Dewa United bakal ditantang Manila Digger di perempat final Liga Challenge Asia. Rafael Struick akhiri paceklik gol selama satu tahun di level klub.
01 Nov 2025 21:29 WIB · Olahraga
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
TANGERANG, KOMPAS — Dewa United memenuhi target awal mereka musim ini, yaitu lolos ke perempat final Liga Challenge Asia 2025-2026. Sebagai kampiun Grup E “Banten Warriors” bakal menantang Manila Digger, duta Filipina, pada babak perempat final zona timur. Namun, performa skuad asuhan Jan Olde Riekerink perlu pembenahan demi mengejar gelar juara kompetisi antarklub Asia itu.
Dewa mengunci posisi puncak Grup E berkat menumbangkan Shan United, wakil Myanmar, 4-1, Sabtu (1/11/2025) malam, di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten. Lagi-lagi, Egy Maulana Vikri menunjukkan magisnya untuk Dewa di pentas kontinental.
Ia membukan keunggulan Dewa melalui sepakan terarah ketika gim baru memasuki menit ke-10. Sekitar 10 menit berselang, Egy menyajikan umpan matang yang diakhiri Hugo “Jaja” Gomes dengan sebuah tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti untuk menggandakan keunggulan Dewa.
Tak ayal, Egy selalu mencetak gol di tiga gim Dewa pada Grup E Liga Challenge Asia 2025-2026. Secara total, pemain bernomor punggung 10 itu mencetak tiga gol dan tiga asis pada tiga pertandingan perdana Dewa di level kontinental.
Gelandang, Alexis Messidoro, menambah keunggulan Dewa melalui eksekusi penalti pada menit ke-58. Hukuman titik putih diberikan wasit asal Lebanon, Al Alachkar, setelah penyerang pengganti Dewa, Rafael Struick, dijatuhkan oleh bek tengah, Shan, Zwe Khant Min. Serupa dengan Egy, Messidoro, gelandang berpaspor Argentina, juga sudah mencetak tiga gol di Liga Challenge Asia.
Tiga poin Dewa dikunci oleh sepakan Struick pada menit ke-62. Itu adalah gol pertama Struick berseragam Dewa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/01/c60bfc17dfbb87b57dd1e426d0cc5ccf-20251101TOK19.jpg)
Struick harus menanti tepat selama satu tahun untuk kembali menjaringkan bola di level klub. Terakhir kali, ia mencatatkan nama di papan skor tercipta ketika mencetak gol untuk Brisbane Roar pada gm Liga Australia kontra Sydney FC, 1 November 2024.
Terlepas dari sembilan gol yang diciptakan di tiga laga babak penyisihan, sisi ofensif Dewa belum cukup klinis. Pasalnya, mereka mengkreasi 71 tembakan dalam tiga duel Grup E.
Artinya, konversi gol dari total tembakan-tembakan pemain Dewa hanya sebesar 13 persen. Mereka rata-rata butuh menghasilkan delapan tembakan untuk menggetarkan jala gawang lawan.
“Kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak gol, terutama di babak pertama. Kami menunjukkan cara kami bermain,” ucap Pelatih Dewa Jan Olde Riekerink seusai pertandingan.
Peluang sia-sia banyak dimiliki oleh penyernag sayap, Stefano Lilipaly. Pada delapan menit awal pertandingan, Lilipaly memiliki tiga peluang besar di dalam kotak penalti Shan. Lilipaly tidak cukup tenang, sehingga tembakannya melayang ke udara dan terbentur bek lawan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/01/510dea1ee05f47b5e9f890061d1b0f2b-20251101TOK20.jpg)
Selain lini serang yang masih kerap membuang peluang, pertahanan Dewa juga masih mudah dihukum oleh serangan balik lawan. Gelandang serang Shan, Matheus Souza Silva, mencetak gol melalui sontekan bola pada menit ke-42.
Silva memanfaatkan bola tepisan dari tembakan rekan setimnya, Nanda Kyaw. Dalam situasi gol itu, bek-bek Dewa hanya menyaksikan aksi kiper Sonny Stevens yang sudah melakukan penyelamatan sambal menjatuhkan diri. Alhasil, bola kedua lebih cepat disambar pemain Shan.
Pelatih Shan Hiroki Ono menyebut timnya berusaha untuk tampil lebih menyerang di babak kedua. “Tim berusaha melakukan respons lebih baik setelah turun minum. Penampilan membaik, tetapi kami gagal mencetak gol tambahan,” kata Ono.
Pada laga pertama menghadapi Phnom Penh Crown, Dewa kemasukan melalui situasi sepak pojok. Banten Warriors hanya mengoleksi satu laga nirbobol di Liga Challenge Asia. Catatan tak kemasukan kontra Tainan City pun menjadi laga tidak kemasukan perdana Dewa di kampanye kompetisi 2025-2026.
Performa defensif yang belum ideal dipengaruhi pula oleh minimnya stok bek tengah. Nick Kuipers adalah satu-satunya bek yang selalu masuk dalam susunan kuartet pemain bertahan di tiga gim Liga Challenge Asia.
Kuipers ditemani oleh duet berbeda dalam laga di Liga Challenge Asia. Cassio Scheid menemani Kuipers kontra Crown. Akiba Scheid cedera, Brian Fatari menjadi tandem Kuipers. Pada gim terakhir, giliran Edo Febriansyah yang mendampingi bek asal Belanda itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/01/1a8eb232524a455dc96bf3a3ac7dc5b4-20251101TOK4.jpg)
Dewa memucaki Grup E berkat keunggulan selisih gol atas Crown yang sama-sama mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Dewa mengumpulkan pundi-pundi selisih tujuh gol, sedangkan Crown mengemas selisih tiga gol.
Pada babak perempat final, Dewa akan menghadapi Manila Digger, duta Filipina. Manila duduk di peringkat kedua Grup D karena kalah selisih gol dari wakil Kamboja, Svay Rieng. Laga pamungkas Grup D yang mempertemukan kedua tim di Stadion Nasional Techo Morodok, Phnom Penh, Kamboja, berakhir remis 2-2.
Dua tim itu juga menutup persaingan grup dengan koleksi tujuh poin. Svay, finalis Liga Challenge Asia musim lalu, menjadi juara grup berbekal selisih gol +6, sedangkan Manila mempunyai selisih gol +4.
Pertandingan perempat final akan berlangsung dengan format kandang-tandang. Duel fase gugur dijadwalkan akan digelar pada Maret 2026.
“Kami akan berjuang untuk mengejar prestasi tertinggi di kompetisi ini,” ucap Riekerink.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase