Kabar Duka dari Sekolah

Potret sekolah yang hancur setelah sebuah pesawat tempur jatuh dan menimpanya.

23 Jul 2025 06:06 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Seorang ibu menangis saat menyaksikan sekolah anaknya yang hancur di Dhaka, Bangladesh, 21 Juli 2025. Dari sebuah celah pagar, dia berusaha mencari keberadaan putra kesayangannya. Puluhan petugas berseragam biru dan loreng merah hilir mudik mengangkut korban yang ditemukan ke ambulans agar segera mendapat pertolongan. 

Ratusan warga berkerumun di sekitar lokasi kejadian jatuhnya jet F-7 GBI milik Angkatan Udara Bangladesh yang menabrak gedung sekolah. Setidaknya 31 orang tewas, yang sebagian besar merupakan pelajar yang tengah menuntut ilmu. Kejadian tersebut juga membuat 171 warga luka-luka.

Ini adalah kecelakaan pesawat paling mematikan di ibu kota Bangladesh dalam sejarah. Pihak militer mengatakan, jet tersebut lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Bangladesh AK Khandaker di kawasan Kurmitola, Dhaka, pukul 13.06 waktu setempat, kemudian jatuh dan terbakar tak lama kemudian. Pilot berusaha menghindari daerah padat penduduk, tetapi jet tersebut menabrak gedung sekolah dua lantai. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak militer.

Seorang ibu menangis ketika melihat lokasi pesawat Angkatan Udara yang jatuh di sekolah anaknya di Dhaka pada 21 Juli 2025.

Kecelakaan itu terjadi di kampus Milestone, sebuah sekolah dengan 2.000 siswa. Sekolah ini terletak di Dhaka utara, salah satu wilayah metropolitan dengan penduduk lebih dari 20 juta jiwa. Kebakaran hebat terjadi sesaat setelah pesawat menghantam gedung lantai dua sekolah itu. 

Maherin Chowdhury, seorang guru yang menyelamatkan lebih dari 20 siswa dari sekolah yang terbakar, meninggal karena luka bakar parah, kata rekannya, Tanzina Tanu. Para siswa mengatakan, gedung-gedung sekolah bergetar hebat, diikuti ledakan besar yang membuat mereka berlarian mencari tempat aman. Suasana menegangkan segera terjadi di lokasi kecelakaan, sementara keluarga yang panik mencari orang-orang terkasih. Jeritan memenuhi udara di rumah sakit terdekat.

Warga berkumpul di lokasi kecelakaan pesawat latihan Angkatan Udara Bangladesh di Dhaka, Bangladesh, Senin, 21 Juli 2025.
Petugas pemadam kebakaran memeriksa puing-puing pesawat latih Angkatan Udara Bangladesh yang jatuh di sekolah di Dhaka, Bangladesh, Senin, 21 Juli 2025.
Sebuah helikopter membawa korban yang terluka dari kecelakaan pesawat latih Angkatan Udara Bangladesh di Dhaka, Bangladesh, Senin, 21 Juli 2025.
Sebuah pesawat penumpang domestik terbang di atas lokasi kecelakaan pesawat latih Angkatan Udara Bangladesh di Dhaka, Bangladesh, Senin, 21 Juli 2025.
Dinas pemadam kebakaran dan personel keamanan Bangladesh melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah jet pelatihan Angkatan Udara menabrak sebuah sekolah di Dhaka pada 21 Juli 2025.

Di lokasi kecelakaan, Senin sore, seorang ayah berlari sambil menggendong putrinya. Di sudut lain, seorang ibu berteriak karena telah menemukan anak bungsunya dan masih mencari anak sulungnya. 

Ayah lainnya menggambarkan perasaan dan kesedihannya saat menunggu mengetahui nasib putrinya.

”Pesawat itu jatuh di gedung tempat putri saya berada. Istri saya menelepon, tetapi saya sedang berdoa sehingga tidak bisa mengangkatnya,” kata Jewel di lokasi kejadian. ”Ketika saya tiba di sini, saya melihat ada kebakaran besar. Ada mayat seorang anak.”

Untungnya, putrinya selamat, katanya, tetapi dia melihat banyak anak lain menderita luka bakar.

Ratusan orang berkerumun dekat lokasi jatuhnya pesawat Angkatan Udara Bangladesh di Dhaka pada 21 Juli 2025. Sebuah pesawat Angkatan Udara Bangladesh menabrak bangunan sekolah di ibu kota Dhaka, dalam kecelakaan penerbangan paling mematikan di negara itu dalam beberapa dekade.

Para siswa juga berebut untuk melihat apa yang terjadi. ”Kami berjuang melawan kerumunan dan tentara untuk mendekati lokasi kecelakaan di sekolah kami,” kata Estiak Elahi Khan, siswa kelas 11. ”Apa yang saya lihat sungguh tak terlukiskan, sungguh mengerikan.”

Dokter di Rumah Sakit Uttara Adhunik mengatakan, lebih dari 60 siswa, yang sebagian besar masih berusia antara 12 tahun dan 16 tahun, dipindahkan ke rumah sakit khusus untuk korban luka bakar.

Hingga Senin malam, tim penyelamat terus menyisir puing-puing, mencari jenazah. Sebuah derek digunakan untuk membersihkan lokasi kejadian dari puing-puing.

Petugas membawa korban yang terluka ke ambulans setelah jet pelatihan Angkatan Udara Bangladesh menabrak sekolah di Dhaka pada 21 Juli 2025. Setidaknya 16 orang, kebanyakan mahasiswa, tewas.
Petugas pemadam kebakaran berada di lokasi jatuhnya sebuah pesawat latih Angkatan Udara Bangladesh di Dhaka, Bangladesh, Senin, 21 Juli 2025.
Pita pengaman menutup area lokasi jatuhnya pesawat saat personel Angkatan Udara Bangladesh memeriksa lokasi kecelakaan di Dhaka pada 22 Juli 2025.
Warga melihat di belakang pita pengaman tempat jatuhnya pesawat di Dhaka pada 22 Juli 2025. Sebuah jet tempur Bangladesh menabrak sebuah sekolah di ibu kota Dhaka pada 21 Juli 2025, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 170 orang dalam kecelakaan penerbangan paling mematikan di negara itu dalam beberapa dekade.
Helikopter terbang di atas lokasi jatunya pesawat tempur Angkatan Udara Bangladesh di ibu kota Dhaka pada 21 Juli 2025.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus,  berjanji akan melakukan penyelidikan dan menyampaikan kesedihan mendalam atas kecelakaan yang memilukan tersebut.

Pemerintah telah mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Selasa, dengan mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh negeri. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra