Jepang mengirimkan kapal perang yang dilengkapi rudal, JS Hagura, mendekati Iwo Jima. Kapal itu memantau gugus tempur laut China yang dipimpin kapal induk CNS Liaoning. Latihan digelar di tengah upaya China-Jepang mendekatkan relasi ekonomi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian membenarkan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Liaoning ada di dekat perairan Iwo Jima. Dalam pernyataan pada Senin (9/6/2025), ia menegaskan pelayaran itu sesuai kaidah dan hukum internasional.
”China selalu menerapkan kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif, dan kami berharap Jepang akan memandang hal ini secara obyektif dan rasional,” ujarnya, sebagaimana dikutip media China, Global Times.
Pada 29 Mei, Mao Ning dari Kemenlu China menyatakan hal senada. ”Kegiatan kapal militer China di perairan relevan sepenuhnya sesuai hukum internasional dan praktik internasional,” kata kolega Lin itu.
Lin menanggapi pengumuman Kantor Kepala Staf Gabungan (JSO) Pasukan Bela Diri Jepang (JDSF). Dalam pernyataan pada Minggu, JSO menyebut Guspurla Liaoning terdiri pula dari empat kapal perusak, satu fregat, satu kapal logistik, dan satu kapal pendukung tempur. Kapal perusak terdiri dari dua jenis, tipe 055 dan tipe 052D.
Jumlah dan jenis kapal diidentifikasi berdasarkan foto dari JSO. Jepang mengirimkan kapal perangnya untuk memantau guspurla itu.
Lokasi latihan guspurla China terpantau 300 kilometer di timur Iwo Jima. ”Inilah pertama kali kapal induk China, Liaoning, terkonfirmasi beraktivitas di timur Iwo Jima,” demikian pernyataan JSO.
Sejumlah jet tempur dan helikopter terpantau lepas landas dari geladak Liaoning. Tidak disebut jenis jet dan helikopternya.
Liaoning bisa mengangkut total 40 pesawat dan helikopter. Paling banyak adalah jet J-15. Liaoning juga biasanya dilengkapi 12 helikopter angkut Z018 dan dua helikopter taktis Z-9.
JSO menyebut, manuver bagian dari upaya China mengembangkan kemampuan operasi jarak jauh. Lokasi latihan berada hampir 2.000 kilometer dari Zhousan, daratan terdekat China ke lokasi latihan.
Jepang memantau pergerakan Guspurla Liaoning sejak akhir Mei 2025. Guspurla pertama kali bergerak di antara Okinawa dan Miyako pada 27 Mei 2025. Setelah itu, guspurla terlihat mengarah ke selatan. Lalu, guspurla tersebut melintas di antara Iwo Jima dan Anejima.
Perdebatan lokasi
JSO menyebut, guspurla itu masih dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Sementara China menyatakan kapal di perairan internasional.
Menurut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut Internasional (UNCLOS), suatu negara berhak mengklaim laut sampai 321 kilometer dari titik pasang terendah. Area klaim terdiri dari 22,2 kilometer perairan teritorial dan sisanya ZEE.
Sejak akhir Mei 2025, China berulang kali menekankan Guspurla Liaoning berada di perairan internal. ”Liaoning berlatih di perairan yang pantas, tidak menargetkan negara atau entitas tertentu dan sejalan dengan hukum dan praktik internasional. Saya pikir pihak Jepang bereaksi berlebihan,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang pada 29 Mei.
Iwo Jima berada 211 kilometer di barat daya Pulau Anejima. Pulau-pulau itu bagian dari Kepulauan Ogasawara. Meski berada 1.000 kilometer di tenggara Tokyo, kepulauan itu dibawahkan Pemerintah Metropolitan Tokyo Raya.
Meski kecil-kecil, sebagian luasnya tidak sampai 1 hektar, kepulauan itu penting bagi Jepang. Kepulauan itu jadi dasar Jepang mengklaim ZEE dan tentu saja perairan teritorial. Selain itu, Kepulauan Ogasawara disebut kaya cadangan logam tanah jarang atau rare earth mineral.
Iwo Jima salah satu lokasi pertempuran terbesar dalam Perang Dunia II. Amerika Serikat dan sekutunya kehilangan banyak prajurit untuk merebut pulau itu dari Jepang.
Rantai pertahanan
Kini, Iwo Jima dan Ogasawara bagian dari Rantai Pertahanan Kedua. Istilah itu mengacu pada area pertahanan buatan AS untuk menghadapi China.
Rantai pertama membentang dari Okinawa-Taiwan-Filipina. Rantai kedua berpusat di Guam, wilayah swatantra AS di Pasifik. Rantai itu membentang dari Jepang sampai ke Australia.
Sementara rantai ketiga berpusat di Hawaii. Rantai itu membentang dari Selandia Baru sampai Alaska.
China biasanya beraktivitas di sekitar rantai pertama. Di rantai kedua, belum banyak kegiatan China.
Kapal induk Liaoning, kapal induk pertama China, paling sering dipakai dalam latihan itu. Liaoning menjadi wujud rencana besar China mampu beroperasi di lautan yang berada ribuan kilometer dari China.
China memiliki tiga kapal induk, yakni Liaoning, Shandong, dan Fujian. China dikabarkan tengah membangun kapal induk keempat.
Liaoning dikembangkan dari kapal induk Varyag yang dibeli dari Ukraina tahun 1998 dan dialihkan ke Angkatan Laut China tahun 2002. Sementara Shandong dan Fujian dikembangkan sendiri oleh China.
Liaoning dan Shandong bergantian beroperasi di sekitar Taiwan. Dalam dua tahun terakhir, berulang kali Guspurla Liaoning dan Shandong mengepung total Taiwan.
Kemitraan ekonomi
Manuver Liaoning terpantau kala Jepang-China sedang berusaha semakin mengeratkan kerja sama ekonomi mereka. Sama-sama di Asia Timur dan jadi sasaran tarif impor AS, China-Jepang merasa harus lebih mengoptimalkan kerja sama mereka.
Bahkan, Mei lalu, China-Jepang sepakat memulai perundingan pembukaan izin ekspor boga bahari Jepang ke China. Beijing melarang seluruh impor boga bahari dari Jepang. Larangan itu menyikapi keputusan Jepang membuang air tercemar radioaktif dari PLTN Fukushima ke laut.
Bersama Korea Selatan, China-Jepang juga terus mendorong kerja sama tiga negara Asia Timur. Forum kerja sama itu punya sekretariat tetap dan bertujuan mendorong peningkatan perdagangan di antara mereka.
Tiga negara itu juga bergabung dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP). Selain trio negara itu, RCEP juga beranggotakan seluruh ASEAN ditambah Selandia Baru dan Australia. (AP/AFP)
Jepang mengirimkan kapal perang yang dilengkapi rudal, JS Hagura, mendekati Iwo Jima. Kapal itu memantau gugus tempur laut China yang dipimpin kapal induk CNS Liaoning. Latihan digelar di tengah upaya China-Jepang mendekatkan relasi ekonomi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian membenarkan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Liaoning ada di dekat perairan Iwo Jima. Dalam pernyataan pada Senin (9/6/2025), ia menegaskan pelayaran itu sesuai kaidah dan hukum internasional.
”China selalu menerapkan kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif, dan kami berharap Jepang akan memandang hal ini secara obyektif dan rasional,” ujarnya, sebagaimana dikutip media China, Global Times.
Pada 29 Mei, Mao Ning dari Kemenlu China menyatakan hal senada. ”Kegiatan kapal militer China di perairan relevan sepenuhnya sesuai hukum internasional dan praktik internasional,” kata kolega Lin itu.
Serial Artikel
China-Jepang Bersitegang di Laut China Timur
Sebagai kekuatan dominan di Asia, China diminta untuk memimpin upaya mengurangi ketegangan di kawasan, bukan memperkeruhnya.
Lin menanggapi pengumuman Kantor Kepala Staf Gabungan (JSO) Pasukan Bela Diri Jepang (JDSF). Dalam pernyataan pada Minggu, JSO menyebut Guspurla Liaoning terdiri pula dari empat kapal perusak, satu fregat, satu kapal logistik, dan satu kapal pendukung tempur. Kapal perusak terdiri dari dua jenis, tipe 055 dan tipe 052D.
Jumlah dan jenis kapal diidentifikasi berdasarkan foto dari JSO. Jepang mengirimkan kapal perangnya untuk memantau guspurla itu.
Lokasi latihan guspurla China terpantau 300 kilometer di timur Iwo Jima. ”Inilah pertama kali kapal induk China, Liaoning, terkonfirmasi beraktivitas di timur Iwo Jima,” demikian pernyataan JSO.
Sejumlah jet tempur dan helikopter terpantau lepas landas dari geladak Liaoning. Tidak disebut jenis jet dan helikopternya.
Liaoning bisa mengangkut total 40 pesawat dan helikopter. Paling banyak adalah jet J-15. Liaoning juga biasanya dilengkapi 12 helikopter angkut Z018 dan dua helikopter taktis Z-9.
JSO menyebut, manuver bagian dari upaya China mengembangkan kemampuan operasi jarak jauh. Lokasi latihan berada hampir 2.000 kilometer dari Zhousan, daratan terdekat China ke lokasi latihan.
Jepang memantau pergerakan Guspurla Liaoning sejak akhir Mei 2025. Guspurla pertama kali bergerak di antara Okinawa dan Miyako pada 27 Mei 2025. Setelah itu, guspurla terlihat mengarah ke selatan. Lalu, guspurla tersebut melintas di antara Iwo Jima dan Anejima.
Serial Artikel
China dan Perkembangan Militer yang Tak Terbendung
Kemajuan China dalam teknologi rudal, senjata nuklir, dan akal imitasi sudah memicu kekhawatiran serius di antara banyak pengamat Barat.
JSO menyebut, guspurla itu masih dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Sementara China menyatakan kapal di perairan internasional.
Menurut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut Internasional (UNCLOS), suatu negara berhak mengklaim laut sampai 321 kilometer dari titik pasang terendah. Area klaim terdiri dari 22,2 kilometer perairan teritorial dan sisanya ZEE.
Sejak akhir Mei 2025, China berulang kali menekankan Guspurla Liaoning berada di perairan internal. ”Liaoning berlatih di perairan yang pantas, tidak menargetkan negara atau entitas tertentu dan sejalan dengan hukum dan praktik internasional. Saya pikir pihak Jepang bereaksi berlebihan,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang pada 29 Mei.
Serial Artikel
Menhan Jepang Mau Datang, China Kirim ”Drone” ke Vietnam
Biasanya, pesawat nirawak China mematikan pemancar sinyal posisi. Kali ini, pemancar tetap beroperasi dan terpantau.
Iwo Jima berada 211 kilometer di barat daya Pulau Anejima. Pulau-pulau itu bagian dari Kepulauan Ogasawara. Meski berada 1.000 kilometer di tenggara Tokyo, kepulauan itu dibawahkan Pemerintah Metropolitan Tokyo Raya.
Meski kecil-kecil, sebagian luasnya tidak sampai 1 hektar, kepulauan itu penting bagi Jepang. Kepulauan itu jadi dasar Jepang mengklaim ZEE dan tentu saja perairan teritorial. Selain itu, Kepulauan Ogasawara disebut kaya cadangan logam tanah jarang atau rare earth mineral.
Iwo Jima salah satu lokasi pertempuran terbesar dalam Perang Dunia II. Amerika Serikat dan sekutunya kehilangan banyak prajurit untuk merebut pulau itu dari Jepang.
Rantai pertahanan
Kini, Iwo Jima dan Ogasawara bagian dari Rantai Pertahanan Kedua. Istilah itu mengacu pada area pertahanan buatan AS untuk menghadapi China.
Rantai pertama membentang dari Okinawa-Taiwan-Filipina. Rantai kedua berpusat di Guam, wilayah swatantra AS di Pasifik. Rantai itu membentang dari Jepang sampai ke Australia.
Sementara rantai ketiga berpusat di Hawaii. Rantai itu membentang dari Selandia Baru sampai Alaska.
China biasanya beraktivitas di sekitar rantai pertama. Di rantai kedua, belum banyak kegiatan China.
Serial Artikel
China Pamerkan Tampilan Terbaru Kapal Induk Fujian
Demi melengkapi pertahanan kapal induk, China memproduksi rudal hipersonik antikapal jenis DF–ZF. Rudal tersebut dapat menjangkau sasaran dalam jarak 2.000 kilometer.
Kapal induk Liaoning, kapal induk pertama China, paling sering dipakai dalam latihan itu. Liaoning menjadi wujud rencana besar China mampu beroperasi di lautan yang berada ribuan kilometer dari China.
China memiliki tiga kapal induk, yakni Liaoning, Shandong, dan Fujian. China dikabarkan tengah membangun kapal induk keempat.
Liaoning dikembangkan dari kapal induk Varyag yang dibeli dari Ukraina tahun 1998 dan dialihkan ke Angkatan Laut China tahun 2002. Sementara Shandong dan Fujian dikembangkan sendiri oleh China.
Liaoning dan Shandong bergantian beroperasi di sekitar Taiwan. Dalam dua tahun terakhir, berulang kali Guspurla Liaoning dan Shandong mengepung total Taiwan.
Kemitraan ekonomi
Manuver Liaoning terpantau kala Jepang-China sedang berusaha semakin mengeratkan kerja sama ekonomi mereka. Sama-sama di Asia Timur dan jadi sasaran tarif impor AS, China-Jepang merasa harus lebih mengoptimalkan kerja sama mereka.
Bahkan, Mei lalu, China-Jepang sepakat memulai perundingan pembukaan izin ekspor boga bahari Jepang ke China. Beijing melarang seluruh impor boga bahari dari Jepang. Larangan itu menyikapi keputusan Jepang membuang air tercemar radioaktif dari PLTN Fukushima ke laut.
Serial Artikel
Sentilan Ambisi Besar RCEP
Sejumlah kritik dilontarkan akademisi kawasan pada RCEP. Digadang jadi mesin ekonomi baru di tengah perang dagang, sejumlah persoalan perlu diselesaikan RCEP.
Bersama Korea Selatan, China-Jepang juga terus mendorong kerja sama tiga negara Asia Timur. Forum kerja sama itu punya sekretariat tetap dan bertujuan mendorong peningkatan perdagangan di antara mereka.
Tiga negara itu juga bergabung dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP). Selain trio negara itu, RCEP juga beranggotakan seluruh ASEAN ditambah Selandia Baru dan Australia. (AP/AFP)