Javier Bardem memang terkenal vokal terhadap isu kemanusiaan di Palestina.
20 Mar 2026 09:19 WIB · Tokoh
Evan Agostini/Invision/AP
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/d57fe81851b433890c4bf5809a623940-AP26074835819080.jpg)
Ajang penghargaan Oscars 2026 tampaknya tidak lagi sekadar panggung glamor dan penuh kebanggaan, tetapi menjadi panggung untuk menggaungkan isu genting dunia yang sedang terjadi. Itulah yang dilakukan oleh Javier Bardem (57) pada Minggu (15/3/2026) malam di Dolby Theater, Amerika Serikat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/985b975051931fc916e06529565d23f9-AP26075076881648.jpg)
Sebelum membacakan nomine untuk kategori Best International Film, Javier Bardem memanfaatkan perhatian dari seluruh audiens untuk mulai berpidato. ”Tolak perang dan bebaskan Palestina,” kata suami dari Penélope Cruz tersebut, yang kemudian disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/7262a50f23c84d18fdf5332d94c82200-AP26074827770590.jpg)
Terlihat pada kerah tuksedo yang dikenakan pria asal Spanyol itu, terdapat atribut pin berbentuk kotak bertuliskan ”No a la Guerra” yang berarti ”Katakan tidak pada perang”. Tak hanya itu, di bawahnya juga terdapat pin simbolis dukungan untuk Palestina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/7428c6b0ebe1086192de70206263e72b-AP26075233042061.jpg)
”Saya memakai pin yang pernah saya kenakan pada tahun 2003 saat perang Irak, yang merupakan perang ilegal. Dan di sinilah kita, 23 tahun kemudian, menghadapi perang ilegal lainnya,” ujar Javier kepada media di karpet merah, mengutip Vanity Fair, Senin (16/3/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/dce3b75ac8c854f95f70583b2705feec-AP26074855691100.jpg)
Javier Bardem memang terkenal vokal terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Sebelumnya pada Februari lalu, Javier menjadi salah satu dari sekian artis yang menandatangani surat terbuka yang berisi kritik terhadap Berlin Film Festival yang ”membungkam” Gaza.
”Di sinilah saya hari ini, mengecam genosida di Gaza. Bebaskan Palestina,” katanya kepada Variety, dilansir pada Senin (16/3/2026).
Catatan: Artikel ini disusun oleh peserta program magang Harian Kompas, yakni Vindy Therecia, mahasiswa program studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat.
Penulis:
Sarie FebrianeEditor:
Albertus Subur Tjahjono