Merujuk nilai kontrak dengan Adana Demirspor, PSSI akan mengeluarkan dana jika memutus kontrak Patrick Kluivert. Demi hindari itu, PSSI bisa meniru langkah Curacao.
12 Okt 2025 12:40 WIB · Olahraga
Patrick Kluivert gagal memenuhi target yang disematkan publik sepak bola Indonesia kepadanya. Juru taktik asal Belanda itu tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik skuad ”Garuda” sehingga tersisih di putaran keempat pra-Piala Dunia. Narasi pemecatan Kluivert pun mencuat.
Kluivert dikontrak oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) per 8 Januari 2025. Ia menggantikan Pelatih Shin Tae-yong yang sudah lima tahun menjadi juru taktik skuad Garuda.
Proses perekrutan Kluivert dilakukan Ketua Umum PSSI Erick Thohir sejak akhir Desember 2024. Pada malam Natal tahun lalu, Kluivert mampu meyakinkan Erick untuk menghadirkan nuansa Belanda paripurna dari susunan pemain diaspora hingga staf kepelatihan.
Namun, ambisi ke Piala Dunia dengan melakukan pergantian pelatih di tengah persaingan putaran ketiga akhirnya kandas. Indonesia memang mampu lolos ke putaran keempat, tetapi dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak menutup perjalanan Rikzy Ridho dan kawan-kawan menuju Piala Dunia 2026.
Bagi Kluivert, bersama Indonesia adalah kegagalan keduanya memenuhi target menembus babak utama Piala Dunia. Sebelumnya, ia juga tidak berhasil mengantarkan Curacao lolos ke Piala Dunia 2018.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/ecb049ae336eac8876255bfb34440e2e-antarafoto_latihan_perdana_timnas_indonesia_1748510315_1_.jpg)
Kluivert sempat berjuang bersama Curacao selama 15 bulan bersama tim zona Concacaf itu. Dalam durasi itu, Curacao menelan dua kekalahan dan hanya dua kali meraih hasil imbang pada empat gim pra-Piala Dunia 2018.
”Tentu saya sangat kecewa. Semua orang di tim ini bekerja sangat keras untuk mewujudkan mimpi (lolos Piala Dunia 2026). Kekecewaan dirasakan tidak hanya oleh pemain dan staf, tetapi bangsa Indonesia. Ini sangat sulit,” ujar Kluivert seusai laga menghadapi Irak.
Dalam konferensi pers usai laga itu, ia pun belum mengetahui keputusan dan rencana masa depannya bersama timnas Indonesia. Padahal, skuad Garuda harus kembali bersama untuk laga internasional, November mendatang.
”Belum memiliki rencana. Saya butuh merefleksikan apa yang telah kami lakukan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah (pertandingan) ini,” ujar Kluivert, juru taktik berusia 49 tahun itu.
Dengan mencermati karier kepelatihannya selama ini, Kluivert memang lebih cenderung akan meninggalkan tim ketika target awal tidak bisa dicapainya. Ia sudah terbiasa mundur di tengah durasi kontraknya belum rampung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/12/7c7e14b947b660c02663ee6624b26322-b8e96a77dc95467fb0538aaeecec0358_0_48e69368df764584a511e60ca73e8543.jpg)
Misalnya, Kluivert dibekali kontrak tiga tahun bersama Curacao demi tampil di Rusia 2018. Setelah tersisih di babak kualifikasi, Kluivert langsung mengundurkan diri dari tapuk pimpinan pelatih Curacao.
Meski begitu, Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) menunjuk Kluivert sebagai penasihat strategi dari Juli 2016 hingga Juni 2018. Keputusan itu dipercaya untuk menghindari pembayaran kompensasi dari pemutusan kontrak yang masih aktif.
Dengan situasi itu, maka PSSI juga perlu menghitung dengan cermat apabila ingin mengakhiri kerja sama dengan mantan pemain Ajax Amsterdam itu. Kluivert masih memiliki kontrak hingga akhir Januari 2027 bersama PSSI.
PSSI memang belum pernah menyebut nilai kontrak pasti Kluivert untuk melatih timnas Indonesia. Namun, nilai kerja sama PSSI dengan Kluivert tidak berbeda jauh dengan kontrak Kluivert bersama tim sebelumnya, Adana Demirspor, di Liga Turki.
Itu yang kerap terjadi untuk kontrak pelatih-pelatih profesional. Mereka sudah memiliki rate card untuk bayaran mereka yang menyesuaikan rekam jejak mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/06/3de31d2a87bdf77844388d0f4ff541d4-antarafoto_timnas_indonesia_melawan_china_1749198971.jpg)
Kluivert hanya bertahan selama lima bulan dari 24 bulan kontrak yang ditandatanganinya. Performa tidak sesuai harapan membuat manajemen Adana menjalin kesepakatan bersama (mutual agreement) dengan Kluivert untuk menutup kerja sama, 4 Desember 2023.
Walaupun ada kesepakatan di antara kedua pihak, ternyata Adana tetap harus merogoh dana untuk membayar kompensasi pemutusan kontrak dengan Kluivert.
Kompas mendapatkan salinan putusan Pengadilan Sepak Bola FIFA (FIFA Football Tribunal) dengan nomor FPSD-13870 tertanggal 4 April 2024. Dalam putusan itu terungkap bahwa Adana dan Kluivert menandatangani perjanjian penghentian bersama dengan menyematkan konsekuensi finansial atas pemutusan kontrak. Namun, Adana belum memenuhi hak Kluivert hingga tenggat, Februari 2024.
Putusan FIFA Football Tribunal itu mewajibkan Adana untuk membayar kompensasi kepada Kluivert. Disebutkan bahwa Adana masih menunggak remunerasi, umumnya berkaitan gaji dan pembayaran fasilitas ketika kontrak masih berlangsung, sebesar 142.666 euro atau sekitar Rp 2,75 miliar.
Gaji terakhir Kluivert itu seharusnya dibayarkan Adana maksimal pada 8 Desember 2023. Selain itu, terdapat pula kompensasi dari pemutusan kontrak itu. Jumlahnya mencapai 150.000 euro atau sekitar Rp 2,9 miliar.
Alhasil, Adana harus membayar Kluivert nyaris Rp 3 miliar meskipun sudah ada pemutusan kontrak itu. Pembayaran kompensasi itu seharusnya diberikan dalam dua periode masing-masing pada 30 Januari 2024 dan 28 Februari 2024.
Merujuk keputusan FIFA Football Tribunal itu, maka jumlah kompensasi serupa yang berpotensi harus dibayarkan PSSI apabila memecat Kluivert akibat hasil mengecewakan di pra-Piala Dunia 2026.
Jika ingin terlepas dari potensi pembayaran kompensasi, PSSI bisa meniru langkah Curacao dengan memberikan peran berbeda bagi Kluivert. Peran sebagai staf di tim teknis PSSI, serupa dengan Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis bisa menjadi pilihan. Jabatan itu pernah dipegang Kluivert untuk Paris Saint-Germain pada Juli 2016-Juni 2017.
Bisa pula Kluivert diberikan tugas menangani pembinaan usia dini. Jabatan manajer akademi pernah diemban pula oleh Kluivert di Barcelona pada Juli 2019 sampai Juni 2021.
Apa pun hasil evaluasi PSSI, hal itu tentu akan menggambarkan ambisi federasi untuk timnas Indonesia selanjutnya. Kegagalan menembus Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi titik balik untuk perbaikan pembinaan dan penyusunan program demi menembus Piala Dunia 2030, yang menjadi edisi 100 tahun turnamen terakbar itu.
”Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan bisa sampai putaran empat kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini. Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam keterangannya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan