Jonatan Christie unggul tujuh poin atas lawannya pada gim penentuan di semifinal Kumamoto Masters. Namun, Jonatan tak dapat mempertahankan keunggulannya.
16 Nov 2024 17:58 WIB · Olahraga
KUMAMOTO, SABTU — Jonatan Christie mengalami dua momen berbeda pada dua hari beruntun dalam turnamen Kumamoto Masters Super 500. Dia memenangi perempat final setelah dari posisi tertinggal, tetapi kalah pada semifinal setelah unggul jauh.
Tunggal putra nomor satu Indonesia itu disingkirkan pemain Malaysia, Leong Jun Hao, pada pertandingan di Kumamoto Prefectural Gymansium, Jepang, Sabtu (16/11/2024), dengan skor 21-10, 18-21, 20-22. Meski demikian, Indonesia masih memiliki dua wakil yang akan tampil di final, yaitu tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Kekalahan dari Leong dialami Jonatan setelah dia unggul 17-10 pada gim ketiga. Pada gim penentuan ini, kebugaran Leong menurun. Dia terengah-engah setiap seusai perebutan poin.
Tidak mudah menerima momen kekalahan seperti ini. Saya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi setelah unggul jauh pada gim ketiga.
Dengan kondisi itu, alih-alih melakukan spekulasi dengan mempercepat tempo permainan untuk menyerang, Jonatan justru bermain lebih pasif. Padahal, dia memiliki keunggulan cukup jauh untuk mencoba menyerang.
Saat terjadi reli hingga lebih dari 30 pukulan, tak ada upaya untuk menurunkan kok dengan smes atau dropshot. Adapun di seberang net, Leong berusaha menahan reli. Di tengah rasa lelah, dia mengandalkan semangat untuk mengembalikan setiap pukulan meski harus tiga kali jatuh-bangun dalam perebutan satu poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/42fc587aae4ff5c0b897a3b52060fd19-Jonatan2_SF_KumamotoMasters2024_PBSI_20241116.jpg)
Dengan cara itu, Leong bisa menyamakan skor pada posisi 18-18, lalu membuat match point pada skor 20-19. Meski Jonatan sempat membuat posisi imbang, menjadi 20-20, Leong akhirnya memenangi pertandingan setelah bertanding selama 1 jam 17 menit. Dengan perasaan berbeda, Jonatan dan Leong terduduk di lapangan saat pertandingan usai.
”Tidak mudah menerima momen kekalahan seperti ini. Saya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi setelah unggul jauh pada gim ketiga. Setelah interval gim itu, saya sebenarnya ada di posisi lapangan yang menguntungkan, tetapi, saya justru jadi mengikuti irama permainan lambat dari Leong dan saya pun ragu-ragu untuk melakukan spekulasi,” tutur Jonatan.
Momen yang dialami tunggal putra ranking keenam dunia ini berkebalikan dengan sehari sebelumnya saat melawan pemain Malaysia lainnya, Lee Zii Jia. Jonatan menang, 12-21, 21-18, 21-18, setelah tertinggal 16-18 pada gim kedua dan 14-16 pada gim ketiga.
Dalam laga final, Minggu, Leong akan berhadapan dengan Li Shi Feng (China) yang menghentikan langkah unggulan teratas asal Denmark, Viktor Axelsen. Li menang dengan skor 21-16, 21-15.
Indonesia pun akan mengandalkan Gregoria untuk membawa gelar dari Kumamoto. Final melawan pemain tuan rumah, Akane Yamaguchi, menjadi final untuk kedua kali beruntun setelah dia menghentikan perlawanan Sim Yu-jin (Korea Selatan), 18-21, 21-17, 21-19, di semifinal. Pada final 2023, tunggal putri nomor satu Indonesia itu meraih gelar juara dengan mengalahkan Chen Yu Fei (China) di laga puncak.
”Saya tidak menduga bisa kembali ke final. Puji Tuhan, Tuhan masih baik kepada saya, masih memberikan ketenangan di poin terakhir,” kata Gregoria yang lolos ke final untuk kedua kali pada tahun ini setelah Swiss Terbuka, pada Maret. Namun, saat itu, Gregoria kalah dalam laga ketat dari Carolina Marin.
Meski unggul 4-1 dalam statistik pertemuan, Gregoria memenangi laga melawan Sim melalui perjalanan yang tak mudah. Penampilan baik Sim di Kumamoto tak terwakili rankingnya yang hanya berada di posisi ke-36. Dalam perjalanan menuju semifinal, Sim menyingkirkan unggulan teratas asal China, Wang Zhi Yi, pada babak kedua.
”Kredit saya untuk Sim Yu-jin yang tampil sangat baik sepanjang turnamen ini. Dia pun memberikan tekanan lebih besar pada saya dibandingkan pertemuan terakhir pada Piala Uber. Saya pun kelelahan pada gim ketiga hingga banyak pukulan tak akurat,” kata Gregoria yang mendapat kartu kuning dari wasit karena beberapa kali menunda permainan.
Pada ganda putra, Fajar/Rian mendekati gelar juara yang mereka incar setelah gelar terakhir didapat di All England, pada Maret. Mereka akan berebut gelar dengan pemain tuan rumah, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, seusai menghentikan perjalanan rekan latihan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, 21-18, 21-13.
”Alhamdulillah, kami bisa kembali ke final. Ini final pertama setelah Olimpiade, tetapi tugas belum selesai. Masih ada final dan kami mau menyempurnakan dengan gelar juara,” kata Fajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/f1746c7681a95bc01c1c6b3fd4f9bb8c-FajarRian2_SF_KumamotoMasters2024_PBSI_20241116.jpg)
Untuk menghadapi Hoki/Kobayashi di final, Rian mengatakan, faktor mental menjadi yang utama karena lawan didukung penonton tuan rumah. ”Kami juga akan menganalisis lagi permainan mereka,” kata Rian yang terakhir kali berhadapan dengan Hoki/Kobayashi pada semifinal All England.
Pertemuan mereka di final Kumamoto Masters, Minggu, menjadi persaingan kedelapan dengan keunggulan 4-3 untuk Fajar/Rian. Ini menjadi pertemuan di antara dua ganda putra senior yang mencapai masa terbaik beberapa tahun lalu.
Hoki/Kobayashi mulai menggebrak pada 2021 dan menjadi ancaman bagi pasangan top dunia, salah satunya Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Mereka memperoleh empat gelar juara pada 2021, termasuk gelar juara dunia, ditambah tiga gelar pada 2022 dan 2023.
Fajar/Rian lebih konsisten dengan perolehan 11 gelar juara BWF World Tour pada rentang 2018 hingga 2024, kecuali pada 2020 dan 2021 saat turnamen tak banyak digelar karena pandemi Covid-19. Namun, mereka belum pernah menjuarai turnamen BWF Tingkat I, yaitu Kejuaraan Dunia untuk ajang perorangan. Hasil terbaik mereka adalah mencapai semifinal pada 2019 dan 2022.
Perebutan gelar juara ganda campuran akan terjadi di antara dua pasangan non-unggulan, yaitu Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis) dan pasangan baru Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Adapun final ganda putri mempertemukan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) dengan Liu Sheng Shu/Tan Ning (China).
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko Prihananto