Ruben Amorim selalu menang pada gim debut menangani dua tim Portugal, yakni Braga dan Sporting Lisbon. Tren positif itu ingin diduplikasi di kandang Ipswich Town.
23 Nov 2024 14:53 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SABTU — Ruben Amorim akan memulai debut sebagai manajer tetap Manchester United di kandang Ipswich Town, Stadion Portman Road, Inggris, Minggu (24/11/2024) pukul 23.30 WIB. Di tengah antusiasme besar yang menyelimuti skuad ”Setan Merah”, Amorim menguji kemauan dari para pemainnya untuk mengatasi masalah pada musim ini.
Amorim, yang datang dengan bekal dua trofi Liga Portugal bersama Sporting Lisbon, tidak ingin membenahi hal-hal yang menyebabkan kegagalan manajer MU terdahulu, seperti Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan Erik ten Hag. Ia ingin membawa MU dengan filosofi, gaya bermain, dan ambisi yang serupa dengan dirinya.
Dalam satu pekan pertama memimpin latihan MU di Carrington, Amorim tanpa basa-basi langsung memberikan latihan intensitas tinggi utnuk membenahi performa Bruno Fernandes dan kawan-kawan di hari pertandingan. Satu masalah utama yang ingin diatasi Amorim adalah buruknya MU mempertahankan bola.
”Saya pikir kami kehilangan bola terlalu sering. Kami mampu merebut bola, tetapi mudah kehilangan bola lagi. Kami harus menjaga bola lebih baik agar lebih memudahkan menjalankan permainan yang kami inginkan,” ujar Amorim dalam konferensi pers menjelang laga, Jumat (22/11/2024), dilansir laman klub.
Merujuk data FBRef, MU adalah tim dengan tingkat recovery atau perebutan bola terbaik di Liga Inggris. Mereka menghasilkan 512 recoveries ball. Mereka hanya kalah dari Tottenham Hotspur (514) dan Bournemouth (548).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/23/1c5bf944423d79fa918c289011e0282d-FBL_EUR_C1_SPORTING_MANCHESTER_CITY_125299316.jpg)
Terkadang, kami berharap untuk membenahi banyak hal. Menurut saya, kami harus mengubah hal-hal kecil itu terlebih dahulu.
Akan tetapi, MU tidak cukup baik untuk memainkan operan. Mereka hanya menghasilkan 82,7 persen operan sukses di kompetisi domestik musim ini. Sebaliknya, lawan-lawan juga tidak kesulitan mempertahankan bola saat melawan MU. Dalam 11 gim Liga Inggris 2024-2025, rerata lawan bisa mencatatkan 81,7 persen operan berhasil.
Secara total, pemain MU telah mencatatkan 101 kehilangan bola akibat direbut lawan melalui duel, seperti tekel. MU juga telah menghasilkan 137 operan gagal yang menyebabkan berubah penguasaan bola.
”Terkadang, kami berharap untuk membenahi banyak hal. Menurut saya, kami harus mengubah hal-hal kecil itu terlebih dahulu. Saya yakin bisa membantu pemain untuk mengatasi itu,” tutur Amorim.
Selain itu, Amorim juga menginginkan pemain-pemain MU untuk memiliki kondisi fisik yang jauh lebih baik. Itu diperlukan Amorin karena dirinya menuntut skuad Setan Merah untuk menjalani high press secara konsisten selama 90 menit di pertandingan.
”Satu hal untuk melakukan pres tinggi, Anda harus sangat fit. Saya menganalisis itu melalui data sehingga kami harus mengatasi masalah yang dihimpun dari data,” ucapnya.
Juru taktik asal Portugal itu menambahkan, ”Jika Anda tidak kehilangan bola, Anda bisa menekan lawan dengan tinggi. Jika Anda menekan tinggi, Anda selanjutnya bisa menerapkan press lebih baik. Jadi, itu seperti bola salju. Semuanya saling berhubungan.”
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/03/e3150bd0-cea8-4f3a-8798-bcf00e31a097_jpg.jpg)
Selain pendekatan dan gaya bermain baru, Amorim juga berpeluang menerapkan formasi baru di gim leawan Ipswich. Meskipun masih dalam tahap pengenalan kepada para pemainnya, Amorim tidak memiliki keraguan untuk membawa sistem anyar ke dalam skuad Setan Merah.
Pemain MU wajib cepat beradaptasi dengan pakem formasi favorit Amorim, yaitu 3-4-2-1. Amorim menerapkan tiga bek tengah, dua gelandang sayap dengan mobilitas tinggi, dua gelandang jangkar penjaga stabilitas permainan, dua gelandang serang serbabisa, serta penyerang tunggal yang rajin bergerak dan efektif mengonversi peluang.
”Saya tidak berkata datang untuk membawa evolusi atau revolusi, tetapi kami akan memainkan tipe sepak bola berbeda. Kami memiliki ide sendiri meski saya tidak menyebut itu ide terbaik. Kami mengubah cara bermain demi menyesuaikan cara kami memahami permainan,” ucap Amorim.
Amorim pun membuka potensi untuk mengubah peran dan posisi sejumlah pemain MU, misalnya Alejandro Garnacho dan Marcus Rashford. Dengan ketiadaan posisi penyerang sayap, dua pemain itu wajib beradaptasi dengan peran baru di lapangan.
Namun, ia menekankan, fokus utamanya ialah memberikan kesempatan bermain dan memahami pemainnya terlebih dahulu pada gim kontra Ipswich.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/23/8087ae509aed4b567284bec0770f7351-Portugal_Soccer_Champions_League_125302365.jpg)
”Kami harus memahami jika pemain bisa mengatasi kendala bermain di posisi berbeda. Kami sangat terbuka untuk mengubah posisi beberapa pemain,” kata Amorim.
Manajer Ipswich Kieran McKenna menuturkan, pemain, staf, dan suporter Ipswich sangat menantikan pertandingan besar menghadapi MU. Kepercayaan diri skuad Ipswich pun tengah amat baik.
Mereka meraih empat poin pada dua gim terakhir, termasuk kemenangan perdana di kandang Tottenham. Hasil itu mengeluarkan sementara Ipswich dari zona degradasi.
”Kami akan menurunkan tim yang memberikan kami kans terbaik untuk memenangi pertandingan,” ucap McKenna dilansir BBC.
McKenna mengungkapkan, dirinya sudah mempelajari gaya permainan Amorim serta menganalisis pemain-pemain MU. ”Untuk pertandingan nanti, kami menjalani proses yang sedikit berbeda. Kami menyaksikan beberapa gim klub sebelumnya dari manajer baru, baik itu untuk mengetahui taktik, teknik, maupun hal mental,” ujar McKenna yang pernah menjabat asisten pelatih MU periode 2018-2021.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata