Segala cara ditempuh suporter Espanyol untuk menekan Joan Garcia pada derbi Catalan kontra Barcelona. Upaya itu sia-sia. Garcia tetap jadi pahlawan kemenangan Barca.
04 Jan 2026 08:45 WIB · Olahraga
AFP
BARCELONA, MINGGU — Pembalasan termanis bukan terwujud lewat kata-kata, melainkan tindakan. Joan Garcia menerapkan prinsip itu saat membantu Barcelona menang 2-0 atas Espanyol di Stadion RCDE, Minggu (4/1/2025) dini hari WIB. Jadi target kemarahan suporter Espanyol, Garcia tetap bisa tampil gemilang. Dia pun menjelma menjadi pahlawan yang tidak diharapkan publik ”Los Peruquitos”.
Garcia mengambil alih seluruh sorotan menjelang Derbi Catalan antara Espanyol dan Barcelona. Namanya bahkan melampaui Derbi Catalan itu sendiri, yang berpuluh-puluh tahun lamanya memang kerap berjalan dengan tensi tinggi. Saking kuatnya sorotan terhadap Garcia, Derbi Catalan bahkan seolah berubah nama menjadi Derbi Joan Garcia.
Sebelum bergabung dengan Barca musim ini, Garcia adalah harapan sekaligus calon pahlawan di Espanyol. Bergabung dengan Espanyol sejak usianya 15 tahun, banyak pihak di Espanyol yang percaya Garcia akan menjadi kiper hebat di masa depan. Di saat angan lama itu mulai terwujud, Garcia mengambil keputusan ekstrem dengan menerima tawaran ”Blaugrana”.
Wajar bila pada akhirnya banyak suporter Espanyol merasa terkhianati. Calon pahlawan, bintang masa depan, serta harapan yang bertumbuh bersama Espanyol sejak usia remaja tiba-tiba berputar haluan. Lebih menyakitkannya lagi, Garcia memilih menyeberang ke rival sekota. Aura permusuhan tidak akan muncul jika Garcia bergabung ke tim selain Barca.
Potensi serangan terhadap Garcia mendorong Espanyol memperketat pengamanan stadion menjelang derbi. Pihak klub memasang jaring pengaman di kedua sisi gawang, mengantisipasi terjadinya pelemparan benda-benda kepada Garcia. Suporter Barca dengan atribut dilarang hadir demi mencegah terjadinya kerusuhan. Segala ketegangan itu membawa Derbi Catalan pada dimensi yang sangat berbeda dari sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/04/68757fa7fdef0cc92afb21eef9f5249c-AFP_89JX6MU.jpg)
Joan (Garcia) patut mendapat pujian khusus. Dia adalah sosok yang sangat tenang, teliti, dan penuh percaya diri.
Namun, itu ternyata menjadi panggung pembuktian terbaik bagi Garcia. Di tengah intimidasi dan tekanan suporter Espanyol, Garcia sama sekali tidak terpengaruh. Total enam penyelamatan gemilang ia catatkan sepanjang laga. Dengan itu, Garcia menjadi kiper pertama Barca yang melakukan enam penyelamatan dalam pertandingan liga tanpa kebobolan sejak Marc-Andre ter Stegen melakukannya melawan Real Sociedad pada November 2023.
Espanyol bermain efektif di awal babak pertama dengan mengendalikan permainan. Pelatih Manolo Gonzalez menginstruksikan pemainnya untuk menekan Barca sejak membangun serangan dari belakang. Akibat terus diganggu sejak mulai mengalirkan bola dari belakang, Barca hanya melepaskan tiga tembakan dalam 45 menit pertama. Jumlah itu menjadi yang terendah bagi Barca di babak pertama pertandingan liga musim ini.
Di sisi sebaliknya, Espanyol tampil dominan dengan melepaskan 14 tembakan sepanjang laga. Tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang Barca. Hanya saja enam dari tujuh tembakan itu berhasil dimentahkan Garcia. Sementara satu tembakan tepat sasaran lainnya digagalkan Jules Kounde.
”Ini adalah derbi yang ketat dan sulit. Para pemain pengganti memberikan kontribusi berupa gol dan asis. Joan (Garcia) patut mendapat pujian khusus. Dia adalah sosok yang sangat tenang, teliti, dan penuh percaya diri,” kata Kounde seusai derbi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/04/b121648bf2a3907592dfccc6fb62c3cb-ca0c24d164e744fca83b1923b2f5eb94_0_7b7d5c99adc44d1ba5dd15d67179f8b7.jpg)
Kegemilangan Garcia di bawah mistar merupakan fondasi Barca. Refleknya dalam mementahkan tembakan lawan setidaknya memberi sedikit ketenangan bagi para bek. Salah satu momen paling krusial adalah ketika Garcia menepis sundulan keras Carlos Romero dari jarak dekat. Melihat penampilan sempurna Garcia, para gelandang Barca pun bisa lebih banyak berfokus membantu serangan.
Menemui jalan buntu sejak awal laga, Barca akhirnya sukses membuka keunggulan melalui sepakan melengkung Dani Olmo pada menit ke-86. Gol Olmo meruntuhkan mental para pemain Espanyol yang sempat merasa bisa mengimbangi permainan Barca.
Keruntuhan mental itu terbukti 4 menit berselang saat Robert Lewandowski mencetak gol tap in menyambut umpan silang mendatar Fermin Lopez. Tidak seperti babak pertama, para pemain Barca begitu kesulitan melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Espanyol. Setelah gol Olmo, Fermin relatif bisa dengan mudah melewati penjagaan Omar El Hilali.
”Kami harus mengakui bahwa Espanyol memainkan pertandingan yang sangat bagus. Saya rasa kami tidak pantas mendapatkan hasil ini. Akan tetapi, pada akhirnya, kualitas yang kami tunjukkan di lapangan, setelah pergantian pemain, pantas mendapatkan kemenangan,” kata Pelatih Barca Hansi Flick.
”Pertama dan terutama, saya harus berterima kasih kepada Joan García. Dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia. Dan juga para pemain yang masuk dari bangku cadangan. Tapi, kami memenangi tiga poin, dan itulah pesan yang ingin kami sampaikan,” imbuh Flick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/04/b2a151dcca4b8b5d038ddb419cabdc55-AFP_89JX6MT.jpg)
Kemenangan ini membuat Barca kian mantap di puncak klasemen sementara liga dengan koleksi 49 poin, unggul tujuh poin atas Real Madrid di peringkat kedua. Di sisi lain, Garcia kembali berhasil mencatatkan nirbobol kedua setelah melakukannya saat melawan Villarreal.
Catatan nirbobol Garcia pun naik menjadi tujuh kali. Ia menjadi kiper kedua di liga yang mencatatkan jumlah nirbobol terbanyak setelah Thibaut Courtois (Real Madrid) di peringkat pertama dengan delapan kali nirbobol. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto