BULU TANGKIS

Jonatan Christie Waspadai Persaingan Terbuka Tunggal Putra

Jonatan Christie memenangi babak pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di India. Kekalahan unggulan membuatnya lebih waspada.

18 Agt 2026 13:08 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

NEW DELHI, SELASA — Persaingan pebulu tangkis tunggal putra di level dunia semakin terbuka. Kondisi ini membuka peluang sekaligus membuat setiap pemain semakin waspada, termasuk dalam Kejuaraan Dunia yang berlangsung di New Delhi, India.

Salah satu wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mewaspadai kondisi tersebut menyusul kekalahan dua unggulan pada babak awal di hari pertama kejuaraan, Senin (17/8/2026). Dua pemain China, yaitu Shi Yu Qi (unggulan teratas) dan Weng Hong Yang (16), tersingkir.

Shi adalah pemain nomor satu dunia sekaligus juara bertahan yang kalah dari Ayush Shetty (India) 14-21, 21-13, 19-21, sementara Weng disingkirkan Yushi Tanaka (Jepang) 17-21, 14-21.

Jonatan Christie bertahan dari serangan Matthias Kicklitz (Jerman) pada babak pertama tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). Jonatan menang dalam dua gim.

”Saya rasa bukan di turnamen ini saja, sekarang, tunggal putra sudah semakin rata dalam arti pemain muda sekarang bagus-bagus. Jadi, saya tidak terlalu kaget,” tutur Jonatan setelah menjalani babak pertama di Stadion India Gandhi, Selasa. Jonatan menang atas Matthias Kicklitz (Jerman) 21-15, 21-14.

Untuk mewaspadai apa pun yang bisa terjadi di lapangan, tunggal putra peringkat ketiga dunia itu mengatakan, persiapan menjelang pertandingan menjadi salah satu faktor yang sangat penting. ”Selain itu, eksekusi di lapangan juga penting dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan. Saat ini, kalau kita bicara di atas kertas, ya, cuma di atas kertas saja. Namun, di dalam lapangan 50-50 semuanya,” lanjut Jonatan yang akan melawan Jia Heng The (Singapura) atau Fabio Caponio (Italia) pada babak kedua.

Awal adaptasi tersebut dilakukan Jonatan saat melawan Kicklitz, atlet Jerman dengan peringkat ke-98 dunia. Jonatan tak mengalami banyak kesulitan sehingga bisa memenangi pertandingan dalam waktu 36 menit.

”Saya bermain cukup oke. Memang selalu ada penyesuaian pada pertandingan pertama di setiap turnamen, dari kok yang digunakan, kondisi lapangan, dan kondisi angin. Secara keseluruhan sesuai dengan tujuan, ingin mencari ritmenya dan lebih banyak tahu kondisi stadion,” kata atlet yang tampil di Kejuaraan Dunia untuk keenam kalinya ini.

Jonatan Christie mengembalikan pukulan Matthias Kicklitz (Jerman) pada babak pertama tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). Jonatan menang dalam dua gim.

Jonatan juga menuturkan bahwa kondisi stadion lebih baik dibandingkan ketika digunakan menggelar India Terbuka, Januari. Saat itu, penerangan di dalam stadion cenderung suram seperti berkabut. Beberapa monyet, bahkan, masuk ke area tribune. Untuk Kejuaraan Dunia ini, Asosiasi Bulu Tangkis India menyiapkan tim khusus pengusir monyet.

Kejutan hari pertama

Kejutan terjadi sejak hari pertama kejuaraan edisi ke-30 ini. Dalam big match babak pertama, Shetty mengalahkan Shi dalam debutnya di Kejuaraan Dunia.

”Rasanya luar biasa, sangat spesial. Bermain di rumah sendiri, debut dalam Kejuaraan Dunia, dan melawan atlet nomor satu dunia. Tak ada yang lebih baik dari itu. Ini memberi saya kepercayaan diri untuk terus melaju, tetapi fokus saat ini adalah menjalani babak kedua,” ujar Shetty dalam laman resmi BWF. Untuk pertama kalinya, juara bertahan tunggal putra tersingkir pada babak pertama.

Ayush Shetty of Indian plays against Shi Yu Qi of China during the Badminton World Championships in New Delhi, India, Monday, Aug. 17, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

Laga melawan Shi telah diantisipasi Shetty begitu undian dirilis pada 5 Agustus. Meski selalu kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya, Shetty adalah atlet potensial yang pernah mengalahkan pemain-pemain lebih pengalaman. Tunggal putra nomor dua India, di bawah Lakhsya Sen, itu pernah menang atas Chou Tien Chen (Taiwan), Loh Kean Yew (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), dan juara dunia 2023, Kunlavut Vitidsarn (Thailand).

Pada era yunior, Shetty adalah salah satu pesaing atlet Indonesia, Alwi Farhan. Bersama dua atlet lainnya, yaitu Alex Lanier (Perancis) dan Hu Zhe An (China), mereka naik podium pada Kejuaraan Dunia Yunior 2023 di Spokane, Amerika Serikat. Jika Shetty dan Alwi memenangi babak kedua, persaingan keduanya akan terjadi pada babak ketiga.

Didampingi pelatih asal Indonesia, Irwansyah, saat melawan Shi, Shetty selalu berusaha menekan lawan lebih dulu. Setiap Shi melambungkan kok, Shetty sering kali langsung menghujamkan smes hingga Shi kesulitan mengembangkan permainan.

Drama hampir terjadi pada gim ketiga ketika Shi bisa mendekat pada skor 19-20 setelah tertinggal 5-17. Namun, kejelian Shetty menempatkan kok ke area lapangan kosong pada match point kelima membuat Shi kehilangan peluang untuk memperpanjang pertandingan.

Shi Yu Qi of China reacts after losing against Ayush Shetty of India during the Badminton World Championships in New Delhi, India, Monday, Aug. 17, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

”Saya terlalu terburu-buru, ingin mendapatkan poin dengan cepat. Itu adalah kesalahan karena saat melawan pemain nomor satu dunia, kita tidak mungkin mendapat poin dengan mudah. Dia selalu tampak tenang, seperti tidak dalam tekanan,” ujar Shetty.

Shi menilai, kekalahannya pada babak pertama menunjukkan bahwa persaingan tunggal putra begitu terbuka. ”Tentu saja target saya adalah mempertahankan gelar juara, tetapi level permainan setiap pemain adalah sama. Kami bisa saling mengalahkan dan itu adalah hal yang normal,” katanya.

Thalita bertemu An Se-young

Kemenangan Thalita Ramadhani Wiryawan dalam debutnya di Kejuaraan Dunia mengantarkan atlet berusia 18 tahun tersebut pada pertemuan melawan tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, pada babak kedua. Pada pertandingan yang berlangsung Senin tengah malam, Thalita mengalahkan Ines Lucia Castillo (Peru) 22-20, 21-7, sementara An menang atas Kaloyana Nalbantova (Bulgaria) 21-14, 21-13.

”Senang bisa bermain di Kejuaraan Dunia yang pastinya berbeda dengan pertandingan lain. Ini lebih bergengsi dan tadi tekanannya terasa. Selain itu, saya juga senang akan bertemu An Se-young. Saya akan mencoba bermain semaksimal mungkin,” kata Thalita.

Thalita Ramadhani Wiryawan mengembalikan pukulan lawan pada babak pertama tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Thalita melaju ke babak kedua.

Thalita menjadi salah satu wakil Indonesia yang menjalani debut di Kejuaraan Dunia. Dalam usia 18 tahun, dia berstatus sebagai tunggal putri nomor dua Indonesia, di bawah Putri Kusuma Wardani. Meski demikian, posisi keduanya dalam daftar peringkat dunia terpaut cukup jauh, Putri pada posisi keenam dan Thalita di urutan ke-53.

Perjalanannya bersaing di atas kategori yunior dimulai pada 2025, dimulai dari turnamen level International Series/Challenge dan Super 100. Dia meraih empat gelar dari International Series/Challenge pada tahun tersebut.

Debut yang diawali dengan kemenangan juga didapat ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, yang mengalahkan Julie Macpherson/Ciara Torrance (Skotlandia) 21-12, 21-18. Pada babak kedua, mereka akan bersaing dengan sesama atlet Indonesia, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, yang mendapat bye di babak awal.

”Rasanya senang bisa debut di Kejuaraan Dunia, tetapi ada sedikit rasa tegang, gugup. Kami berusaha untuk menikmati permainan, menikmati suasana yang ada di sini buat tampil yang terbaik,” kata Isyana.

Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine  tampil pada babak pertama ganda putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Isyana/Rinjani mengalahkan Julie Macpherson/Ciara Torrance (Skotlandia).

Isyana/Rinjani masuk dalam daftar peserta pada ”menit-menit akhir” ketika terdapat pasangan lain yang mengundurkan diri. PP PBSI mendapat informasi tambahan atlet pada Kamis, dua hari menjelang keberangkatan tim ke India.

Selian Isyana/Rinjani, mereka yang mendapat tiket tambahan tersebut adalah dua ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjano/Gloria Emanuelle Widjaja dan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. Rehan/Gloria memenangi babak pertama atas Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien (Malaysia) 21-16, 21-3, sedangkan Bimo/Thesya bermain pada Selasa malam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji