Jannik Sinner mendominasi pertandingan final Australia Terbuka melawan Alexander Zverev untuk meraih gelar kedua beruntun.
26 Jan 2025 19:30 WIB · Olahraga
MELBOURNE, MINGGU — Jannik Sinner mempertahankan gelar Australia Terbuka setelah mengalahkan Alexander Zverev pada partai final di Melbourne, Minggu (26/1/2025). Petenis Italia ini mendominasi pertandingan final, tidak pernah menghadapi sekali pun break point, dan memakai seluruh senjatanya untuk membuat frustrasi Zverev.
Hanya di set kedua Zverev sedikit memberikan perlawanan karena harus diakhiri dengan tiebreak. Sinner menang tiga set langsung, 6-3, 7-6 (4), 6-3.
Sinner yang baru berusia 23 tahun adalah petenis putra termuda yang meninggalkan Melbourne Park dengan dua trofi dalam dua tahun beruntun sejak Jim Courier melakukannya pada 1992-1993. Sinner memuncaki daftar peringkat tenis dunia Juni 2024 dan terus bertahan hingga saat ini.
Jaraknya dengan peringkat kedua Zverev terlihat begitu lebar, seperti terbukti dalam pertandingan final di Rod Laver Arena. Kekalahan itu membuat penantian Zverev untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya kian panjang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/26/fda9ea82652e755152803b842eba130a-wires_photo_81_.jpg)
Ini adalah final Australia Terbuka pertama sejak 2019 yang mempertemukan peringkat pertama dan kedua. Ketika itu, pemuncak ranking Novak Djokovic mengalahkan nomor dua Rafael Nadal, juga dengan straight sets.
Dominasi Sinner di dunia tenis saat ini dimulai sejak awal tahun lalu. Ia memenangi tiga dari lima turnamen mayor, termasuk Amerika Serikat Terbuka dan ATP Final, dan rekor pertandingannya adalah 80-6 dengan total sembilan gelar. Dia kini tengah dalam rentetan 21 kemenangan.
Salah satu masalah yang mengganjal karier Sinner sejauh ini adalah masalah kasus doping, meski ia dinyatakan tidak bersalah dan putusan tersebut dibanding oleh Badan Antidoping Dunia (WADA). Dia dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik dalam jumlah kecil sebanyak dua kali pada bulan Maret lalu.
Namun, ia berdalih bahwa itu karena paparan yang tidak disengaja yang melibatkan dua anggota timnya yang telah dipecat. Sinner dibebaskan dari tuduhan pada Agustus; dan sidang banding WADA dijadwalkan pada bulan April 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/26/4b09b95a450e50935a01b2c1b0e69a25-wires_photo_80_.jpg)
Sinner menjadi petenis putra kedelapan pada era Terbuka, yang diawali pada 1968, untuk memulai kariernya dengan 3-0 pada final Grand Slam, sedangkan Zverev menjadi orang ketujuh dengan catatan 0-3. Petenis Jerman ini sebelumnya kalah pada AS Terbuka 2020 dan Perancis Terbuka 2024.
Dua kekalahan tersebut terjadi setelah melewati pertarungan lima set. Pertandingan kali ini jauh dari ketat, Zverev tumbang hanya dalam tiga set.
Set kedua di saat ia mampu mengimbangi Sinner, terjadi pada akhir set ketika ia hanya dua poin dari kemenangan saat unggul 5-4 dan 30-0 dengan Sinner memegang servis. Akan tetapi, ia tidak mampu mendapatkan break point, sekaligus set point, sehingga akhirnya justru Sinner yang berhasil memenanginya.
”Kita bekerja keras untuk kembali di posisi ini. Merupakan perasaan yang luar biasa untuk berbagi momen ini dengan kalian semua,” kata Sinner merujuk pada tim pelatihnya seusai laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/26/929765a17302b389d692367c62a9a7cc-wires_photo_75_.jpg)
Sinner juga menyampaikan kata-kata dukungan kepada Zverev. ”Hari yang sulit buatmu. Kamu adalah pemain yang luar biasa. Tetap percaya pada dirimu, karena kami, semua pemain, pelatih, dan siapa pun yang terlibat dalam olahraga ini, tahu betapa kuatnya dirimu. Tidak hanya sebagai pemain, tetapi sebagai manusia,” kata Sinner.
Zverev sangat terpukul dengan kekalahan tersebut. ”Menyebalkan berdiri di sini, di samping benda ini (piala) dan tidak bisa menyentuhnya, jujur saja,” kata Zverev soal kekalahannya. ”Tetapi, selamat untuk Jannik. Anda lebih dari pantas mendapatkannya. Anda adalah pemain terbaik di dunia sejauh ini.” (AP/AFP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy Khaerudin