Slam meskipun ATP/WTA Indian Wells dan Miami memberlakukan bye pada babak pertama untuk 32 petenis unggulan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/30/b5ffe09c9710a778efec49675803c782-Screen_Shot_2026_03_30_at_09.40.30.png)
Sinner bisa menaklukkan tantangan tersebut dengan memenangi 34 set secara beruntun dalam turnamen ATP Masters 1000. Kemenangan di Miami dan Indian Wells menambah kemenangan straight sets beruntun dari turnamen Paris Masters 2025.
Berdasarkan data ATP, Sinner mencatatkan 19 kemenangan dari 21 pertandingan pada tahun ini dan dia mendekatkan diri dalam perolehan poin dengan Alcaraz yang berada di posisi teratas. Dia pun menempel Alcaraz dalam statistik perolehan gelar juara dari ajang besar, yaitu dari ajang Grand Slam, ATP Masters 1000, dan Final ATP. (AP)
Jim Courier (1991)
Michael Chang (1992)
Pete Sampras (1994)
Marcelo Rios (1998)
Roger Federer (2005, 2006, 2017)
Novak Djokovic (2011, 2014, 2015, 2016)
Jannik Sinner (2026)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti