Jurnalis, Dibunuh karena Benar

Sepanjang 2024, lebih dari 122 wartawan dan pekerja media terbunuh. Pelaku tidak ingin kebenaran yang terverifikasi lewat liputan para jurnalis diketahui publik.

07 Mar 2025 04:00 WIB · Opini

Oleh Redaksi

Sepanjang angkara merajalela dan tidak ada niat dari para pemangku kepentingan mengakhirinya, tugas mewartakan ”tentang yang benar” tetap sarat dengan bahaya.

Sebagai sejawat, tentu sangat sedih dan prihatin bahwa masih ada ratusan wartawan dari berbagai penjuru dunia meninggal serta menjadi korban kekerasan. Sepanjang 2024, lebih dari 122 wartawan dan pekerja media terbunuh. Wilayah konflik, seperti Gaza di Timur Tengah, menjadi area yang paling mematikan bagi para wartawan.

Di luar wilayah konflik, bahaya juga tak surut mengintai para wartawan. Bahaya itu datang dari jaringan kelompok kriminal, mafia, dan sindikat narkoba, politisi serta koruptor, bahkan pemerintah dan aparatnya. Mereka tidak segan-segan mengintimidasi, menyensor, membungkam, melecehkan, memenjarakan, bahkan membunuh wartawan. Merujuk laporan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), pada 2024, ada 516 jurnalis dipenjara.

Zimbabwean journalist Blessed Mhlanga (C) walks to an awaiting Zimbabwe Prison vehicle in Harare on February 27, 2025 after his bail ruling was postponed by a day. Mhlanga a high-profile journalist with the online Heart and Soul Television channel (HStv) appears in court accused of inciting violence through and interview with a ruling party critic who called for the resignation of the country's president. His arrest has sparked new criticism of the governments intolerance of media freedoms and opposition. (Photo by Jekesai NJIKIZANA / AFP)

Catatan-catatan di atas memperlihatkan buruknya kondisi kebebasan pers secara global (Kompas, 6/3/2025). Para pecundang di atas adalah mereka yang merasa terancam oleh pekerjaan yang dilakukan para wartawan. Mereka mengabaikan beragam ketentuan, termasuk Hukum Humaniter Internasional dan beragam undang-undang yang memberikan jaminan serta perlindungan kepada para wartawan dan pekerjaan mereka.

Jurnalistik pada prinsipnya adalah pekerjaan atau kegiatan yang berbasis pada layanan publik. Dalam mengemban tugas itu, intensi utama setiap wartawan atau jurnalis—merujuk pada elemen dasar jurnalisme menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel—adalah demi kepentingan warga dan tegaknya kebenaran. Investigasi atau tugas-tugas liputan yang mereka ampu adalah pekerjaan yang mengacu pada pemenuhan hak-hak warga untuk mendapatkan informasi (yang benar, berbasis fakta riil) yang mereka butuhkan.

A picture of murdered journalists Jan Kuciak and his fiancée Martina Kuanirova are pictured during a rally organized by political activists associated with the organizations “Peace in Ukraine” and “For a Decent Slovakia”  at Freedom Square in Bratislava, Slovakia, on February 21, 2025, on the 7th anniversary of the murder of investigative journalist Ján Kuciak and his fiancée Martina Kušnírová and the 3rd anniversary of the invasion of Ukraine by the Russian army. (Photo by TOMAS BENEDIKOVIC / AFP)

Pembungkaman oleh para pelaku kekerasan itu sejatinya adalah upaya untuk melawan jurnalistik. Mereka tidak ingin kebenaran yang terverifikasi lewat liputan para jurnalis diketahui oleh publik.

Ada banyak catatan, kekerasan yang dialami wartawan kerap berimpitan dengan kerja-kerja jurnalistik yang terutama terkait dengan isu-isu sensitif, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan politik, termasuk di dalamnya skandal politik, pelanggaran hak asasi manusia, provokasi, balas dendam, konflik politik, perang, hingga kriminalitas serta kasus-kasus terkait jaringan kejahatan terorganisasi.

Karena begitu luas spektrum pelaku dan bentuk kekerasan yang dialami oleh wartawan, perlindungan atas kerja-kerja jurnalistik layak diperkuat. Hal ini bukan semata soal melindungi pekerjaan seseorang. Lebih dari itu, perlindungan tersebut terkait pada pemenuhan hak-hak publik atas informasi yang benar, ”pendewasaan” demokrasi, dan upaya memutus rantai impunitas.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Marcellus Hernowo, Bonifasius Josie Susilo H