Jelang Lima Abad, Jakarta Berambisi Masuk 50 Kota Besar Dunia

Di usia ke-498, Jakarta berupaya masuk dalam daftar 50 kota besar dunia dengan tetap menghormati dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada.

22 Jun 2025 12:12 WIB · Metropolitan

Oleh Atiek Ishlahiyah Al Hamasy

Pada usia ke-498 tahun, Jakarta berupaya masuk ke dalam daftar 50 kota besar dunia menurut Global City Index. Di balik pembangunan fisik yang pesat, Jakarta juga berfokus pada penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah ada sejak lama.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar upacara peringatan HUT Ke-498 Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/6/2025) pagi.

Acara ini dihadiri oleh pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta warga berbagai usia. Banyak di antaranya yang mengenakan pakaian tradisional Betawi, seperti kebaya encim dan baju sadariah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tiba di Monas sekitar pukul 07.26 WIB. Keduanya mengenakan busana tradisional Betawi yang serasi dengan beskap hitam dan peci hitam.

Rangkaian upacara dimulai pukul 07.30 WIB, ditandai dengan bunyi terompet yang menandakan dimulainya prosesi defile atau pawai barisan peserta upacara. Tiga menit kemudian, peserta upacara yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) hingga petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) berjalan dengan langkah teratur.

Setelah defile selesai, acara dilanjutkan dengan pertunjukan kolosal yang menggambarkan sejarah Jakarta, disajikan dalam bentuk tari-tarian tradisional oleh seniman daerah. Pertunjukan ini tidak hanya memperkaya makna upacara, tetapi juga menegaskan pentingnya budaya lokal sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitas Jakarta.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/6/2025) pagi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung upacara ini. Dalam amanatnya, Pramono menyampaikan bahwa HUT Jakarta kali ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai refleksi atas tantangan yang telah dilalui serta harapan untuk masa depan Jakarta.

”Dengan usia yang hampir 500 tahun, Jakarta perlu meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya di panggung dunia,” kata Pramono.

Ia menyebut bahwa Jakarta telah melalui perjalanan panjang, dimulai dari pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa dan kini berkembang menjadi pusat pemerintahan. Bahkan, Jakarta kini sedang bertransformasi menjadi kota global.

Tema HUT Ke-498 Jakarta, ”Jakarta Kota Global dan Berbudaya”, mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing sekaligus menjaga budaya dan kearifan lokal.

”Upaya besar sedang diarahkan untuk mengantarkan Jakarta masuk 50 kota besar dunia,” ujar Pramono.

Saat ini, Jakarta berada di peringkat ke-74 dari 156 kota global, berdasarkan laporan Global City Index tahun 2024. Sebagai bagian dari langkah strategis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan visi pembangunan 2025-2029, yaitu menjadikan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing berkelanjutan serta menyejahterakan warganya.

Komitmen ini tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan fisik Jakarta, tetapi juga dengan penghormatan terhadap nilai-nilai yang telah ada sejak lama. Dengan keberagaman dan kolaborasi yang erat antarelemen, Jakarta berupaya untuk terus mengedepankan gotong royong, toleransi, dan inklusivitas dalam setiap aspek kehidupan sosialnya.

”Budaya tetap menjadi penanda kekhasan Jakarta, sekaligus daya tarik untuk memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) dan wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/6/2025) pagi.

Pramono menyadari bahwa perjalanan Jakarta ke depan tidak akan mudah. Namun, dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat kolaborasi, ia yakin Jakarta akan terus melaju dan membawa nama baik bangsa di panggung dunia.

Selain itu, Pramono berharap sektor pariwisata DKI Jakarta dapat berkembang pesat seiring dengan diaktifkannya kembali ruang sejarah dan peluncuran Jakarta Tourist Pass, aplikasi yang mempermudah wisatawan menjelajahi kota ini.

”Dengan mengaktifkan kembali ruang sejarah, seperti Kota Tua (Jakarta) sebagai panggung ekspresi budaya, serta melaksanakan program Betawi Bangkit Jakarta Berbudaya untuk meningkatkan pariwisata melalui promosi dan mengembangkan ekosistem budaya Betawi, kami berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan,” kata Pramono.

Program prioritas

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa fokus pembangunan Jakarta terletak pada tiga hal utama. Pertama, membangun Jakarta dari bawah secara partisipatif, di mana masyarakat terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan.

Kedua, menyempurnakan program-program yang sudah berjalan agar lebih efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan. Ketiga, merespons aspirasi warga terkait dengan persoalan kota dengan cepat dan tepat sehingga setiap tantangan dapat diatasi dengan solusi yang relevan.

Pramono mengklaim bahwa pada 100 hari pertama kepemimpinannya, sejumlah program yang bermanfaat dan langsung dirasakan oleh warga telah berhasil diwujudkan. Salah satunya adalah penambahan kuota Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang kini mencapai 707.622 peserta didik pada Tahap I di 2025.

Selain itu, penguatan penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahun 2025. Setidaknya KJMU telah disalurkan kepada 16.979 mahasiswa.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/6/2025) pagi.

Program pemutihan ijazah juga terus dilanjutkan, dengan tahap I, II, dan III di tahun 2025 yang sudah mencakup 1.315 peserta didik. Selain itu, Pramono memberikan akses gratis ke berbagai destinasi wisata bagi pemegang KJP Plus, seperti ke Ancol Taman Impian dan museum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyerahkan kunci Kampung Susun Bayam kepada keluarga kelompok tani sekaligus memperluas akses air bersih melalui distribusi 300.000 kartu air sehat, yang berfungsi sebagai subsidi biaya bagi masyarakat. Selain itu, untuk mendukung mobilitas warga, layanan transportasi gratis, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT, telah disediakan bagi 15 golongan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam upaya mendukung kesejahteraan sosial, Pramono juga mengoptimalkan program homecare (layanan rumah) untuk lansia dan memperkenalkan layanan daycare untuk keluarga produktif. Di sisi lain, untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta telah menyelenggarakan bursa kerja (job fair) dan pelatihan keterampilan di tingkat kelurahan.

Untuk menjaga kestabilan harga dan pengendalian inflasi, Pramono menyebutkan bahwa kegiatan pasar murah rutin, penguatan cadangan pangan, dan kerja sama antardaerah telah dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan di Jakarta.

”Upaya ini tidak lepas dari kerja kolaboratif yang solid antara perangkat daerah, BUMD pangan, dan berbagai mitra strategis,” katanya.

Pramono juga mengungkapkan komitmennya untuk terus memperkuat program-program, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), serta layanan untuk lansia dan difabel. Dengan memperluas cakupan program ini, ia berharap kesejahteraan warga Jakarta akan semakin terjamin.

Selain itu, pemutihan ijazah dan berbagai program sosial lainnya akan terus dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi mereka yang membutuhkan dukungan dalam mengakses pendidikan dan layanan sosial.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/6/2025) pagi.

Harapan

Perayaan HUT Ke-498 Jakarta mengundang beragam harapan dari warga. Di tengah semarak perayaan, warga berharap Jakarta dapat terus tumbuh sebagai kota yang maju dengan pembangunan yang merata, tetapi tetap menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh warganya.

Salah satu warga Jakarta Timur, Fatiyah (29), menyampaikan harapannya agar pembangunan fasilitas kesehatan bisa lebih merata, khususnya di wilayah tempat tinggalnya.

Selain masalah fasilitas kesehatan, Fatiyah menyoroti persoalan klasik di Jakarta, seperti kemacetan dan banjir yang masih ia alami di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia berharap pada ulang tahun Jakarta kali ini, pemerintah benar-benar serius menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.

Sementara itu, Adira (28), warga Jakarta Selatan, berharap agar perayaan HUT Ke-498 Jakarta tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya budaya Betawi, ke tingkat dunia.

”Saya berharap program seperti Betawi Bangkit bisa digalakkan lagi. Budaya Betawi ini penting untuk terus dikenalkan agar Jakarta tidak hanya dikenal sebagai kota modern, tetapi juga kota yang kaya akan warisan budaya,” ujarnya.

Menurut Adira, budaya yang lestari juga bisa jadi daya tarik wisata yang mengangkat citra Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada identitas lokal. Ia berharap pemerintah terus melibatkan komunitas budaya dan seniman lokal dalam berbagai program pembangunan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al Hamasy
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .