Garcia kian matang di saat Barca ketagihan bermain dengan garis pertahanan tinggi yang rentan dieksploitasi. Performa impresifnya menambah opsi kiper timnas Spanyol.
22 Des 2025 18:38 WIB · Olahraga
AP
VILLARREAL, MINGGU — Barcelona mendapat kabar buruk menyusul cederanya Andreas Christensen jelang lawatan ke markas Villarreal di Stadion de la Ceramica, Minggu (21/12/2025) malam. Absennya Christensen memperparah krisis bek tengah Barca. Siapa sangka, di saat pertahanan Barca sedang diuji, Joan Garcia muncul sebagai setitik harapan.
Kiper yang baru direkrut dari Espanyol itu membuktikan kebolehannya dalam meredam serangan demi serangan yang dilancarkan Villarreal. Sederet penyelamatan gemilang Garcia mencegah ”Kapal Selam Kuning” mencetak gol penyeimbang sehingga keunggulan 2-0 Barca tetap bertahan hingga laga usai.
Setelah kepergian Inigo Martinez ke Liga Arab Saudi, Barca mulai rentan di posisi bek tengah. Sebelum cederanya Christensen, ”Blaugrana” sudah kehilangan Ronald Araujo. Adapun Eric Garcia kini lebih sering dipercaya sebagai gelandang bertahan, berduet dengan Pedri atau Frenkie de Jong dalam formasi double pivot.
Joan Garcia menyelamatkan kami dari kekalahan tanpa kebobolan. Tim ini kelelahan. Saya bangga dengan anak didik saya.
Namun, kecemasan terhadap rapuhnya pertahanan Barca tampaknya bukan hal yang substansial. Selama masih ada Garcia, gawang Barca setidaknya masih tetap sulit dibobol. Ia mencatatkan total lima penyelamatan gemilang yang menghalangi Villarreal mencetak gol penyeimbang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/22/9677d5239a56366a3ebea4e05362895b-FBL_ESP_LIGA_VILLARREAL_BARCELONA_134865451.jpg)
”Joan Garcia menyelamatkan kami dari kekalahan tanpa kebobolan. Tim ini kelelahan. Saya bangga dengan anak didik saya,” kata Pelatih Barca Hansi Flick seusai laga, Senin (22/12/2025) dini hari WIB.
Penyelamatan demi penyelamatan Garcia dilakukan dengan cara yang, bisa dikatakan, mustahil. Dia menggagalkan percobaan tembakan Rafa Marin dari jarak sangat dekat. Sepakan itu 98 persen seharusnya menjadi gol. Akan tetapi, refleks serta kesigapan Garcia dalam membaca arah bola membuat peluang emas itu menguap sia-sia.
Ada pula peluang dari Tajon Buchanan yang mampu dipatahkan Garcia. Pemain timnas Kanada itu mencuri bola yang secara ceroboh dilepaskan Alejandro Balde. Garcia segera bergerak menutup ruang tembak Buchanan sehingga peluang itu juga dilewatkan Villarreal.
”Ketika tendangan lawan mengarah ke saya, saya mencoba untuk menghentikannya. Penting untuk menjaga gawang tetap nirbobol. Secara keseluruhan, ini pengalaman yang positif. Saya merasa sangat nyaman sejak saya tiba,” kata Garcia ketika disinggung mengenai rentetan penyelamatan pentingnya di laga ini.
Garcia datang ke Barca di saat klub Catalan itu sudah memiliki dua penjaga gawang, Marc-Andre ter Stegen dan Wojciech Szczesny. Namun, keberadaan dua penjaga gawang itu dirasa belum cukup menetralkan kekhawatiran terhadap rentannya pertahanan Barca yang kerap tampil menekan dengan garis pertahanan tinggi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/22/5ba456b14e6aa594327de09b70e45d28-FBL_ESP_LIGA_BARCELONA_ATHLETIC_BILBAO_134244408.jpg)
Ter Stegen baru saja pulih setelah menjalani operasi punggung, sedangkan Szczesny sempat beberapa lama tidak bermain (career break) setelah dilepas Juventus. Di tengah keterbatasan itu, Garcia hadir sebagai jawaban. Ditebus dengan mahar sebesar 25 juta euro (Rp 469 miliar), Garcia perlahan mulai memancarkan sinarnya.
Penampilannya kian matang mendekati akhir tahun. Sejauh ini ia telah mencatatkan enam kali nirbobol dan hanya kemasukan sembilan gol. Catatan nirbobolnya termasuk dalam dua laga terbaru Barca di Liga Spanyol melawan Osasuna dan Villarreal.
Jika bukan tanpa kegemilangannya dalam menghentikan tembakan lawan, Barca pasti sudah kebobolan gol lebih banyak di liga dibandingkan saat ini (20 gol). Keteguhan Flick dalam menerapkan garis pertahanan tinggi tanpa dibarengi dengan mencari pengganti Martinez kerap menjadi sasaran eksploitasi lawan.
Flick menyatakan belum tahu apakah akan mencari bek tengah baru atau tidak pada bursa transfer Januari. Semua itu akan ia putuskan setelah berunding dengan Deco selaku Direktur Olahraga Barca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/22/15e01f58508bf5ae47e40b76f6e55191-FBL_EUR_C1_BARCELONA_FRANKFURT_134637824.jpg)
Hal yang pasti, peningkatan performa Garcia meningkatkan peluangnya dilirik timnas Spanyol jelang Piala Dunia. Melihat konsistensi serta penampilan gemilangnya dalam beberapa pekan belakangan, ia dinilai cukup layak menjadi pesaing David Raya dan Unai Simon. Mengenai kans Garcia masuk timnas, Flick tidak mau berkomentar lebih jauh.
”Itu bukan wewenang saya. Saya senang jika dia berada di tim saya. Tetapi, orang lain yang harus membuat keputusan, bukan saya,” ucapnya. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar