Mandalay pernah hancur diserbu Inggris, jadi medan pertempuran pada Perang Dunia II. Lalu bangkit menjadi "smart city" di era modern. Kini, dihancurkan gempa bumi.
30 Mar 2025 05:30 WIB · Internasional
Saat petang menjelang malam, Jumat (28/3/2025), warga Mandalay ramai–ramai beristirahat di tenda-tenda di pinggir jalan. ”Kami takut bangunan yang selamat akan runtuh,” kata Ko Ko, bukan nama asli, warga Mandalay, Myanmar.
Kota Mandalay dan Sagaing adalah kota-kota yang paling parah kerusakannya dihantam gempa yang terjadi pada Jumat siang di patahan Sagaing, Myanmar tengah.
Ketika gempa menghantam Mandalay, Ko Ko yang sedang mengemudi mobil menepi. Dia menyaksikan di hadapannya sebuah gedung rumah sakit berayun-ayun, lalu runtuh dalam sekejap dengan kepulan debu tebal menyelimuti.
Di dekat masjid yang runtuh, deretan rumah, dan sebuah hotel juga runtuh. Lantai tiga hotel tersebut roboh. Pemilik, tamu, dan karyawan masih terperangkap.
Dikutip dari laporan The Guardian, Jumat petang, Ko Ko mengatakan, sebagian besar Kota Mandalay hancur.
Seorang perempuan warga Mandalay, Nadi, mengatakan, adik iparnya Imran sedang bersembahyang di masjid setempat. Tiba-tiba terjadi guncangan dahsyat. Nadi tertimbun reruntuhan dan mengalami pendarahan hebat.
”Pertolongan datang terlambat. Adik ipar saya tidak tertolong. Dia meninggal di usia 18 tahun,” kata Nadi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/29/9ca8e8bef3398e9377e443b8bd2fac6c-MYANMAR_THAILAND_QUAKE_128594163.jpg)
Di dekat masjid yang runtuh, deretan rumah, dan sebuah hotel juga runtuh. Lantai tiga hotel tersebut roboh. Pemilik, tamu, dan karyawan masih terperangkap. Demikian juga warga yang tertimbun reruntuhan rumah mereka.
Tak jauh dari sana, sebagian kompleks Universitas Mandalay roboh dan terbakar. Api masih mengepul hingga Jumat sore.
Bahkan, menjelang hari gelap, Ko Ko mengatakan masih merasakan gempa susulan mengguncang Mandalay. Kota nomor dua di Myanmar yang berpenduduk 1,5 juta jiwa itu kini menjadi perhatian dunia karena besarnya kerusakan yang diakibatkan gempa bumi di sana.
Gempa bumi pekan ini adalah satu dari sekian peristiwa kehancuran yang menimpa Kota Mandalay.
Perang Inggris-Burma hingga Perang Dunia II
Kota Mandalay adalah kota bersejarah dan daerah strategis, terletak di sisi timur Sungai Irrawady yang mengular dari utara–selatan Myanmar (dulu Burma) sepanjang 2.170 kilometer.
Hulu Sungai Irrawady bertemu ke arah perbatasan China di Yunnan dan wilayah Timur Laut India di Nagaland dan Arunachal Pradesh. Wilayah segitiga tersebut dulu pernah menjadi saksi konflik antara Kerajaan Burma dengan Kerajaan China dan penjajah Inggris di India.
Penjajah Inggris menaklukkan kerajaan terakhir Burma yang dipimpin Wangsa Konbaung dengan ibu kota terakhir di Mandalay. Dinasti Konbaung berkuasa pada tahun 1752-1885.
Wangsa Konbaung memerintah di beberapa lokasi ibu kota dari Shwebo, Sagaing, Ava (kini Inwa), dan Amarapura. Lokasi tersebut umumnya berada tidak jauh dari Kota Mandalay.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/02/14/cdd4cb26-c584-46dd-82c7-ed369061ad7f_jpg.jpg)
Inggris berhasil mengalahkan Dinasti Konbaung dalam pertempuran di Mandalay tahun 1885. Perang diawali konflik Inggris-Burma sejak Maret 1824 di wilayah sekitar Arakan, Myanmar-Chittagong, Bangladesh (saat ini).
Dalam catatan National Army Museum (NAM) Inggris, tentang Perang Burma I tahun 1824-1826, serdadu Burma disebut unggul dalam perang rimba. Namun, dalam perang terbuka dengan senjata modern, pasukan Inggris mengungguli mereka.
Penaklukan Kerajaan Burma pada tahun 1885 menjadi bagian wilayah British India, menginspirasi syair ”Mandalay” yang ditulis sastrawan Inggris era Ratu Victoria, Rudyard Kipling. Kipling singgah di Burma pada tahun 1890. Nama Mandalay pun dikenal di dunia Barat sebagai tempat indah dan eksotis di dunia Timur.
Dalam budaya populer, syair Kipling itu menjadi inspirasi lagu ”On The Road to Mandalay” (1907), novel The Road to Mandalay (1917), film The Road To Mandalay (1926 dan 2016), maupun lagu ”The Road to Mandalay” yang dipopulerkan penyanyi Robbie Williams pada tahun 2002.
Kipling singgah di Burma pada tahun 1890. Nama Mandalay pun dikenal di dunia Barat sebagai tempat indah dan eksotis di dunia Timur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/02/01/000_8ZX94D_1612151291.jpg)
Posisi Mandalay yang berada di tengah Myanmar dan juga separuh perjalanan dari Thailand-India menjadikan kota itu sebagai titik persinggahan penting.
Semasa Perang Dunia II, Pertempuran di Mandalay-Miktila menjadi babak penutup Inggris mengalahkan Jepang (Januari-Mei 1945). Pasukan Jepang yang sempat mengalahkan Inggris sehingga harus mundur dari Burma ke India pada awal 1942 berhasil merebut kembali Burma dengan menguasai Kota Mandalay.
Tentara Inggris bergerak menyeberangi Sungai Irrawady memasuki Mandalay. Pasukan Jepang bertahan di perbukitan Mandalay di utara Istana Kerajaan di Fort Duferin dan pusat sejumlah pagoda kuno Burma.
Adu artileri dua pihak berlangsung, Inggris menang, Jepang kalah. Harga yang harus dibayar: Mandalay hancur.
Sebagian pasukan Inggris-India yang menang perang di Kota Mandalay itu kelak terlibat pertempuran 10 November di Surabaya, Jawa Timur, pada tahun 1945.
Kota Pintar ASEAN
Burma merdeka, Kota Mandalay pun dibangun kembali. Namun, di era modern, pada tahun 1984, terjadi kebakaran besar yang kembali menghancurkan sebagian Kota Mandalay.
Laman frontiermyanmar.net tanggal 1 Agustus 2019 menulis ”Mandalay: Kota Masa Depan?” Mewartakan tentang kebangkitan Mandalay sejak tahun 2016 sebagai smart city.
Mandalay, Yangon, Naypyitaw adalah sebagian dari 26 jaringan Kota Pintar versi ASEAN yang digagas Singapura pada tahun 2018. Teknologi informasi menjadi dasar pembangunan Kota Mandalay di bidang manajemen lalu lintas, keselamatan transportasi, angkutan umum, perparkiran, jalur pedestrian, dan manajemen air serta limbah rumah tangga.
Pada Juni 2018, situs berita teknologi CIO.com menempatkan Kota Mandalay dalam peringkat 10 Kota Pintar di ASEAN. Raihan tersebut berdasar riset GovInsider Singapura, The ASEAN Post-Malaysia, McKinsey Global Institute, dan unit intelijen majalah The Economist.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/10/21/cc096341-4218-4ecc-9c0f-16d8c038d4ad.jpg)
Selanjutnya Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Agence Francaise de Developpement dari Perancis memberikan bantuan keuangan dan teknis bagi peningkatan proyek Kota Pintar Mandalay.
Kota Mandalay ketika itu dipimpin Dokter Ye Lwin, seorang dokter spesialis mata yang menginisiasi perbaikan tata kelola kota sesudah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) berkuasa tahun 2016. Mereka membentuk dewan kota yang mencakup wartawan, ahli teknologi informasi, ahli hukum, dan insinyur.
Warga pun bisa berinteraksi langsung dengan wali kota Mandalay melalui media sosial. Ini hal yang sulit terjadi di masa silam.
Pembangunan penerangan jalan, perbaikan jalan, pembuangan sampah, dan kebersihan kota menjadi prioritas. Sebagai contoh, truk sampah dilengkapi GPS sehingga ketahuan kinerja dinas kebersihan.
Digunakan pula sistem kordinasi lalu lintas seperti yang dioperasikan di Kota Sydney, Australia. Tilang elektronik dan kecelakaan lalu lintas, semua masuk di basis data informasi Kota Mandalay.
Kehidupan warga dan layanan publik pun membaik. Sayangnya, situasi berbalik tak kondusif ketika terjadi kudeta militer tahun 2021. Kini, Kota Mandalay semakin terpuruk oleh guncangan gempa dahsyat bermagnitudo 7,7.
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Nur Hidayati