Jannik Sinner tak ingin terganggu statistik yang menjadikannya sebagai petenis nomor satu dunia. Dia memenangi semua laga fase grup Final ATP dalam ”straight sets”.
15 Nov 2024 08:27 WIB · Olahraga
TURIN, KAMIS — Jannik Sinner tak ingin menyia-nyiakan momentum ketika tampil pada turnamen Final ATP di Turin, Italia. Dia selalu menang ”straight sets” pada fase penyisihan dan lolos ke semifinal sebagai juara grup.
Kemenangan ”straight sets” ketiga pada persaingan Grup Ilie Nastase didapat saat dia melawan Daniil Medvedev di Inalpi Arena, Kamis (14/11/2024). Medvedev, yang seharusnya menjadi lawan terberat Sinner dari tiga petenis lain, kalah 3-6, 4-6.
Menang tanpa kehilangan set juga didapat Sinner saat berhadapan dengan Taylor Fritz dan Alex de Minaur. Fritz akhirnya mendapatkan tiket semifinal sebagai peringkat kedua grup setelah melewati tantangan ketat De Minaur dengan skor 5-7, 6-4, 6-3.
Pada semifinal, Sabtu, Sinner akan berhadapan dengan petenis peringkat kedua Grup John Newcombe, sementara Fritz melawan juara grup. Klasemen akhir dari Grup John Newcombe akan ditentukan melalui pertandingan pada Jumat, yaitu antara Alexander Zverev dan Carlos Alcaraz dan Andrey Rublev melawan Casper Ruud. Posisi sementara grup ini dari urutan teratas adalah Zverev, Ruud, Alcaraz, dan Rublev.
”Sebagai atlet, saya selalu berusaha untuk terus berkembang. Saya berusaha memenangi pertandingan sebanyak mungkin,” kata Sinner.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/15/95793b02f51bcf0f814ed9009e68d7b1-AFP_36MJ7JW.jpg)
Petenis berusia 23 tahun itu sebenarnya telah dipastikan lolos ke semifinal setelah Fritz mengalahkan De Minaur yang berlangsung lebih dulu. Namun, Sinner memiliki momentum positif yang ingin dipertahankannya. Apalagi, turnamen di pengujung musim ini hanya diikuti delapan petenis terbaik sepanjang tahun.
Sinner tampil di hadapan publik sendiri yang selalu memadati stadion setiap kali dia tampil. Publik Italia memang dikenal sebagai penggemar olahraga. Atmosfer di Inalpi Arena, bahkan, tak jarang seperti pertandingan sepak bola dengan nyanyian dan berbagai atribut yang dikenakan penonton.
Mereka mendukung Sinner yang tampil luar biasa pada 2024, dengan hanya enam kali kalah dari 71 pertandingan sebelum Final ATP. Dia tak hanya mendapat gelar pertama dari ajang Grand Slam ketika menjuarai Australia Terbuka, tetapi mendapat dua gelar saat menjadi juara di Amerika Serikat Terbuka.
Kedua gelar itu menjadi bagian dari tujuh gelar Sinner sebelum tampil di Final ATP. Rangkaian hasil itu menjadikannya sebagai petenis Italia pertama yang menduduki puncak peringkat dunia, yaitu sejak 10 Juni.
Medvedev melihat kepercayaan diri Sinner sejak latihan menjelang pertandingan. ”Dia memukul bola dengan kencang dan hampir tak pernah meleset. Memang banyak petenis yang pukulannya jarang meleset, tetapi tidak sekonsisten Jannik dalam memukul dengan keras,” kata Medvedev yang untuk kelima kalinya kalah dari Sinner dari enam pertemuan pada tahun ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/15/647e55985d99b6c380ca872228ed27c1-da80dc7c5f5345d79abfba4ca8a9bf61_0_d9ceafe8280f4da8a043ff59ab3e736c.jpg)
Melawan Daniil selalu menjadi laga yang sulit, sudah tentu saya senang bisa menang. Semoga saya bisa menaikkan level permainan pada fase selanjutnya.
Sebelum berhadapan dengan Sinner, Medvedev masih memiliki peluang untuk melaju ke semifinal dengan syarat bisa menang dua set. Namun, Sinner menghentikannya dalam dua set.
Sinner pun berharap, kemenangan itu menambah rasa percaya dirinya untuk bertanding di semifinal. ”Melawan Daniil selalu menjadi laga yang sulit, sudah tentu saya senang bisa menang. Semoga, saya bisa menaikkan level permainan pada fase selanjutnya,” tutur Sinner yang kalah dari Novak Djokovic pada perebutan gelar juara Final ATP 2023.
Kemenangan atas De Minaur mengantarkan Fritz ke semifinal untuk kedua kalinya setelah 2022. Pada dua tahun lalu, Fritz menjalani debut di Final ATP, salah satunya berkat gelar juara Indian Wells Masters yang merupakan gelar pertamanya dari ajang ATP Masters 1000. Salah satu kemenangan penting Fritz pada penyisihan grup 2022 didapat atas Rafael Nadal dalam dua set, hingga Nadal tersingkir pada fase ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/15/0e256c1c97bf9f41b4110e0eec55d460-a547fc603e4c454a99e5a99946779ccf_0_b2ba4cb4846c452dbf84706fdab063f7.jpg)
Meski tak ingin mengatakan bahwa musim 2024 ini adalah periode terbaiknya, Fritz menilai bahwa performanya kian membaik dalam beberapa tahun terakhir. Petenis nomor satu AS itu mencapai final Grand Slam untuk pertama kalinya, yaitu di AS Terbuka. Hanya Sinner yang memupus harapan publik AS untuk melihat petenis tuan rumah juara setelah Andy Roddick menjadi yang terbaik di AS Terbuka 2003.
”Saya merasa bermain semakin baik dalam beberapa tahun terakhir. Saya pun tahu masih bisa berkembang pada beberapa aspek dan saya tengah berusaha untuk tujuan itu,” ujar Fritz. (AFP/AP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata