John Herdman dikenal sebagai ”history maker” atau pembuat sejarah bagi timnas yang pernah dilatihnya. Akankah predikat serupa akan terulang saat melatih Indonesia?
29 Des 2025 10:01 WIB · Olahraga
Laman MLS
Hari-hari ini, nama John Herdman ramai dibicarakan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Nama ini mencuat setelah lebih dari dua bulan tidak terlepas dari kekosongan kursi pelatih kepala di timnas senior. PSSI memastikan mantan pelatih timnas Kanada berpaspor Inggris itu akan menjadi pelatih baru timnas Indonesia (Kompas, 20/12/2025). Herdman akan melatih timnas senior dan U-23.
John Herdman bukanlah sosok baru dalam dunia sepak bola. Merujuk data FIFA dan Transfermarkt, pelatih kelahiran Inggris 50 tahun silam ini pernah mengarsiteki beberapa tim nasional. Kariernya dimulai saat melatih tim sepak bola putri Selandia Baru pada 2006-2011. Dalam kepelatihan ini, Herdman benar-benar meramu ilmu kepelatihan hingga membuahkan catatan prestasi.
Selama melatih timnas sepak bola putri Selandia Baru, Herdman berhasil membangun tim yang solid, baik dari aspek fisik maupun taktik. Hasilnya, Herdman mampu membawa timnas sepak bola putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia Putri tahun 2007 dan 2011. Lolosnya Selandia Baru ini merupakan sejarah tersendiri. Pasalnya, sejak 1991, Selandia Baru tidak pernah lagi lolos ke putaran final Piala Dunia Putri hingga 2007.
Selain Piala Dunia, Herdman juga sukses membawa tim sepak bola putri Selandia Baru lolos ke putaran final Olimpiade Beijing 2008. Saat itu, Selandia Baru sukses menahan imbang tim favorit Jepang. Catatan ini menjadi salah satu prestasi tersendiri bagi sepak bola putri di Selandia Baru.
Prestasi Herdman di Selandia Baru tersebut menjadi perhatian khusus bagi Kanada. Pada tahun 2011, Herdman menerima pinangan Kanada sebagai pelatih tim nasional sepak bola putri. Sama seperti Selandia Baru, Kanada di tangan Herdman juga berhasil mencatatkan sejarah dalam sepak bola putri di kancah internasional.
Pada awal periode kepelatihan, Herdman sukses membawa Kanada memperoleh gelar juara dalam Pan American Games 2011. Saat itu, Kanada sukses menekuk Argentina dan menahan imbang Brasil di babak penyisihan grup. Pada babak final, Kanada kembali bertemu dengan Brasil dan sukses menekuk tim Samba melalui adu penalti. Gelar ini membuka mata dunia sepak bola internasional pada sosok kepelatihan John Herdman.
Prestasi yang mengejutkan juga ditorehkan Herdman dalam ajang Olimpiade 2012. Timnas putri Kanada di bawah kendali Herdman sukses melaju hingga ke babak semifinal. Meski harus terhenti di fase empat besar, Herdman sukses membawa tim sepak bola putri Kanada meraih perunggu setelah menang atas Perancis dalam perebutan peringkat ketiga.
Catatan prestasi kembali diraih Herdman saat menukangi tim sepak bola putri Kanada dalam Olimpiade 2016. Pada fase penyisihan grup, Kanada menyapu bersih semua pertandingan dengan mengalahkan Jerman, Australia, dan Zimbabwe. Persis seperti Olimpiade sebelumnya, Kanada sukses melaju hingga ke babak semifinal dan memperoleh medali perunggu setelah berhasil menekuk Brasil dalam perebutan peringkat ketiga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/b80e6a2e2f3ac3445b594d26ba90b281-AP24222088885755.jpg)
Capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi Herdman. Berkat capaian ini, Herdman dipercaya untuk proyek prestisius dari organisasi sepak bola Kanada, yakni mengangkat prestasi tim nasional sepak bola putra. Pada tahun 2018, Herdman menerima misi ini dengan harapan mampu membawa kebangkitan sepak bola Kanada, khususnya pada timnas putra.
Sebelum dilatih John Herdman, sepak bola Kanada memang tengah mengalami keterpurukan. Menurut peringkat FIFA, pada 2017, Kanada berada di peringkat ke-120 dunia, persis seperti kondisi Indonesia saat ini yang berada di peringkat ke-122 dunia. Keterpurukan inilah yang menjadi tantangan utama bagi Herdman saat periode awal menukangi Kanada.
Keputusan yang diambil Kanada terbilang tepat. Pasalnya, dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022, timnas Kanada di bawah asuhan Herdman memperlihatkan permainan yang gemilang. Kanada hampir tanpa hambatan berhasil menduduki puncak klasemen babak kualifikasi. Bersama Meksiko, Amerika Serikat, dan Kosta Rika, Kanada melenggang ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Capaian ini sekaligus menjadi sejarah bagi Kanada. Herdman sukses membawa Kanada untuk kedua kalinya tampil dalam pentas Piala Dunia. Terakhir, Kanada lolos ke putaran final Piala Dunia 1986.
Bagi publik sepak bola Kanada, John Herdman adalah pembuat sejarah (history maker) yang mampu membawa Kanada pada prestasi yang lebih baik. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari lahirnya pemain bintang, seperti Alphonso Davies yang bermain di Bayern Muenchen (Jerman) dan Jonathan David di klub Liga 1 Perancis, Lille.
Di bawah asuhan Herdman, Kanada juga berhasil mencapai lompatan peringkat FIFA yang signifikan. Jika pada tahun 2017 Kanada berada di peringkat ke-120 dunia, pada Februari 2022 Herdman berhasil membawa Kanada menuju peringkat ke-33 dunia.
Sepanjang sejarah sepak bola Kanada hingga 2022, peringkat ke-33 dunia adalah prestasi terbaik yang dicapai Kanada. Berkat capaian ini, Herdman benar-benar dianggap sebagai tokoh penting dalam sepak bola Kanada. Secara keseluruhan, dari total 58 pertandingan bersama timnas putra Kanada, 60 persen diakhiri Herdman dengan kemenangan
Herdman berhasil meletakkan fondasi pada sepak bola Kanada setelah sempat terpuruk. Sejak diasuh Herdman, Kanada kini selalu diperhitungkan dalam kancah sepak bola internasional. Bahkan, Kanada dipercaya menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Meski sudah tak lagi memegang kendali timnas Kanada, Herdman hingga kini tetap dikenang sebagai aktor pengubah sepak bola Kanada. Selepas melatih timnas Kanada, ia kemudian menjadi pelatih Toronto FC di Amerika Serikat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/07/f2c63aa9-f052-44e2-a7b2-6ac0f8f8d123_png.png)
Dalam karier kepelatihan, John Herdman kerap menerapkan taktik yang fleksibel. Namun, jika melihat dari strategi pada awal laga, Herdman kerap menggunakan formasi 3-4-2-1. Formasi dengan tiga bek ini kerap kali digunakan Herdman, baik saat melatih timnas Kanada maupun saat melatih Toronto FC, klub di kasta tertinggi Liga Amerika Serikat (MLS).
Dalam permainan yang dibangun, Herdman sering kali mengutamakan penguasaan bola sejak lini pertahanan. Pertahanan yang solid dibangun dengan skema fleksibel bergantung pada situasi lapangan dan strategi lawan. Bahkan, tak jarang Herdman menaruh satu gelandang khusus yang bertugas membantu bek untuk membangun serangan dari lini belakang. Inilah kunci keberhasilan membangun serangan sejak lini pertahanan ala Herdman.
Strategi ini terbilang berhasil dalam membangun permainan efektif dan pertahanan yang kuat. Transisi cepat, penjagaan antarlini, hingga kebebasan pemain tengah dalam berkreativitas menjadi kunci utama dalam membangun pola permainan.
Efektivitas yang dibangun terlihat dalam hasil yang diperoleh Herdman bersama Kanada. Dari 58 pertandingan, Kanada hanya kebobolan 53 gol dan mencetak 147 gol. Secara rata-rata, Kanada berhasil mencatatkan 2,5 gol dan 0,9 kebobolan pada setiap pertandingan.
Kini, dengan pengalaman membangun sepak bola Kanada, Herdman kembali dihadapkan pada tantangan serupa, yakni membangun sepak bola Indonesia yang masih berada di peringkat ke-122 dunia. Dengan berbagai nuansa intrik di dalamnya, mampukah Herdman kembali menjadi history maker bagi timnas Indonesia? Semoga. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Andreas Yoga PrasetyoEditor:
Yohan WahyuPenyelaras Bahasa:
Nur Adji