Jonatan Christie bertemu Victor Lai untuk kedua kalinya. Namun, untuk kedua kali pula, dia kalah dari pebulu tangkis Kanada tersebut.
24 Jul 2026 14:50 WIB · Olahraga
HUMAS PP PBSI
CHANGZHOU, JUMAT — Mengalahkan pebulu tangkis muda Kanada, Victor Lai, ternyata bukan hal mudah bagi Jonatan Christie, wakil Indonesia. Memiliki kesempatan melakukan revans atas kekalahan di Indonesia Terbuka saat bertemu pada perempat final China Terbuka, Jonatan lagi-lagi kesulitan mengimbangi permainan atlet berusia 21 tahun tersebut.
Jonatan kalah dari Lai dengan skor 14-21, 17-21 pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Centre Gymnasium, Jumat (24/7/2026). Indonesia pun tak lagi punya wakil tunggal putra pada turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Kesempatan untuk menempatkan wakil di semifinal ada pada tiga nomor lain, yaitu ganda putra, tunggal putri, dan ganda putri. Juara bertahan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Putri Kusuma Wardani, dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, akan tampil dalam perempat final sesi kedua yang berlangsung Jumat sore hingga tengah malam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/24/c60299fbc44bc82c44673e0ceb9c12be-WhatsApp_Image_2026_07_24_at_13.13.09.jpeg)
Pertemuan dengan Lai di Changzhou sebenarnya menjadi kesempatan bagi Jonatan untuk membalas kekalahan pada pertemuan sebelumnya di final Indonesia Terbuka yang juga berlevel Super 1000, yaitu pada Juni lalu. Jonatan mencapai perjalanan terjauh pada turnamen bulu tangkis terbesar di Tanah Air itu sejak debut pada 2015, tetapi keinginannya menjadi juara digagalkan Lai.
Di hadapan penggemar bulu tangkis Indonesia yang ingar-bingar mendukungnya, Jonatan dengan penampilan di bawah standar kemampuannya, 19-21, 8-21. Dia kesulitan mengimbangi kecepatan Lai yang baru sekali itu tampil di Indonesia Terbuka.
Berselang 1,5 bulan kemudian, Jonatan bertemu lagi Lai. Jonatan sudah belajar dari pertemuan sebelumnya, tetapi tetap belum bisa mengalahkan Lai.
”Saya masih mencari cara yang tepat untuk menang dari dia. Belajar dari Indonesia Terbuka, tadi sedikit sudah bisa mengeluarkan permainan yang baik. Tetapi, pada momen-momen break, saya belum bisa menjaga fokus dengan baik,” kata Jonatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/24/3bd8574aaa8d3f2a12eba24bb87be805-WhatsApp_Image_2026_07_24_at_13.13.08.jpeg)
Lai mengungguli Jonatan melalui permainan dalam tempo cepat, juga dengan smes yang lebih bertenaga. Jonatan mencoba mengatasi permainan itu dengan irama yang lebih lambat, tetapi cara tersebut pada akhirnya bisa diatasi oleh Lai dengan mempercepat kembali tempo permainan.
”Saya melihat Victor Lai salah satu pemain muda yang sangat baik. Saya rasa dia bisa jadi pemain yang bagus juga ke depan, terlihat dari cara dia bermain yang tenang, sabar. Pertahanannya solid dan variasi pukulannya pun cukup baik,” ucap Jonatan kemudian.
Lai, yang lahir di Ontario, Kanada, tetapi berketurunan Hong Kong saat ini menjadi pebulu tangkis terbaik dari Benua Amerika dengan menempati peringkat kedelapan dunia. Posisi tersebut lebih baik dari pemain Kanada lainnya dari sektor tunggal putri, Michelle Li, dengan ranking ke-14.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/24/6bb48721a590e721b757178e4bec920b-WhatsApp_Image_2026_07_24_at_13.13.18.jpeg)
Dia bermain di level BWF World Tour mulai 2024 dan pertama kali membuat kejutan pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, Perancis. Lai menembus semifinal dengan mengalahkan atlet-atlet berpengalaman seperti Lu Guang Zu (China) dan Loh Kean Yew (Singapura) sebelum kalah dari Shi Yu Qi (China) dalam tiga gim.
Pada tahun ini, penampilannya terbilang konsisten dengan hasil semifinal India Terbuka dan All England serta juara Indonesia Terbuka. Semua turnamen tersebut berlevel Super 750 ke atas.
Saya masih mencari cara yang tepat untuk menang dari dia.
Sementara hasil yang didapat Jonatan tak terlalu buruk meskipun tak bisa dikatakan konsisten. Dia lolos ke final dua turnamen level tinggi, yaitu India dan Indonesia Terbuka serta menjadi semifinalis di Malaysia Terbuka, tetapi tanpa gelar juara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/05e4b06da754997620953eafc9829924-MYE_5132.jpg)
Namun, di antara turnamen-turnamen tersebut, Jonatan kalah sangat cepat, di antaranya, ketika tersingkir pada babak kedua All England serta babak pertama Singapura dan Jepang Terbuka.
Di semifinal, Lai akan berhadapan dengan atlet Perancis, Toma Junior Popov. Adapun semifinal lainnya menjadi persaingan sesama pemain Taiwan yang sama-sama menyingkirkan atlet tuan rumah.
Chou Tien Chen mengalahkan unggulan teratas, Shi Yu Qi, 21-14, 12-21, 21-15, sementara Lin Chun Yi menang atas Weng Hong Yang, 27-25, 1-14.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra