PERANG

Gempuran Israel ke Lebanon Hambat Perdamaian AS-Iran

Diplomat Israel mengatakan Trump dan Netanyahu berbeda kepentingan soal perdamaian Iran dan Lebanon. Israel menghajar Lebanon kala AS-Iran berusaha berdamai.

14 Jun 2026 14:00 WIB · Internasional

AP Photo/Mohammed Zaatari

Oleh Iwan Santosa

BEIRUT, MINGGU — Kala Amerika Serikat dan Iran mengintensifkan perundingan damai, Israel menggencarkan serangan ke Lebanon. Lebih dari 300 orang tewas akibat serangan Israel ke Lebanon sejak Kamis.

Pada Minggu (14/6/2026) dini hari, serangan Israel dipusatkan ke Nabatiyeh. Kota itu berada 12 kilometer dari perbatasan paling utara antara Lebanon dan Israel.

Sementara sejak Kamis, seperti dilaporkan antara lain oleh The Jerusalem Post dan Al Jazeera, Israel menyerang ratusan lokasi di Lebanon. Setidaknya 350 orang tewas dalam rangkaian serangan itu.

Kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan, kota Nabatiyeh kini kosong. Orang-orang berlari dari ibu kota Provinsi Nabatiyeh. Sejak lama Israel mengincar mencaplok kota itu.

Beberapa waktu lalu, Israel mencaplok bukit tempat Benteng Beaufort. Benteng yang dibangun kesatria Kristen abad pertengahan itu berada di selatan Nabatiyeh.

Menurut The Associated Press, Israel berusaha sebanyak mungkin menguasai wilayah Lebanon sebelum AS-Iran mencapai kesepakatan damai. Kini, 20 persen daratan Lebanon diduduki Israel. Pencaplokan itu dilakukan sejak 2 Maret 2026.

Smoke rises from the site of an Israeli airstrike that targeted the southern Lebanese village of Kfar Tibnit on June 13, 2026. Lebanon reported Israeli strikes on the country's south on June 13 as the Israeli army issued evacuation warnings for more than 20 locations including the city of Nabatieh ahead of raids there. (Photo by Abbas FAKIH / AFP)

Serangan Israel membuat militer Lebanon menarik pasukan dari Lebanon selatan. Penarikan dari tangsi di Kfar Tibnit dilakukan selepas Israel mengancam menyerang 20 lokasi di Lebanon selatan. Seluruh orang Lebanon di lokasi-lokasi itu dipaksa pergi.

Menurut AP, Israel mau menguasai lereng dan perbukitan Ali Taher dengan Kfar Tibnit. Dari sana, Israel bisa mengawasi mayoritas Provinsi Nabatiyeh. Sampai Mei 2000, Israel pernah menduduki perbukitan itu selama 18 tahun.

Militer Lebanon menyatakan, pesawat nirawak Israel menyerang prajurit Lebanon di Nabatiyeh. Serangan dilancarkan dua kali dan prajurit itu cedera serius.

Israel terus menyerang Lebanon meski beberapa kali menyepakati gencatan senjata yang difasilitasi AS. Sejak 2 Maret 2026, Israel telah membunuh lebih dari 3.700 orang di Lebanon.

Rangkaian serangan terjadi kala AS-Iran mengintensifkan perundingan perdamaian. AS membenarkan, salah satu syarat dari Iran adalah penghentian serangan Israel ke Lebanon. Petinggi Hizbullah, Hussein Haj Hassan, mengatakan bahwa Iran memberi tahu Hizbullah bahwa penghentian serangan ke Lebanon jadi bagian kesepakatan AS-Iran.

Namun, Israel berbeda pandangan dengan AS soal Lebanon. Hal itu antara lain disampaikan mantan Konsul Jenderal Israel di Los Angeles, Yaki Dayan.

Kepada The Jerusalem Post, Dayan mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump berusaha memperluas perdamaian. Trump juga ingin menambah penandatangan Kesepakatan Ibrahim (Abraham Accord). ”Dia ingin dikenang sebagai Presiden Perdamaian,” ujarnya.

Trump, menurut Dayan, memandang kemenangan atas Iran antara lain berupa penghentian pengayaan uranium. Dalam perundingan beberapa bulan ini, belum ada kesepakatan soal uranium yang telah diperkaya Iran.

<p>infografik halaman 04 fasilitas nuklir iran</p>

Pendapat Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbeda soal Iran dan Lebanon. Netanyahu dan pendukungnya mau penghancuran total pemerintah Iran saat ini. Israel disebut tak akan aman selama Iran masih dikuasai pemerintahan sekarang.

Israel di bawah Netanyahu juga mau mewujudkan gagasan ”Israel Raya”. Gagasan ini adalah Israel menguasai wilayah dari timur Sungai Nil di Mesir dan Sudan sampai ke barat Sungai Eufrat di Irak-Kuwait. Hal itu berarti Israel mau mencaplok Jordania, Suriah, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Yaman.

Perbedaan pandangan Trump-Netanyahu telah berulang kali diungkap. Beberapa waktu lalu, Trump membenarkan bertengkar lewat telepon dengan Netanyahu. Sebab, Israel terus menyerang Lebanon.

Sebagian pemimpin Lebanon mengatakan Iran memberlakukan negara mereka sebagai alat tawar-menawar. Anggota fraksi Hizbullah di parlemen Lebanon, Ali Fayyad, mengatakan bahwa Lebanon harus bersikap dalam kesepakatan AS-Iran yang mencakup Lebanon. ”Lebanon sendiri yang harus berunding bagi kepentingannya. Tidak ada negara lain yang harus mengurus kami,” kata Fayyad.

Di sisi lain, Lebanon juga tak boleh pasrah kala digempur Israel. Lebanon tak bisa mengandalkan AS untuk menghentikan serangan Israel ke Lebanon.

Adapun Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam keterangannya mengatakan, Lebanon sedang menghadapi ujian. ”Apakah bangsa Lebanon akan bersatu dalam payung negara atau tersandera oleh kelompok milisi (Hizbullah),” kata Aoun.

Netanyahu dipastikan tak akan ke Perancis untuk bertemu Trump dan para pemimpin G7. Trump ke Perancis untuk bertemu pemimpin G7 dan negara-negara Arab. Ketidakhadiran Netanyahu dilaporkan The Jerusalem Post.

Netanyahu tak datang di tengah peningkatan sikap keras Eropa pada Israel. Sejumlah anggota Uni Eropa menyanksi beberapa pejabat dan warga Israel. Sanksi terkait kebijakan Israel soal Lebanon dan Palestina.

Sementara perkembangan perundingan AS-Iran tidak kunjung jelas. Iran menyanggah akan ada penandatanganan kesepakatan pada akhir pekan ini. Iran juga tidak akan mengirim pejabat ke Eropa atau kawasan lain untuk menandatangani kesepakatan dengan AS.

Sementara Pakistan dan AS menyatakan, kesepakatan akan ditandatangani pada akhir pekan ini. Trump juga mengklaim, blokade Selat Hormuz akan segera diakhiri.

Blokade itu diberlakukan AS-Iran antara lain dengan menembaki kapal-kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz. Penembakan AS antara lain mengakibatkan tiga pelaut India tewas.

Isu itu dibahas Menteri Luar Negeri India S Jaishankar kala menelepon Menlu AS Marco Rubio. Dalam pernyataan setelah telepon itu, Rubio disebut menyatakan AS tidak menoleransi pelanggaran blokade terhadap Iran. Pernyataan resmi AS tak mengungkap apakah Washington meminta maaf ke New Delhi soal kematian tiga pelaut India itu. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan