HUBUNGAN BILATERAL

Dibayangi AS, China dan Kanada Berkompromi di Sektor Perdagangan

Langkah Carney menandai fase baru tatanan perdagangan global yang mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat.

17 Jan 2026 17:33 WIB · Internasional

AP VIA THE CANADIAN PRESSS/SEAN KILPATRI

Oleh Elsa Emiria Leba

BEIJING, SABTU — China dan Kanada memperkuat hubungan bilateral seiring meningkatnya ketidakpastian global. Kedua negara berkompromi untuk menghapus hambatan perdagangan. Langkah ini menandai fase baru tatanan perdagangan global yang menjauhi Amerika Serikat.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney berkunjung ke Beijing, China, pada 14-17 Januari 2026. Kunjungan ini menandai kunjungan pertama seorang PM Kanada sejak tahun 2017. Carney bertemu dengan Presiden China Xi Jinping beserta sejumlah pejabat dan pebisnis.

Global Times, Sabtu (17/1/2026), melaporkan, Carney dan Xi mencapai kesepakatan perdagangan awal pada Jumat, kemarin. Kesepakatan itu akan memangkas tarif impor atas produk andalan masing-masing, khususnya kendaraan listrik (EV) China serta minyak kanola Kanada.

”Ini kembali ke level sebelum perselisihan perdagangan, tetapi di bawah kesepakatan yang lebih menjanjikan bagi warga Kanada,” kata Carney kepada wartawan.

Hubungan Kanada-China lama renggang. Mengikuti jejak AS, Kanada di bawah era mantan PM Justin Trudeau memberlakukan tarif terhadap EV buatan China sebesar 100 persen serta 25 persen untuk baja dan aluminium pada 2024.

China membalas dengan memberlakukan tarif 100 persen untuk minyak dan tepung kanola Kanada serta 25 persen untuk daging babi dan makanan laut. Beijing menambah tarif tinggi lagi untuk biji kanola. Alhasil, ekspor Kanada ke China turun 10,4 persen pada 2025.

Presiden China Xi Jinping (tengah kiri) dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kedua dari kanan) mengadakan pertemuan bilateral di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat (16/1/2026).

Dalam kesepakatan teranyar, Kanada secara bertahap akan mengizinkan 49.000 unit EV China masuk dengan tarif 6,1 persen. Besaran tarif berdasarkan skema Most Favoured Nation (MFN) sehingga sama seperti mitra dagang lain. Setelah itu, kuota kendaraan meningkat sekitar 70.000 unit dalam lima tahun.

Kesepakatan tersebut juga akan membuat China menurunkan tarif untuk biji kanola Kanada dari 84 persen menjadi 15 persen mulai 1 Maret 2026. Selain itu, Kanada juga memproyeksikan produk bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong akan bebas tarif antidiskriminasi per Maret 2026 hingga setidaknya akhir tahun. 

Dalam pernyataan Kementerian Perdagangan China, Beijing menyatakan penyesuaian tarif terhadap sejumlah produk pertanian dan perikanan Kanada sebagai respons atas keputusan Kanada menurunkan tarif EV.

”Kedua negara telah melewati berbagai pasang surut. Menjadi mitra yang saling menghormati adalah landasan politik hubungan China-Kanada. Terlepas dari perbedaan, kedua pihak harus saling menghormati kedaulatan, integritas wilayah, sistem politik, dan jalur pembangunan yang telah mereka pilih,” tutur Xi Jinping, menurut Global Times.

Kedua pemimpin juga menjajaki peluang kemitraan di bidang pertanian, minyak, gas, dan energi hijau. Selain itu, mereka membahas isu Greenland yang terancam pencaplokan AS.

Menjauhi AS

Seperti negara lainnya, Kanada dan China terdampak dari kenaikan tarif impor AS sejak tahun lalu. Hubungan Kanada-AS jadi memburuk, sementara perang dagang AS-China berlanjut. Bahkan, Presiden AS Donald Trump menyebut tertarik membuat Kanada sebagai negara bagian AS yang ke-51.

Dalam kunjungan ke China, Carney menyinggung bagaimana tata kelola global sedang berada di bawah tekanan besar. Hubungan kedua negara yang lebih baik dapat membantu sistem tersebut.

”Hubungan Kanada-China berkembang selama beberapa bulan terakhir. Hubungan ini jadi lebih gampang diprediksi dan Anda melihat hasilnya,” tutur Carney.

Sampai sekarang, Kanada belum mencapai kesepakatan tarif dengan AS. Sebelum terbang ke China, Carney telah menegaskan niat untuk fokus pada pembangunan ekonomi dengan mengurangi ketergantungan kepada AS.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney berbicara selama konferensi pers di Taman Ritan, Beijing, China, Jumat (16/1/2026). Pada Jumat, Carney bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk memperbaiki relasi antara kedua negara.

Carney ingin memperluas jangkauan ke pasar Asia, termasuk dengan meningkatkan ekspor gas alam cair (LNG) ke Asia. Kanada menargetkan produksi 50 juta ton LNG per tahun. Setelah dari China, Carney direncanakan melawat ke Qatar pada 18 Januari 2026 untuk mempromosikan perdagangan dan investasi.

Bagi para pengamat, pendekatan ulang Kanada-China dapat membentuk kembali konteks politik dan ekonomi di tengah persaingan AS-China. Meski demikian, Carney menyebutkan relasi Kanada-AS sekarang juga lebih beragam, lebih dalam, dan lebih luas.

”Akibat kompleksitas hubungan perdagangan Kanada-AS saat ini, tidak mengherankan bahwa pemerintahan Carney hendak meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi bilateral dengan Beijing, yang merupakan pasar besar bagi petani Kanada,” kata Even Rogers Pay dari Trivium China yang berbasis di Beijing.

Profesor emeritus ilmu politik di Universitas Toronto, Nelson Wiseman, menyebut kesepakatan itu baik untuk kedua negara. ”Kanada sedang mendiversifikasi taruhannya secara ekonomi. Dan, China berhasil menciptakan sedikit keretakan antara Kanada dan AS,” ucapnya.

Kanada dikritik

Petani dan pejabat di Provinsi Saskatchewan, Kanada, menyambut baik kabar tersebut. Walakin, Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengecam kesepakatan baru Kanada-China. Ontario merupakan provinsi manufaktur otomotif utama Kanada.

”Pemerintah federal mengundang banjir kendaraan listrik murah buatan China tanpa jaminan nyata investasi yang setara atau segera dalam ekonomi Kanada, sektor otomotif, atau rantai pasokan,” tutur Ford dalam sebuah unggahan di X.

Selama ini, China merajai produksi EV global dengan menciptakan kendaraan berteknologi tinggi, menarik, dan terjangkau. Bahkan sebelum Kanada-China sepakat, para produsen mobil negara Barat sudah khawatir akan dominasi China di sektor itu.

Petugas mengecek kondisi fisik mobil listrik yang didatangkan secara utuh (completely built up/CBU) dari China di halaman Terminal Mobil Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Mulai akhir 2025 pemerintah akan menghentikan pemberian intensif terhadap mobil listrik impor yang didatangkan secara utuh.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK)
16-09-2025 *** Local Caption ***

Beberapa anggota kabinet pemerintahan Presiden Trump turut mengkritik langkah Ottawa menjelang peninjauan kesepakatan dagang AS-Kanada dan Meksiko. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer menyebutkan, kesepakatan itu bermasalah sehingga Kanada akan menyesalinya dalam jangka panjang.

Namun, Trump menyatakan dukungan untuk Carney. ”Ya, tidak apa-apa. Itulah yang seharusnya dia lakukan dan itu hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan. Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” katanya di Gedung Putih.

Meski Kanada terkesan menjauh, para pengamat memperkirakan Ottawa tidak akan beralih dari Washington secara dramatis. Kanada adalah tetangga dekat sekaligus sekutu dekat AS.

”Kanada merupakan sekutu inti AS dan sangat tertanam dalam kerangka keamanan dan intelijen Amerika. Oleh karena itu, sangat tidak mungkin untuk Ottawa secara strategis beralih dari Washington”, tutur Sun Chenghao, peneliti di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional Universitas Tsinghua. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul