Thiago Motta mendapat tekanan besar dari pendukung Juventus karena belum mampu mereplikasi gaya permainan atraktif saat masih menangani Bologna.
10 Feb 2025 18:09 WIB · Olahraga
TURIN, SENIN — Meski sudah mendatangkan Thiago Motta sebagai pelatih, Juventus belum bisa memperagakan permainan atraktif sebagaimana dilakukannya di Bologna. Motta berkesempatan melepaskan kritik dengan membawa ”Nyonya Besar” menang atas PSV Eindhoven dalam laga pertemuan pertama playoff perebutan tiket babak 16 besar Liga Champions Eropa di Stadion Allianz, Turin, Italia, Rabu (12/2/2025) pukul 03.00 WIB.
Kehadiran Motta diiringi dengan ekspektasi tinggi. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu membawa ide segar permainan atraktif yang mengantarkan Bologna menembus Liga Champions, musim ini. Pendukung Juventus berharap besar Motta bisa mengulangi kesuksesannya di Juventus. Apalagi, musim lalu, Juventus lekat dengan gaya permainan pragmatis ala pelatih Massimiliano Allegri yang cenderung membosankan.
Akan tetapi, hingga separuh musim berlalu, Motta tidak kunjung bisa meningkatkan level permainan Juventus. Di Liga Italia, Juventus jadi satu-satunya tim yang hanya menelan satu kekalahan dalam 24 pekan. Meski begitu, ”Nyonya Besar” tercecer di peringkat kelima lantaran lebih banyak meraih hasil imbang (13 kali) dibandingkan menang (10 kali).
Kondisi serupa terjadi di Liga Champions. Juventus hanya meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir fase penyisihan grup saat menjamu Manchester City. Pada laga pamungkas, Juventus justru takluk 0-2 dari Benfica di rumah sendiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/bd7d5ee4106bfa94b999ae9220eb021c-FBL_EUR_C1_JUVENTUS_TRAINING_126877225.jpg)
Permainan atraktif Motta sebagaimana diidam-idamkan pendukung Juventus pun masih jauh panggang dari api. Padahal, Motta punya kualitas skuad yang jauh lebih mumpuni dibandingkan dengan saat melatih Bologna. Tidak pelak, pencapaian Motta bersama Juventus hingga pertengahan musim ini tidak jauh lebih baik dibandingkan dengan Allegri.
Para pendukung pun mulai kehabisan kesabaran terhadap Motta. Walakin, jajaran pejabat Juventus disebut-sebut masih menaruh kepercayaan terhadapnya. Namun, mereka juga menetapkan target minimum, yaitu Motta setidaknya harus bisa membawa Juventus lolos ke babak 16 besar.
Sekarang, kami memiliki pertandingan Liga Champions yang penting pada hari Selasa melawan tim yang bermain sepak bola dengan baik.
Target minimum dari petinggi Juventus itu secara langsung menambah tekanan bagi Motta. Dengan begitu, Motta tidak punya pilihan selain tampil menyerang melawan PSV di kandang sendiri. Jika mampu menang dengan selisih gol yang besar, pertemuan kedua di markas PSV tentu akan berlangsung lebih mudah bagi Juventus.
Untungnya, Motta punya rekam jejak yang baik kala bertemu PSV. Kedua tim memang pernah bersua pada fase penyisihan grup, September 2024. Kala itu, Juventus menang cukup meyakinkan, 3-1, atas PSV di Turin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/f121e2bd52f2650e1ea894384f197582-FBL_ITA_SERIEA_COMO_JUVENTUS_127321089.jpg)
Di sisi lain, PSV punya catatan buruk saat menjalani laga tandang di Liga Champions. Tim besutan pelatih Peter Bosz itu hanya mampu menang satu kali dari empat laga tandang, yaitu saat menghadapi Red Star Belgrade.
Suntikan moral lebih besar juga diperoleh Motta dengan kedatangan penyerang Randal Kolo Muani dari PSG. Meski baru bergabung dengan tim, Kolo Muani sudah memikat hati pendukung Juventus berkat penampilan impresifnya yang mencetak lima gol dalam tiga laga.
”Kolo Muani bermain dengan baik. Ia beradaptasi dengan baik di tim sejak hari pertama. Sekarang, kami memiliki pertandingan Liga Champions yang penting pada hari Selasa melawan tim yang bermain sepak bola dengan baik,” ucap Motta.
Sementara itu, Bosz menilai Juventus sangat sulit ditaklukkan di markasnya. Apalagi PSV belum bia memainkan penyerang andalannya, Ricardo Pepi, akibat cedera. Namun, ia menyebut timnya sudah berkembang pesat semenjak kekalahan dari Juventus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/ae16a0698e2fffe53d5d972deff0cda8-Netherlands_Soccer_Champions_League_127116162.jpg)
”Kami harus lebih kuat sebagai tim untuk menghadapi ini. Kami telah mengubah strategi untuk mencari penyerang lain. Tidak ada keraguan tentang itu sekarang,” ujar Bosz dinukil dari laman PSV. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji Dewabrata