Dibangun dari investasi besar, JDT hingga kini sudah tak tertandingi di Liga Malaysia. Di sisi lain, ”Harimau Selatan” telah menjadi ikon pariwisata Malaysia.
26 Agt 2025 07:50 WIB · Olahraga
Di kawasan Asia Tenggara—yang gila sepak bola—klub profesional yang memiliki fasilitas mumpuni berupa stadion sendiri dan pusat latihan mandiri bisa dihitung dengan jari. Bahkan, satu sisi jari tangan. Johor Darul Ta’zim adalah salah satu tim istimewa yang sudah memiliki fasilitas paripurna bak klub-klub raksasa Eropa itu.
Johor Darul Ta’zim alias JDT sudah tidak tertandingi di Malaysia dengan raihan 31 trofi dalam 12 tahun. Klub itu diinisiasi oleh Pangeran Johor Tunku Ismail Idris sejak 2012. Ia memadukan dua klub semenjana asal Johor di percaturan sepak bola Malaysia, yaitu Johor FA dan Johor FC.
Sejak hadir di Liga Super Malaysia musim 2013, tim berjuluk ”Harimau Selatan” itu sudah meraih 11 gelar Liga Malaysia, 10 Piala Sumbangsih, lima Piala Malaysia, empat Piala FA Malaysia, serta satu Piala AFC.
Khusus untuk Piala AFC 2014, JDT menjadi satu-satunya tim ASEAN yang bisa menjadi juara di kompetisi resmi Asia yang kini bernama Liga Champions Asia Dua itu.
Datang ke kota Johor Bahru, Negara Bagian Johor, Malaysia, nuansa JDT amat terasa. Di luar kawasan fasilitas klub, JDT memiliki toko resmi bernama JDT Direct di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Johor Bahru, yaitu Toppen Shopping Center.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/d7d4f66d24219f0db8fda73f8953824f-WhatsApp_Image_2025_08_26_at_00.42.22.jpeg)
Di dalam JDT Direct terpampang tiga jersei tim untuk musim 2025-2026. Jersei kandang mereka berwarna biru tua-merah, lalu merah untuk kostum tandang, dan toska untuk jersei ketiga atau alternatif.
JDT adalah satu-satunya tim di ASEAN yang didukung oleh apparel olahraga Amerika Serikat, Nike, yang diberikan tiga versi jersei.
Tiga versi jersei itu sudah diberikan Nike kepada JDT sejak musim 2024-2025. Hanya tim-tim besar dan berprestasi yang diberikan Nike tiga jersei, di antaranya, Barcelona, Chelsea, dan Inter Milan.
JDT sudah tidak tertandingi di Malaysia dengan raihan 31 trofi dalam 12 tahun. Klub itu diinisiasi oleh Pangeran Johor Tunku Ismail Idris sejak 2012.
Di Asia, kebijakan istimewa itu diberikan kepada raksasa Liga Jepang, Urawa Red Diamonds, dan juara bertahan Liga Arab Saudi, Al-Ittihad.
JDT Direct tidak pernah sepi pengunjung, Aqil (27), penjaga toko JDT Direct, menyebut setiap awal musim banyak pendukung JDT datang untuk mencari jersei baru. Tidak hanya dari Johor, sejumlah pengunjung dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia sudah pernah dilayani Aqil untuk membeli jersei skuad Harimau Selatan.
”Jumlah pesanan cukup banyak. Kami juga melayani pembelian via aplikasi daring. Stok jersei memang masih aman, tetapi kami sedang kehabisan stok name set untuk sejumlah pemain, seperti Arif Aiman,” ujar Aqil yang ditemui pada Rabu (20/8/2025).
Harga untuk jersei JDT ialah 299 ringgit atau sekitar Rp 1,15 juta. Untuk menambahkan name set, suporter harus mengeluarkan tambahan dana sebesar 65 ringgit (Rp 251.000).
Selain di pusat perbelanjaan, JDT Direct juga tersedia di kompleks Stadion Sultan Ibrahim yang merupakan kandang JDT. Ketersediaan barang cendera mata di kedua toko itu cenderung sama, seperti jersei, kaus, syal, bola, kacamata, hingga topi.
Namun, JDT Direct di Stadion Sultan Ibrahim lebih terasa suasana JDT karena lampu LED di dalam ruangan yang dominan perpaduan biru dan merah. Ukuran toko juga lebih besar.
Hal itu salah satunya terlihat dari ketersediaan empat fitting room dan stan khusus untuk melayani pemasangan name set. Adapun di Toppen Shopping Center, fitting room hanya berjumlah satu bilik, lalu layanan pemasangan name set berada di meja yang sama dengan kasir. Konsep toko di dalam stadion milik JDT itu hanya bisa ditandingi Bali United di Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/3ae61ef5601096a0ad4aa4f25c37fa46-WhatsApp_Image_2025_08_26_at_00.42.33_2.jpeg)
Stadion Sultan Ibrahim patut disebut stadion sepak bola terbaik di Asia Tenggara saat ini. Arena sepak bola itu berkapasitas sedang sekitar 40.000 penonton.
Sejak mulai digunakan pada Februari 2020, stadion itu memiliki fasilitas yang sangat mutakhir. Seluruh tribune sudah kursi tunggal.
Tribune dengan lapangan hanya dibatasi pagar kaca yang tidak mengganggu pandangan suporter menyaksikan laga. Tidak ada lintasan lari di sisi lapangan sehingga pergerakan pemain sangat dekat disaksikan.
Ruang teknis dua tim yang bertanding menyatu dengan tribune sehingga tidak ada bangku cadangan yang terpampang di sisi lapangan. Hanya dua kursi panjang yang ada di sisi lapangan di depan tribune bangku cadangan tim kandang dan tandang. Kursi itu diperuntukkan untuk pelatih dan asisten pelatih untuk mengamati permainan anak asuhan mereka.
Dua layar raksasa digital terpasang di dua belakang gawang. Lampu di dalam dan luar stadion bisa menyajikan ”tarian” laser yang memanjakan mata di malam hari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/f5496dbe124d340055d5dca17c9a25a8-WhatsApp_Image_2025_08_26_at_00.42.32_2.jpeg)
Selain itu, fasilitas akustik di dalam stadion juga sangat bagus. Kondisi itu membuat suara pengumuman pertandingan dan gemuruh suporter terdengar nyaman dan tidak menyebabkan kebisingan.
Di dalam stadion juga tersedia sejumlah restoran waralaba, seperti KFC, Starbucks, Zus Coffee, IKEA Cafe, Bingxue, Woodfire Burger, dan Inside Scoop, yang bisa jadi pilihan suporter untuk mengisi perut sebelum dan sesudah laga atau ketika jeda antarbabak.
Tak ketinggalan, Stadion Sultan Ibrahim juga memiliki Blue Lounge untuk tamu naratama di pertandingan. Juga, ada pula ruang untuk kantor suporter JDT, yakni ”Markaz”. Tidak hanya untuk menjadi arena berkumpul, Markaz juga dijadikan suporter untuk menjual atribut mereka.
Tidak hanya di hari pertandingan, fasilitas restoran dan toko cendera mata klub tetap buka setiap hari. Bahkan, JDT juga menyediakan tur stadion pada hari Jumat-Minggu di luar hari pertandingan.
Tak heran, Stadion Sultan Ibrahim merupakan satu-satunya arena olahraga yang mendapat penilaian ”platinum” dalam standar kualitas pariwisata dari Kementerian Pariwisata, Kesenian, dan Budaya Malaysia pada 2025.
Selain kawasan komersial, kantor pusat JDT juga berada di kawasan Stadion Sultan Ibrahim. Gedung kantor tim terpisah dari gedung stadion. Menariknya, gedung pusat klub berbentuk kubus yang terlihat sangat ikonik itu terlepas dari kemegahan stadion.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/947c3be6f07ef3e503751179a55297d2-WhatsApp_Image_2025_08_26_at_00.42.32.jpeg)
”Kawasan sekitar stadion ini dulunya hutan. Sejak ada stadion, wilayah ini menjadi ramai. Banyak kompleks rumah dan toko, bahkan jem (macet) ketika ada laga,” ujar Tan Eng, pengemudi angkutan daring yang asli Johor.
Mengelilingi lokasi-lokasi identik JDT, mulai dari JDT Direct di Toppen, Stadion Sultan Ibrahim, hingga pusat latihan JDT, terasa mengeliling kota Johor Bahru. Dari tiga lokasi itu, hanya pusat latihan tim yang berada di pusat kota alias wilayah Bandaraya Johor Bahru.
Pusat latihan itu berada di Taman Merdeka Johor Bahru yang masyhur dengan gedung ikonik Jam Besar. Kawasan itu setara alun-alun di kota-kota Indonesia. Berdempetan dengan Taman Merdeka, terdapat lokasi yang dibatasi pagar berwarna biru tua.
Pagar itu terpampang logo jenama-jenama yang menjadi sponsor Harimau Selatan. Di balik pagar itu terdapat bangunan kubah raksasa berwarna putih dengan logo raksasa JDT yang menampilkan macan dan tulisan masif ”Johor Darul Ta’zim”.
Di dalam kubah itu terdapat dua lapangan sepak bola berkualitas mutakhir untuk latihan tim utama di dalam ruangan. Para pemain JDT yang mayoritas berasal dari Eropa dan Amerika Selatan tak perlu takut kepanasan sebab fasilitas latihan itu dilengkapi pendingin ruangan. Tak ketinggalan, arena itu juga memiliki pusat kebugaran untuk para pemain.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/eda4f6b6101368e1d92c3645ee3e9a20-WhatsApp_Image_2025_08_26_at_00.42.31_2.jpeg)
Selain lapangan dalam ruangan, kompleks itu juga dibekali dua lapangan luar ruangan dengan rumput terbaik. Lapangan itu umumnya digunakan oleh latihan tim akademi JDT.
Pusat latihan tim ke Stadion Sultan Ibrahim berjarak sekitar 16 kilometer arah barat. Sementara dari sentra latihan ke pusat komersial klub di Toppen ditempuh sekitar 14 kilometer arah timur laut.
JDT membuktikan klub sepak bola yang dibina dengan visi berkemajuan serta dukungan finansial mumpuni tidak hanya mampu meraih prestasi di dalam lapangan, tetapi juga bisa menjadi ikon baru negara. Rasanya, Malaysia sudah punya identitas pariwisata olahraga melalui JDT.
Luaskan kuasamu!
Penulis:
Muhammad Ikhsan Mahar dari Johor Bahru, MalaysiaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan